Kai turun dari bus dan berjalan sedikit menuju ke rumah Sehun dengan membawa kantong plastik berisi makanan. Sebenarnya ia ingin mengetuk pintu, tapi karena Kai ingin mengagetkan Sehun, jadi ia hanya langsung masuk. Lagipula satpam di rumah Sehun sudah mengenal Kai dengan baik, karena ia memang sering mampir.
"SEHUN-AAAHH!" teriak Kai. Suaranya menggema di seluruh ruangan.
"JUGULLE?! BABO! KENAPA KALIAN SANGAT SUKA MENGAGETKANKU?" Sehun balas berteriak.
Rencana Kai berhasil, Sehun yang sedang memainkan ponselnya di sofa ruang tamu sangat terkejut dan marah. Sepertinya Sehun bisa terkena serangan jantung kalo seperti ini terus.
"Kalian? Siapa selain aku?"
"Baekhyun, sama saja kalian berdua. Eh, Sedang apa kau pagi-pagi? Aku tau kau sangat susah bangun pagi." Sehun mengangguk-anggukkan kepala mengerti. "Hmm, mau menginap lagi? Oh mian, pulang saja, aku tak selera melihatmu." Sehun mengerakkan tangannya seperti mengusir Kai.
"Hehe, mianhae karena mengagetkanmu. Aku hanya ingin membawakanmu sarapan dan makan bersama." Kai menunjukkan kantong plastik yang ia bawa tadi.
"Shireo, aku belum lapar, makan saja sendiri."
"Kau benar-benar marah ya?"
"Molla."
Kai mengedarkan pandangannya di rumah Sehun yang sangat luas dan besar itu dan mendapati Min Hwa yang sedang menuruni tangga sambil menguncir rambutnya. Ia masih memakai piyama, artinya ia baru saja bangun.
Noona baru saja bangun tapi ia tetap cantik, batin Kai.
"Annyeong, Jongin-ah!" sapa Min Hwa tersenyum seraya berjalan menuju dapur.
Dari sekian banyak orang, hanya Min Hwa dan keluarganya yang memanggil Kai dengan nama aslinya, Jongin. Dan Kai sangat menyukainya ketika Min Hwa memanggilnya dengan nama aslinya.
"A-annyeong, noona!" Kai seketika gugup saat Min Hwa menyapanya.
"Sehun, kenapa kau tidak bilang kalo noona ada?" tanya Kai berbisik sambil terus melihat Min Hwa.
"Wae? Noona? Untuk apa aku bilang padamu?"
"Dasar jahat."
Min Hwa muncul sambil membawa segelas air putih. "Jongin-ah, apa yang kau bawa itu?" tanya Min Hwa menunjuk kantong plastik di tangan Kai.
"Samgyetang. Apa noona ingin memakannya?" tanya Kai langsung bersemangat.
"Hajima noona! Hajima! Kai sudah menaruh racun, jangan memakannya!" Sergah Sehun. Ia masih kesal pada Kai yang tadi mengagetkannya.
"Racun apanya? Bilang saja kalau kau tidak ingin berbagi denganku." Min Hwa menghampiri Kai dan mengambil plastik yang ia pegang. " Thankyou! Aku akan menyiapkannya dan kita sarapan sama-sama, eoh?" Ia kembali ke dapur untuk menyiapkan Samgyetang itu.
Jantung Kai berdegup semakin kencang ketika Min Hwa berada di dekatnya.
Samgyetang itu sudah tersaji diatas piring. Sehun, Kai dan Min Hwa sarapan bersama di meja makan.
"Hari ini kalian sekolah 'kan? Aku akan mampir ke sekolah untuk melihat-lihat. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali aku kesana." Min Hwa sudah rindu dengan sekolahnya, termasuk guru-gurunya disana yang hampir semuanya baik hati.
"Sekolah?" Sehun menghentikan aktivitas makannya. Ia melirik Kai yang sedang asyik mengunyah makanan. Ia tidak sadar kalau Kai sedari tadi sudah memakai seragam sekolah lengkap.
![Cotton Candy [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/61132152-64-k841630.jpg)