Married 22

150K 5.9K 207
                                        

"Zolla... bangun... udah pagi nih." Tidak biasanya, kali ini Jonathan yang membangunkan Zolla. Semalam, Zolla menyiapkan barang kebutuhan camping mereka sampai tengah malam. Jadi dia kurang tidur.

"Zolla... udah jam setengah 7 nih... kamu gak mau kita telat kan?" Jonathan menepuk pipi Zolla.

"Mmm... aku bangun..." Jawab Zolla dengan suara khas bangun tidurnya. Jonathan mengecup pipi Zolla sekilas. "Kalo gak bangun, bukan cuma pipi loh yang aku cium." Zolla langsung membuka matanya dengan wajah yang bersemu merah. Dia langsung bangun dan bergegas ke kamar mandi. Tetapi, karena keseimbangannya belum sempurna, dia jatuh ke belakang. Jonathan segera memeluk pinggang Zolla.

"Thanks." Ucap Zolla pelan. Dia tidak tau bahwa posisi itu adalah zona bahaya untuk Zolla. Jonathan langsung mengecup leher Zolla dan meninggalkan beberapa kissmark. "J-jon... ak-aku mau man-mandi...hhh...." Zolla menahan desahan karena Jonathan menggigit leher dan bahunya dengan semakin keras. "Mmmhhh.... Jon..." Zollam berteriak dan mendorong Jonathan sekuat tenaga. Jonathan langsung tersadar.

"Maaf... maaf.. aku refleks..." Kata Jonathan menyesal. Zolla hanya mengangguk pelan dan mencium pipi Jonathan. "Lain kali jangan gitu lagi ya." Jonathan hanya menangguk. Zolla langsung masuk ke kamar mandi. Sementara Jonathan menghempaskan dirinya ke tempat tidur menghela nafas kasar. "Hhh... kenapa bisa sampe kelewatan...." Kata Jonathan frustasi.

"Jon... ayo sarapan..." Kata Zolla kepada Jonathan yang sedang memasukkan barang ke dalam bagasi mobil.

"Iya... tunggu bentar..." Tak lama kemudian, Jonathan masuk ke dalam rumah. Dia melihat dua porsi roti isi dengan telur dan daging panggang, serta coklat hangat.

Mereka pun makan dengan lahap. Selesai makan, Zolla langsung mencuci piring. Dia pergi keluar untuk mencari Bi Asih. Ternyata, Bi Asih sedang menyiram tanaman di halaman belakang.

"Bi... Zolla pamit dulu ya... Titip rumah ya Bi..." Pamit Zolla. Bi Asih tersenyum dan mengangguk.

"Makasih bi." Zolla pun segera keluar rumah dan masuk ke mobil.

"Udah siap?" Zolla mengangguk. Mobil pun jalan ke sekolah.

"Mmm... Jon... Kamu suka makanan apa sih? Aku gak pernah tau." Tanya Zolla memecah kesunyian.

"Aku suka Italian food. Terutama spaghetti sama fettucini karena aku waktu kecil tinggal sama opa oma di sana. Tapi kalo kamu tanya masakan Indonesia, aku suka nasi goreng sama ayam bakar. Oh ya... nasi goreng kamu enak loh." Jawab Jonathan sekaligus memuji masakan Zolla.

"Thanks." Ucap Zolla singkat.

"Musisi kesukaan? Ada?" Tanya Jonathan.

"Aku suka One Direction. Kamu?" Tanya Zolla balik.

"Aku suka musisi lama sih. Natalie Imbruglia sama Daniel Powter." Zolla mengangguk angguk. Aku gak tau mereka sama sekali. Batin Zolla.

"Udah sampe nih. Turun yuk." Zolla menangguk. "Buka bagasi kamu dulu." Ucapnya. Jonathan menekan tombol untuk membuka bagasi. Zolla segera keluar dari mobil untuk mengambil barangnya. Tapi Jonathan sudah terlebih dulu mengambilnya.

"Aku aja." Kata Jonathan. Dia menutup bagasi. Zolla melihat sekeliling.

"Zolllaaaaa....." Tanpa menolehkan pandangannya pun Zolla tau kalau yang memanggilnya adalah Fanya.

"Gausah teriak teriak kenapa." Kata Zolla kalem.

"Zoll... Jagain Mikhael ya. Laporin aja ke gue kalo dia jelalatan." Ucap Fanya dengan nada tidak nyantai.

"Iya iya... lo tenang aja. Gue jagain kok. Omong omong... lo kelompok berapa sih?" Tanya Zolla.

"Kelompok 3 gue. Tenda kita gak jauh jauh amat nanti. Jadi gue gak perlu teriak teriak manggil lo." Kata Fanya.

"Bagus deh. Ntar tiba tiba ada hiu keluar dari danau gara gara denger teriakan lo." Balas Zolla.

