Engkau seperti sebuah pertanyaan yang tak bisa kusampaikan. Karena aku tau bahwa aku bukanlah jawabanmu.
Aqilah♥
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Author POV
Setelah Glaza menenangkan diri dengan canda dan tawa bersama Glaniel mereka memutuskan untuk kabur dari acara.
Menghabiskan waktu bersama-sama hingga pagi menjelang. Samuel yang tau adiknya sedang memanjat lantas kaget bukan main.
Glaniel dan Glaza memanjat tembok belakang yang mengarah ke parkiran yang memang untuk memarkir mobil di acara pertunangannya.
"Dek lo ngapain aduh cantik-cantik kok kaya monyet sih manjat sana manjat sini". Ucap Samuel yang juga diundang diacara ini. Samuel menunggu Glaza turun dari bawah memegang tangga yang sudah disiapkan dan disinggahkan dipohon besar dekat Glaza. Siap-siap menangkap tubuh Glaza kalau Glaza jatuh.
"Aduhh susah nih Niel rantingnya kayanya gak kuat deh". Ucap Glaza yang masih duduk ditembok bagian atas dan mencengkram erat pohon yang tumbuh besar itu.
"Coba yang itu". Ucap Glaniel menunjuk batang pohon yang besar namun lumayan jauh untuk dijangkau. Glaniel terus memegang pinggang Glaza- menjaganya kalau tiba-tiba dia terjatuh.
"Bisa yeay!". Ucap Glaza tepuk tangan dan menutup mulutnya. Glaza turun dari tangga yang sudah disiapkan Samuel dipohon besar yang dilewati Glaza tadi.
Glaniel tersenyum saat gadisnya itu sudah aman berdiri dibawah sana. Glaniel sedikit melompat dan memeluk batang pohon besar itu.
HAP!
Glaniel tersenyum senang saat lompatannya berhasil mendarat sempurna. Glaniel segera turun dari pohon melalui tangga.
"Ampunn deh punya temen dan adek kaya gini". Ucap Samuel menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ampun deh punya temen dan adik ipar kaya gini". Ucap Adinda mengikuti Samuel. Glaza dan Glaniel menatap keduanya dan tertawa pelan bersama.
Sedangkan Gadis dan Nathan didalam menunggu Glaniel dan Glaza masuk kembali dalam acara. Gadis terkadang mengobrol dan banyak cerita dengan Nathan.
Dan Gadis pun tau dimana hatinya akan berpulang sekarang. Gadis mengalihkan pandangannya melihat sekeliling. Gadis yang tau Ayahnya sedang berbicara dengan tiga lelaki bertubuh kekar dan berjaket hitam mulai curiga.
Ayah pintar sekali kalau acting. Aku tau rencana mu Ayah. Batin Gadis.
"Nath apa kita gak samperin Glaza sama Glaniel aja dibelakang? Kita udah nunggu lama". Ucap Gadis yang mulai resah saat tiga lelaki kekar itu keluar dari ruangan.
"Apa yang lo liat?". Nathan bertanya balik. Nathan yang tau apa yang sedang Gadis tatap langsung berjalan dan berlari pelan.
"Nathan!". Panggil bundanya tiba-tiba saat Nathan dan Gadis sedikit lagi mencapai pintu keluar.
"Ya Bun!". Nathan membalikan tubuhnya dan nampak lah wanita cantik dengan gaun merahnya. Bundanya Nathan.
"Kamu mau kemana sama Gadis? Dimana Glaniel?". Tanya Bundanya celingak-celinguk mencari sesuatu.
"Aniel? Eumm.. Aniel..". Ucap Nathan terbata-bata.
"Kita lagi mau cari Glaniel tante. Tante gak usah khawatir jadi kita pergi dulu yah". Ucap Gadis menarik tangan Nathan keluar. Bunda Nathan hanya bingung menatap mereka lalu kembali kedalam acara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Glaza & Glaniel
Teen FictionGlaza, seorang perempuan culun yang berniat mencari kesetiaan teman dalam hidupnya. Hanya itu, jika dia sudah menemukan teman yang benar tulus dengannya Glaza akan merubah dirinya menjadi Glaza yang cantik seperti model. Tapi semua tidak berjalan se...
