Binta bersikeras jika ia akan satu kamar dengan Vio. Ia beralasan jika kamar yang ia pesan sudah atas nama masing masing orang. Rama dan Fina, Etna dan Natan, dia dan Vio. Sang mamah masih menentang keputusan itu. Tapi Binta tak ambil pusing, ia sudah mencari tempat yang menurutnya bagus. Dengan pantai private dan kamar yang super keren.
Walaupun ia harus berkorban banyak entah dari biaya atau dari ngeyakinin yang punya resto dan hotel. Yang merupakan pasien tetapnya. Perjalanan mereka cukup panjang, sampai di Lombok jam 11 siang dan mereka harus melanjutkan perjalanan yang masih lumayan panjang.
"Tidurlah Vii, masih sangat lama. Kalau sudah sampai akan ku bangunkan". Kata Binta sambil mengusap kepala Vio lembut.
Binta yang hafal dengan kelemahan Vio soal di membujuk Vii untuk tidur adalah hal yang mudah.
Satu setengah jam waktu yang mereka perlukan untuk sampai di hotel. Etna udah ngomel nggak jelas karena tempatnya yang jauh, dan jalan yang berbelok belok. Tapi saat sampai di tujuan ia langsung melongo.
Ingin rasanya Binta tertawa tapi ia tak mau membangunkan Vio yang berada diperlukannya. Papah mamahnya juga sama saja, tak bisa berkutik saat mereka melihat pemandangan yang ada.
Kalo Natan emang orangnya udah kepo dari awal otomatis ia udah browsing lewat om Google.
Binta menuju kamar yang ia pesan, ia sengaja memilih kamar yang tidak bersebelahan dengan keluarganya. Ia ingin menikmati beberapa hari dengan Vio seutuhnya tanpa terlalu diganggu oleh keluarganya.
______
Vio terbangun saat matahari mulai condong ke Barat. Ia melihat sekelilingnya dengan aneh. Ia berdecak kagum dan juga heran mengapa ia sendirian. Kakinya menutun kearah dimana laut berada. Ia menyukainya aroma laut, angin dan juga pemandangan dihadapanya membuat nya tenang.
Saat ia menoleh ke samping ia tersenyum melihat Binta yang tertidur di kursi santai, dengan buku menutupi wajahnya. Perlahan ia mendekati dan mengambil buku tersebut. Terlihat wajah kelelahan Binta. Vio bersyukur karena memiliki Binta disisinya. Lelaki dengan sejuta keunikan dan cinta yang ia berikan pada Vio.
Vio mendekatkan wajahnya dan mengecup ringan bibir Binta. Namun saat akan menjauh sebuah tangan menahan tengkuknya. Matanya melotot saat Binta membalas ciumannya. Mata itu perlahan terbuka dan menatap Vio dengan sayu. Seakan terhipnotis Vio mulai relaks dan membalas ciuman tersebut.
Binta tak berhenti melumat bibir Vio, walaupun ia harus menekan nafsunya. Setelah ia puas ia menempelkan dahi mereka. Mengamati wajah Vii yang merah padam dan bibirnya yang bengkak. Gerakan Vio yang menjilat bibir luarnya karena basah. Membuat Binta frustrasi dan menarik Vio untuk menciumnya lagi.
Binta harus berhenti sebelum terlambat, ia melepaskan dan membawa Vio untuk bersandar di dadanya. Vii tersenyum senang, saat ia mendengar detak jantung Binta yang juga berdegup kencang. Sama seperti miliknya yang hampir melompat keluar dari tempatnya.
Cukup lama mereka terdiam Binta sendiri tak tahu harus bagaimana. Namun tangannya tak pernah berhenti mengusap kepala Vio. Debur ombak menemani diamnya mereka. "Terimakasih sudah hadir dalam hidupku, terimakasih sudah berusaha melindungiku,dan terimakasih sudah mencintaiku apa adanya". Ucap Vio lirih. Binta tersenyum dan terus mengusap kepala Vio pelan.
"Maukah kau membalas semuanya itu Vii, bolehkah aku mendapatkan imbalan dari usahaku selama ini?". Tanya Binta iseng. "Boleh jika aku bisa melakukannya". Jawab Vio yakin sambil mengusap dada Binta. Tanpa mereka sadari posisi mereka sudah satu kursi berdua.
"Nanti aku akan memberitahumu nanti"sahut Binta sambil mengecup puncak kepala Vio.
_______
Davi meninju orang itu dengan kekuatan penuh hingga ia terhuyung. Tak ada balasan hanya pandangan bingung dari tatapan matanya. "Jangan pernah dekati Vio lagi, kali ini aku akan memaafkan mu. Namun lain kali tangan ini yang akan membunuhmu jika kau berani mendekati Vio!". Kata Davi dingin.
KAMU SEDANG MEMBACA
me and my brothers
RomansaBanyak typo banyak kesalahan tp ini asli buah dr otak saya walaupun harus diperes dulu. Untuk reader setia Terimakasih untuk vote nya dan kesetiaannya untuk mengikuti cerita ini. Untuk yang baru mau baca silahkan tanpa vote tak masalah asal ngga di...