"Yee... mana ada hiu di danau...eh.. tunggu deh. Gue liat sini." Tiba tiba Fanya menarik kerah baju Zolla. Sesaat kemudian Fanya kembali ke posisinya semula. Wajahnya memerah. Zolla dan Jonathan yang sedari tadi di samping Zolla bingung dengan reaksi Fanya.

"Astagaa... sahabat tersayang gue udah gak suci. Gue nyesel liat kissmark itu. Mata gue jadi gak suci nih." Sontak Zolla dan Jonathan saling pandang. Wajah Zolla memerah.

"Gue masih suci... di-dia yang jailin gue tadi pagi." Elak Zolla. Fanya tertawa.

"Lo yakin?" Tanyanya. Zolla mangangguk. Fanya memberikan pandangan ragu.

"Beneran Fanyaa... Masa lo gak percaya sama gue?" Ucap Zolla. Dia juga mencubit pinggang Jonathan. "Zolla... pinggang aku biru biru semua nih kamu cubitin terus." Keluh Jonathan.

"Biarin. Tau rasa." Ucap Zolla kesal.

"Iya iya gue percaya kok." Ucap Fanya. Zolla hanya mendengus pelan.

"Eh eh... kita disuruh kumpul tuh..." Kata Emily yang tiba tiba ada di samping Zolla. "Astaga... Emily... lo ngagetin aja tau gak." Keluh Zolla. Emily hanya terkekeh. "Ayo kumpul." Ucapnya lagi. Zolla dan Jonathan mengangguk.

"Bye Fanya...." Kata Zolla. Emily ikut melambaikan tangan. Fanya hanya mengangguk dan tersenyum.

★★★★★★★★

Mereka berada di bis 2 sekarang. Zolla duduk di samping Emily. Emily memperhatikan Zolla dengan tatapan aneh sedari tadi.
"Kenapa sih?" Tanya Zolla yang mulai risih dipandangi seperti itu.

"Pacar lo bener bener keterlaluan ya. Gak sakit tuh?" Tanya Emily. Zolla mengerutkan alisnya. Emily yang tau Zolla masih tidak paham, langsun menunjuk bagian leher Zolla. Zolla tersentak.

"Sakit, Em. Lagian gue gak ngapa ngapain kok. Gausah mikir yang aneh aneh deh." Dasar Jonathan!!! Sudah dua anak menanyai tentang kissmark ini dalam waktu 30 menit. Sialan! Emang segitu keliatannya ya? Batin Zolla sebal.

"Emang keliatan banget ya? Tanya Zolla. Emily mengangguk. Dia mengambil cermin kecil dalam tas selempang yang dia bawa (tas ranselnya di bagasi bus) dan menyerahkannya pada Zolla. Zolla menatap cermin.

Astaga... merah sama biru gini. Gila Jonathan... pantesan sakit. Keluh batin Zolla.

"Thanks..." Zolla mengembalikan cermin itu pada Emily. Emily terkekeh. "Pacar lo ganas ya?" Tandasnya. Muka Zolla memerah. "A-apaan sih." Emily tertawa lepas.

"Anak anak, kita sudah sampai. Turun pelan pelan ya, karena mungkin tanahnya licin." Perintah Bu Meisya, salah satu pengurus camping ini.

Anak anak segera turun dan mengambil barang barangnya. "Zolla... kita ambil tenda dulu di mobil barang Pak Geo. Tas lo titipin Jonathan aja." Zolla mengangguk.

"Jon, aku sama Mikhael ambil tenda dulu ya. Kamu ke area perkemahan dulu aja. Kita titip tas." Zolla langsung berlalu dan segera menyusul Mikhael mengambil tenda.

"Biar gue bawain tasnya Mikhael." Kata Nathan.

"Gak usah sembunyi dibalik topeng lo itu. Dasar busuk!!! Walaupun lo minta maaf model apapun, gue gak akan terima!!! Lo ngecewain gue, Nat. Gue kira lo itu sahabat yang baik. Ternyata lo nusuk gue dari belakang!!!" Desis Jonathan.

"Dia yang muka dua, Jon. Bukan gue!!! Dia--" Pukulan keras ke rahang Nathan membuatnya bungkam. Mulutnya terasa sangat nyeri.

"Gue gak percaya sama lo." Kata Jonathan datar. Dia langsung pergi tanpa mempedulikan pandangan aneh dari teman teman mereka.

"Lo lebih percaya cewek itu daripada sahabat lo hah?" Ucap Nathan.

"Mantan sahabat." Ralat Jonathan sambil terus berjalan menuju area perkemahan.

★★★★★★★★

Masalah apa ya? ada yang bisa tebak? comment di kolom komentar ya...:))

Vote juga yang banyak :))

Callista

Young MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang