Vio menatap ke 3 kakaknya yang cemberut. Dalam hati vio ketawa gaje. Mereka masih penasaran soal uang buat tukar tambah mobil kak etna bulan lalu. Pasalnya ngga ada tagihan di kartu kredit vio.
Mereka masih percaya kalo vio jual diri. Ya Tuhan vio bener bener ngga habis fikir. Kenapa dengan mudahnya mereka percaya omongan vio. Ya walaupun akhirnya ia juga berbohong menjadikan miftha sebagai kambing hitam. Setidaknya miftha setuju.
Dan sekarang disini lah dia menunggu si manusia ngaret miftha. Dikafe langganan mereka, dan tentu saja jadi pusat perhatian. Siapapun pasti memperhatikan ke 4 kakaknya ini. Apalagi dengan binta yang dengan santai bersender di bahunya.
"Bin udah pegel nie bahu, ngga modal banget nyender ke badan orang" omel vio. Tapi binta tak bergeming, ia punya alasan tersendiri mengapa ia jadi manja pada vio. Laki laki diujung sana memperhatikan vio terus.
Bahkan sejak dari rumah ia merasa ada yang mengikutinya. Tapi ia menyangkalnya, saat tadi mereka duduk laki laki itu pun tak ada. Insting melindunginya kembali muncul saat laki laki itu datang. Soal omongan vio jual diri binta yakin itu bohong. Ngga mungkin vio sebodoh itu. Tapi pasti ada sesuatu dibalik ini semua dan binta penasaran.
Saat pintu kafe terbuka, kembali semua orang menoleh bahkan ada yang memekik kaget. Miftha dengan santainya masuk sambil tebar pesona. Melihat itu vio hanya bisa geleng geleng kepala.
Orang satu ini sama kayak etna dan natan, sama sama narsis. Miftha dengan santainya duduk di sebelah vio dan mengecup pipi vio sayang. Davi etna dan natan masih shock melihat makhluk ini di depan mereka. Bukannya udah ketelen bumi.
"Maen nyosor aja mif, sono ngga usah deket vio. Vio itu punya aku" sungut binta kayak bocah.
"Masih kayak bocah aja kamu bin, inget itu jas dokter. Vio itu punya suaminya nanti. Kalo kamu lengket kayak gini gimana vio mau dapat pacar" ejek miftha.
"Ngga vio cuma punya aku. Udah kamu ngapain kesini, tamu tak diundang" balas binta.
Melihat kelakuan mereka berdua vio hanya geleng geleng kepala. Inilah Tom and Jery versi nyata, bahkan ke 3 kakaknya malas melerai. Tapi kalo dibiarin bikin malu, mereka kalo udah debat urat malunya pada putus.
"Miftha kita disini buat bahas yang lain bukan debat ngga jelas gini, kamu juga binta" tegur vio tegas. Mendengar itu keduanya tersenyum masam.
"Noh tukang reparasi gigi mu itu vii bikin darah tinggi" rajuk miftha manja.
"Alah tukang bangunan aja bangga" sindir binta pedas. Miftha langsung melotot, binta tak segan membalasnya.
"Kak davi pulang yuk, vio capek punya peliharaan 2 ngga ada yang bener" ketus vio. Mendengar itu ke 3 kakaknya ketawa.
"Udah udah, kalian berdua kalo saling cinta lho." Canda etna.
"Nauzubila jangan sampai, amit amit" omel binta rempong.
"Aku juga milih milih kali ngga ma orang rempong gini" sungut miftha.
"Jadi vio intinya apa kamu kumpulin kita berlima disini" tanya natan dan diangguki oleh ke 4 orang yang lain.
"Bukannya kalian yang minta konfirmasi soal vio jadi jual diri apa ngga?" Jawab vio enteng. Mendengar itu miftha langsung menggebrak meja. "Vii kan aku udah bantuin kamu kenapa masih jual diri. Masih kurang yang kemarin" tanya miftha.
