New problem

3.4K 199 52
                                        

Vio berlarian menelusuri lorong rumah sakit sambil membawa kedua buah hatinya. Dengan Alice di gendong depan dan sang kakak Alvin di gendongan belakang. Saat melihat ruang dokter Chiko ia langsung semangat 45.

"Dokter... Tolong Alvin panasnya nggak mau turun dari tadi malam. Saya takut kalau terjadi apa apa". Jelas Vio sambil mencoba menurunkan Alice terlebih dahulu. Umur si kembar memasuki umur 3 tahun dan dengan cuaca se ekstrim ini mereka rentan penyakit. Chiko langsung membantu Vio menurunkan Alvin dari gendongan Vio.

Sedangkan Alice menatap kembaran dengan berkaca kaca. Ia ingin menangis melihat sang kakak yang hanya diam. "Bang... Bang.. ". Renggek Alice sambil mendekati ranjang Alvin. Vio langsung menggendongnya dan menenangkan Alice yang mulai rewel.

Chiko menatap Vio serius dan memanggil suster jaga, ia memindahkan Alvin ke ICU. Vio langsung panik saat Chiko membawa Alvin ke arah ICU. "Telepon Binta Vii, nanti aku jelaskan. Sekarang Alvin harus mendapatkan perawatan insentif". Kata Chiko sambil mendorong ranjang Alvin ke dalam ruang ICU.

Rasa khawatir Vio menular ke Alice, si imut mulai menangis histeris melihat kakaknya hilang dari pandangan. Vio menimang Alice sambil mencari hp nya. Setelah ia mendapatkannya ia menghubungi Binta. Ditekannya rasa ego yang menguasainya dari seminggu kemarin.

Hubungan Vio dan Binta memang tidak akur. Rasa lelah Vio dan Binta sama sama membuat keduanya emosi. Dan berujung pertengkaran yang membuat Vio memutuskan untuk mengungsi kerumah mamah.

Sementara Binta tetap di rumah yang mereka tempati selama 2 tahun terakhir. Namun nada itu malah menandakan jika ponsel Binta mati. Ingin rasanya Vio memaki Binta namun ia ingat jika ada Alice di gendongannya.

Chiko keluar dengan raut seriusnya menatap Vio penuh perhitungan. "Bagaimana Vio, Binta bisa datang?". Tanya Chiko sambil mengajak Vio ke ruangannya. "Hp nya mati, ada apa? Apa Alvin.....". Vio tak bisa meneruskan kata katanya.

"Alvin terkena DB, untung kamu langsung tanggap dan membawanya ke sini. Jadi belum terlalu parah dan semoga bisa langsung ditangani". Penjelasan itu membuat Vio lemas dan spontan menangis.

Melihat momanya menangis Alice spontan mengelap air mata yang turun. "Don't cry moma.. Alice nggak akan nakal lagi". Mendengar itu Vio semakin menangis dan membawa Alice kedalam pelukannya. Hatinya ketakutan saat ini, dia butuh bersandar. Tapi pada siapa? Mamah papah sedang honey moon. Kakak kakaknya sudah pindah dari kota Malang, Miftha belum kembali dari singapura. Binta tak bisa dihubungi, ia takut sekarang.

Rumah sakit tempat Binta praktek kenapa ia lupa. Dengan cepat ia mencari dan menghubunginya. Namun saat telah tersambung Vio kehilangan suaranya. Dan yang lebih parah adalah saat ia mendengar suara Binta dari seberang. "Dari siapa yang?" Satu kalimat itu membuat Vio langsung mematikan panggilannya.

Semua hal buruk memenuhi pikirannya, Vio mendekap Alice erat. "Vii kamu kenapa, Alice bisa kesakitan jika kamu dekap begitu erat". Tanya Chiko panik, ia mengambil Alice dari dekapan Vio. Vio menangis histeris, kenapa cobaan itu datang secara bertubi-tubi.

"Tenanglah Vii semua akan baik baik saja. Alvin akan sembuh, kuatlah kalau kau tak kuat bagaimana anak anakmu?". Hibur Chiko. Dan sepertinya berhasil, Vio langsung menghapus airmatanya. Ia tak boleh lemah untuk saat ini, kedua malaikat imutnya menunggu.

"Jangan katakan apapun pada siapapun tentang keberadaan ku dan kondisi Alvin". Pinta Vio dengan berkaca kaca. Tapi Chiko ragu dengan permintaan Vio. Mengingat ganas ganasnya kakak dan suami Vio. "Aku mohon kali ini saja, resikonya aku yang tanggung Ko". Vio mengambil alih Alice yang sepertinya sudah mengantuk. Dan Chiko hanya bisa pasrah tak bisa menolaknya.

______

Seminggu sudah Alvin dirawat dirumah sakit. Seminggu pula Vio menunggu jagoannya. Selama itu pula ponsel Vio mati, ia tak pernah keluar dari kamar rawat. Untung saja Alice tak pernah rewel, ia bahkan menemani Alvin berceloteh tak jelas.

me and my brothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang