Extra Chapter

2.8K 140 10
                                        

Kimberly's POV

Hari ini aku mendatangi pernikahan sahabatku-Diana. Dia terlihat sangat bahagia sekali begitu juga Harry. Aku tidak menyangka kalau mereka akan menikah di usia muda seperti ini. Membayangkan mereka mempunyai anak di saat usia mereka yang masih muda.

"Kim ayo kita foto bersama." Ujar Liza sambil mengagetkanku dengan menyentuh pundakku. Sontak aku terkejut.

"Astaga kau membuatku kaget!" Ucapku memarahinya.

"Maaf karena sedaritadi aku memanggilmu nona manis tapi kamu tidak mendengarkanku." Ucapnya menyindir.

"Well maaf. Ayo!" Ucapku lalu mengambil tangan Liza untuk mengajaknya mendekati Diana.

Diana terlihat sedang menyapa para tamu sementara Harry sedang berbicara dengan teman-temannya tapi sepertinya bukan teman kampusnya karena aku tidak mengenal mereka semua. Mungkin mereka temennya waktu di sekolah dulu.

"Hey, Di!" Teriak kami memanggilnya ketika dia sudah selesai menyapa para tamu undangan.

"Haiiiiii!" Teriaknya sambil melambaikan tangannya dengan bangga.

Dia terlihat sangat cantik menggunakan gaun putih panjangnya dengan rambutnya yang disanggul.

"Well sungguh aku tidak pernah bosan untuk memujimu kalau kamu sangatlah cantik sekali!" Pujiku kepadanya ketika aku sudah berada di depannya

"Astaga kau selalu mengatakan dia cantik padahal dia sangat cantik!" Balas Liza menyetujui ucapanku.

"Berhentilah memuji! Kalian juga sangat cantik!"

"Well dimana orang tua kalian?" Tanya Liza sambil mencari keseliling gedung ini.

"Entahlah mungkin mereka sedang menyapa tamu." Jawabnya sambil mengangkat bahunya.

"Lalu Harry dimana?"

"Dia sedang bersama teman bandnya di sekolah." Katanya sambil menunjuk tepat dimana Harry berada.

"Diana. Ayo kita foto bersama! Aku sangat senang temanku menikah di usianya yang masih muda bahkan masih bersekolah!" Sindir Liza dengan bahagianya dan tersenyum kecil.

"Aku juga tidak menyangka hal ini bisa terjadi dan kau aku sangat nervous sekali. Aku bahkan tidak menyangka kalau aku mau menikah muda dan tiba-tiba mom mengatakan padaku kalau dia ingin menimang cucu di usianya yang masih muda ini yang mana membuatku benar-benar tak bisa harus berkata apa." Ucapnya dengan bahagianya sambil mengangkat bahunya dan memutar bola matanya yang mana membuat kami tertawa karena tingkahnya itu.

"Well itu Niall. Kita bisa menyuruh dia untuk mengambil foto kita." Kataku sambil menunjuk ke arah Niall yang mana membuat Liza memutar bola matanya.

"Aku pikir itu ide yang buruk." Katanya Liza dengan memutar kedua bola matanya.

"Aku pikir tidak."

"HEYY NIALL!!!" Diana berteriak memanggilnya yang mana yang dipanggil menengok dan lainnya yang juga mendengar juga menoleh.

"Aku?" Katanya Niall sambil menunjuk dirinya lalu Diana menganggukan kepalanya yang mana membuat dia mendekat ke arah kami.

"Ada apa?" Katanya binggung ketika sudah ada di depan kita.

"Tolong foto kami bertiga." Kataku sambil memberikan ponselku padanya.

"Lalu untuk apa digunakan fotographer?" Katanya binggung.

"Sudahlah jangan bawel. Kita ingin menggunakan ponsel saja." Ucap Liza dengan mendengus kesal.

"Yayaya oke." Balas Niall dengan memberikan senyuman manis kepada Liza yang dibalas dengan memutar kedua bola matanya.

Heartstrings |h.s|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang