30 : Catatan Harian

1.2K 112 0
                                        



            Harumi menghampiri Sehun yang tengah bermain video game di ruang tamu. Sehun tampak sangat serius ketika bermain, hingga ia tidak sadar kalau Harumi sudah duduk disampingnya saat ini. Harumi tidak ingin mengganggu. Jadi ia hanya duduk diam saja memperhatikan Sehun yang dengan serius bermain.

Namja itu menggeram frustasi ketika di layar TV-nya tertulis 'GAME OVER'.

"Kau sedang apa disini?" tanya Sehun ketika menyadari kehadiran Harumi.

"Eoh? Tidak ada, aku hanya bosan," jawab Harumi. Sebenarnya ia jadi gugup jika berbicara empa mata dengan Sehun. Sehun seakan mengeluarkan aura-aura menakutkan.

"Lalu? Memangnya kau harus duduk disini dan menontonku bermain?" tanya Sehun lagi. Matanya menatap mata Harumi tajam.

Harumi mencoba menenangkan dirinya, mencoba untuk mengatakan sesuatu yang selama ini ia pendam. Tapi saat ini ia agak takut melihat Sehun.

"Sehun-ah, apa kau membenciku?" Harumi memberanikan diri bertanya.

"Sehun-ah?" ulang Sehun. "Kurasa kita tidak sedekat itu hingga kau menggunakan banmal denganku," tambahnya.

"Jhosonghamnida, Sehun-ssi." Harumi meminta maaf.

Suasana menjadi hening kembali.

"Bisa aku bertanya lagi? Apa kau membenciku?" tanya Harumi hati-hati.

"Untuk apa aku membencimu? Memangnya apa yang kau lakukan padaku?" Sehun mengernyitkan dahi.

"Hanya saja... kau sangat terlihat tidak nyaman berbicara denganku. Kau juga agak cuek. Maafkan aku, aku seperti ini agar bisa memperbaiki diriku dan bisa membuatmu nyaman berteman denganku. Karena aku disini hanya menumpang, aku sangat takut jika kau membenciku." Harumi menjelaskan.

"Kata Min Hwa, kau adalah orang yang ramah dan mudah bergaul. Itu membuatku bingung mengapa kau begitu cuek padaku," tambahnya.

"Memangnya aku cuek padamu? Kalau aku secuek yang kau pikirkan, maka aku tidak akan berbicara denganmu sekarang," ucap Sehun ketus. Sedari tadi ia belum melanjutkan permainannya. Merasa bahwa ia harus menjawab pertanyaan-pertanyaaan Harumi.

"Bukankah beberapa hari yang lalu kita sudah menjadi teman? Kau bahkan membelikanku sepatu." Harumi mengingat beberapa hari yang lalu saat ia, Sehun dan Irene pergi ke mall untuk membelikannya sepatu baru.

Sehun kemudian teringat. Benar juga. Kenapa ia seperti ini? Bukankah ia sudah bertekad untuk melupakan segala hal tentang Shin Mi, mencoba merelakannya dan berteman dengan Harumi? Pada dasarnya, Harumi tidak salah apapun. Hanya saja, mengingatkannya akan Shin Mi. Semua itu terdengar mudah. Tapi sungguh sulit dilakukan.

Sehun beranjak dari tempat duduknya. "Aku akan ke kamar." Ucap Sehun. Tanpa mematikan TV yang ia pakai main game, ia melangkah pergi meninggalkan Harumi.

****

         Gedung itu tampak begitu besar, dengan lantai yang bertingkat-tingkat. Gedung ini telah menjadi impian begitu banyak orang bahkan untuk hanya sekedar masuk di dalamnya. Gedung inilah tempat mimpi-mimpi anak muda tercapai. Gedung ini penuh dengan anak muda berbakat, tempat lahirnya orang-orang berbakat dan memiliki banyak potensi.

Disinilah Oh Sehun berada. Dengan bakat di bidang menari, penampilan yang menarik dan potensi yang besar, ia lulus audisi dan menjadi trainee di agensi terbesar di Korea ini 2 tahun yang lalu. Ia tinggal menunggu debutnya yang mungkin tinggal sebentar lagi. Tidak ada yang tahu.

Cotton Candy [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang