Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

look at me please. I'm so love you

7.6K 481 0
                                        

Jika dia tak mencintaimu maka tetaplah berusaha mencintai dia dengan caramu sendiri agar dia dapat mencintaimu.

Aqilah♥

•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Glaza POV

"Nathann!!". Teriakku saat tau dia mencium sudut bibirku. Dia bego atau gimana sih ini kan disekolah!

"Aww mata gue ternodai". Ucap Nabilah menutup matanya.

"Apaan sih Bi". Ucapku meninju lengannya.

"Sakittt Za!". Balasnya sambil mengerucutkan bibirnya.

"Lo juga ngapain cium-cium gue untung kelas udahh sepi". Ucapku memukul bahunya yang dibalas cengiran khasnya.

"Karena aku sayang kamu". Ucap Nathan yang sukses membuat pipiku merona merah.

"Uuuu tayanggg!! Dedek mau digituin abang dong". Ledek Mara.

"Hahaha". Tawa Nabilah menggema ruang kelas kami. Aku mengerucutkan bibirku tapi Nathan malah mencubit bibirku.

"Awww sakitt Nathann!!". Teriakku lagi benar-benar kesal.

"Kamu lucu dan gemesin sih makanya aku suka". Jawabnya yang disahut siulan Nabilah dan Mara. Aku menepuk keningku pelan dan menggeleng-gelengkan kepalaku.

"Guyss gue cabut. Jemputan gue udah didepan". Ucap Jessie dengan nada yang lirih bahkan seperti berbisik.

"Jess gue ada salah sama lo?". Tanyaku menarik tangannya dan Jessie menghadap kerahku sambil tertunduk lesu.

"Lo gak ada masalah kok sama gue. Gue lagi pusing aja". Aku menatap ke arah Nabilah dan Mara. Nabilah dan Mara hanya mengangkat kedua bahu mereka tanda mereka tak tau menau.

"Samuel?". Tanyaku. Mara dan Nabilah mengkerutkan kening mereka menatap aku bingung. Aku tau pasti ini ada sangkut pautnya dengan Samuel, kenapa? Saat aku berbincang antara Samuel dan Adinda Jessie langsung lemas dan diam saja.

"Jangan bahas lelaki itu. Aku duluan". Ucap Jessie menghempaskan tanganku. Aku menatap punggungnya yang sudah pergi menjauh.

"Dia kenapa sih?". Tanya Mara kebingungan.

"Dia gak biasanya gitu tau. Dari SMP kita kenal dia". Sahut Nabilah.

"Ini pasti ada sangkut pautnya sama Samuel". Ucapku menegaskan setiap kataku.

"Kok Samuel dibawa-bawa?". Tanya Nathan.

"Kita lanjut besok aja guys mas Joko udah mau bersihin kelas tuh". Ucap Mara yang berjalan pergi diikuti oleh aku, Nathan dan Nabilah.

Mas Joko itu orang yang menjaga kebersihan sekolah ku.

"Gue duluan ya? Bis arah rumah gue udah stay di halte tuh mumpung belum jalan". Ucap Nabilah yang kujawab anggukan kepalaku.

"Gue juga duluan ya gue mau kerumah Nabilah". Sahut Mara mengikuti Nabilah. Aku hanya melambaikan tangan saja.

"Pulang sama aku ya?". Ucap Nathan.

"Tapi Sam--".

"Dia gue suruh pulang duluan gue mau bawa lo kerumah gue buat ketemu Bunda. Bunda mau ketemu sama lo". Aku mengkerutkan keningku menatapnya bingung.

"Soal hubungan lo dan Glaniel". Sambungnya membuat tubuhku menegang. Terlintas difikiranku akan kejadian Gadis mencium Glaniel. Aku sakit? Iya. Aku sudah mencintainya saat aku tertidur pulas dalam pelukannya. Aku mulai nyaman akan kehadirannya.

Glaza & GlanielCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang