Sekarang Zolla ada di kamar, membaca novel. Selesai belanja tadi, dia menaruh bahan belanjaannya di kulkas dan langsung mandi.
Cklek...
Terdengar suara pintu kamar terbuka. Zolla mengangkat wajahnya dan menemukan Jonathan yang pulang dengan jas yang hari ini dia pakai. Jarang jarang Jonathan memakai jas saat kerja, dan itu menambah ketampanannya beberapa kali lipat. Jonathan bekerja hingga malam karena memang kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah tidak ada. Hanya masuk dan latihan untuk perpisahan, lalu pulang.
Zolla tersenyum kepada Jonathan. "Hai, Jon. Capek ya?" Ucap Zolla sambil membukakan dasi dan jas Jonathan. Dia terus berusaha sabar. Tunggu saja saat kemarahannya menjadi.
"Iya. Capek nih." Ucap Jonathan. "Yaudah mandi sana. Baju sama airnya udah aku sediain." Zolla berusaha tidak mendatarkan ucapannya. Dia langsung berlalu membawa jas dan dasi Jonathan ke keranjang cucian.
Alis Jonathan bertaut menjadi satu garis. Dia hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang bisa dikatakan tidak pernah seperti ini. Karena biasanya Zolla hanya mengambil jas dan dasi dari tangan Jonathan yang melepasnya sendiri.
"Hey... Kok bengong sih? Kamu lupa bilang sesuatu sama aku? Atau kamu lagi mikirin kuliah kamu nanti?" ucap Zolla menekan kata kuliah.
"Hah? Apa?" Ucap Jonathan tersadar dari lamunannya. Zolla hanya menghela nafas dan menggeleng. "Gapapa. Aku cuma bilang kamu cepetan mandi." Ucapnya lalu keluar dari kamar. Dia hendak pergi ke taman belakang mencari udara segar, karena menurutnya suasana disini sudah 'panas'.
Jonathan hanya mengerutkan alisnya heran dan langsung masuk ke kamar mandi.
Sementara itu, Zolla menghela dan menghembuskan nafasnya berulang kali. Dia berdiri di taman belakang mereka sambil memegang pagar besi yang tingginya sebatas perutnya.
Beberapa saat kemudian, dia merasakan sesuatu yang hangat di perutnya. Dan juga bau musk serta aroma khas sehabis mandi merasuki indra penciumannya.
Pelukan dari belakang itu semakin erat. Jonathan juga menenggelamkan bahunya di lekukan leher Zolla setelah menciumnya sekilas.
"J-jon... Lo ngapain?" Ucap Zolla dengan wajah yang memanas saat dagu Jonathan bersentuhan dengan permukaan kulit leher Zolla. Dia dapat merasakan hembusan nafas Jonathan dan itu membuatnya geli.
"Gapapa." Ucap Jonathan sambil memejamkan matanya. Menikmati semilir angin malam yang membelainya.
"Ih... Gak nyambung. Gue nanyanya tuh lo ngapain. Jawaban lo malah gapapa. Apaan tuh." Ucap Zolla sewot.
"Kamu gak dingin disini, Hm?" Tanya Jonathan sambil menggenggam tangan Zolla yang berusaha melepaskan pelukan itu.
"Gak! Lepasin gue gak Jon?!" Ucap Zolla dengan suara sedikit meninggi.
"Gak." Ucap Jonathan mengabaikan ancaman Zolla.
"Serah lo deh!" Ucap Zolla.
"Gapapa." Ucap Jonathan. Zolla kembali menautkan alisnya.
"Lo kenapa sih? Jawaban lo gak nyambung tau." Ucap Zolla heran. Secara tiba tiba, Jonathan menggendong Zolla ala bridal style menuju ke dalam dan mendudukkan Zolla di salah satu sofa. Zolla menjerit karena tubuhnya tiba tiba diangkat oleh Jonathan.
Jonathan berlutut di depan Zolla dan mensejajarkan tingginya dengan Zolla. "Gapapa kamu marah sama aku, a-aku emang salah." Ucap Jonathan menggenggam tangan Zolla. Zolla yang mengerti maksud Jonathan berusaha keras menahan air matanya. Dadanya sudah mulai sesak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Marriage
Любовные романыCover by: samuderablue Dia cowok pembully di sekolah Dia cowok berandalan di sekolah Dia selalu dapet nilai paling tinggi Dia suka menggoda perempuan Dia ketua tim basket ........ Dia suamiku. Kisah pernikahan antara anak SMA... ya SMA! Kisah aneh a...