"Bentar bentar denger dulu, ini vio ngga beneran jual diri. Emang vio sebodoh itu. Vio itu pinjem uang miftha kak kemaren. Dan soal jual diri ya cuma bercanda" jelas vio cepat sambil cengar cengir.
"Jadi vio pinjem uang kamu miftha, berapa?" Kali ini davi yang angkat bicara.
"Itu rahasia vio kak ma miftha, pokoknya kan semua udah beres, vio ngga jual diri lagian siapa yang mau sama vio" kata vio.
"Aku mau" jawab binta dan miftha bersamaan. Saat mereka sadar, mereka langsung melotot satu dengan yang lain.
Sementara yang lain hanya bisa tertawa.
....
Sore ini semua terasa lengkap untuk Vio. Mamah, papah, kak Davi ma kak Gina. Kak Etna kak Natan. Binta dan Miftha. Orang yang Vii sayangi ada disini semua. Semua sedang berkumpul di salah satu resto keluarga yang ada dipusat kota Malang.
"Jadi kapan nih acara lamarannya, aku udah ngga sabar pengen punya kakak perempuan" cetus Vio tiba tiba.
"Wali kamu ada di Jogja atau di Malang Gina?" Tanya papah, yang ditanya langsung salah tingkah.
"Ehmm gini Om saya sudah yatim piatu, saya hanya punya Riski dan Miftha selaku sepupu dan sahabat saya" jawab Gina sopan.
Vio agak terkejut dengan fakta itu, tapi tak lama kemudian sorot matanya berubah menjadi kagum.
"Waaooo calon kakak ipar Vio hebat, udah mandiri cantik punya usaha sukses lagi. Vii jadi iri" puji Vio sambil menyindir keluarganya. Gina yang sudah tau jika Vio terkekang oleh permintaan keluarganya tentang kemandirian menjadi iba.
"Vio bisa kok bantu bantu kakak di WO kalo ada job" sahut Gina.
"Horee, Vio cinta dech ma kak Gina ngga kayak mereka" dengus Vio sambil melirik ke empat kakaknya.
Binta mengelus rambut Vio sayang, "Itu karena kamu selalu menjadi little princes kami. Kami ngga keberatan kok kalo kamu ngga kerja Vii" cetus Binta.
"Binta ngga selamanya Vio bergantung pada kalian. Kalian punya kehidupan sendiri. Sebentar lagi kalian akan menikah dengan jodoh dari Tuhan. Vio ngga mau jadi beban, dan papah mamah akan sibuk sama cucunya. Disaat itu Vio harus punya topangan untuk diri Vio sendiri. Tak selamanya burung itu aman didalam sarangnya. Suatu saat dia akan terbang dan mungkin tak kembali" jelas Vio.
Sang papah yang merasa atmosfer disekitarnya berubah langsung menengahi.
"Dan papah yakin Vio disaat itu kamu sudah siap untuk terbang. Tapi nanti setelah sayapmu benar benar kuat. Sekarang belajar bisnis pelan pelan aja, kami selalu ada buat little princes kami."
Vio langsung merengut, pasti gini ujung ujungnya. Ia kalah debat, bahkan mamahnya sudah senyum senyum sendiri.
"Kamu kerja sama aku aja mau Aii itung itung cari pengalaman?" Tawar Miftha sambil mengusap rambut vio lembut.
Vio menggeleng lagi, ia hanya ingin diberi ijin jalanin usaha perkebunan bunganya tanpa sembunyi sembunyi. Apalagi pengalihan akta tanahnya akan dilaksanakan 3 bulan lagi.
Suasana makin tak enak dengan diamnya Vio. Apalagi Vio buru buru menghabiskan makananya. "Vio selesai" tanpa menunggu yang lain. Ia pun keluar dari resto dengan dongkol.
KAMU SEDANG MEMBACA
me and my brothers
RomanceBanyak typo banyak kesalahan tp ini asli buah dr otak saya walaupun harus diperes dulu. Untuk reader setia Terimakasih untuk vote nya dan kesetiaannya untuk mengikuti cerita ini. Untuk yang baru mau baca silahkan tanpa vote tak masalah asal ngga di...
