ekstra part 1

4.3K 196 10
                                        

Aku membencimu, namun aku juga mencintaimu. Kamu menjengkelkan namun juga membuatku kangen. Dengan sikap cuekmu dan sikap perhatianmu. Aku cemburu pada Jeje, anak itu bisa merebut perhatianmu dengan mudah. Sedangkan aku harus bersusah payah membuat kau menoleh padaku. Kau si cupu yang menjengkelkan. Namun sesaat aku sadar mungkin kau memang bukan untukku.

.........

Alice melotot pada saudara kembarnya yang sedang mengejeknya. Bagaimana tidak sebal, makan malam hari ini ternyata dimanfaatkan oleh Alvin untuk mengenalkan Rika. Cewek manis dengan sifat lembutnya. Alice heran kenapa Rika mau pada Alvin yang galak dan jayusnya minta ampun.

Sedangkan dia masih jomblo, bukannya tak laku. Tapi di umurnya yang baru 22 tahun. Ia menganggap pernikahan itu hal tabu. Bukannya trauma atau pemilih, hatinya sudah terpaut pada satu nama. Dan yang membuatnya sangat susah move on.

Alice selalu kagum dengan kisah cinta kedua orang tuanya. Walaupun mereka tak menceritakannya. Tapi dongeng dari ke 3 eyangnya dan paman pamannya cukup membuat yakin. Bahwa yang pertama dan yang bertahan itulah yang terbaik.

"Kok kak Rika mau sich sama kak Alvin. Kak Alvin itu jorok lho kak, jarang mau mandi. Kalo bangun pasti siang". Celoteh Jeje sambil mengambil ayam goreng kesukaannya. "Dasar boncel, bukannya promosi yang baik baik ini malah jahutin kakaknya sendiri". Sunggut Alvin sambil melemparkan buah anggur pada Jeje. Dengan cekatan Jeje menangkapnya, tak lupa ia menjulurkan lidahnya.

"Hei mana sopan santun kalian? Ini dimeja makan". Tegur Vio sambil mengambil piring dan di isi dengan lauk kesukaan Binta.
"Pantes Alvin ganteng ternyata papannya Alvin nggak kalah gantengnya". Cetus Rika tanpa sadar, dan semua orang menoleh kearahnya.

"Maaf tante, om, Rika nggak bermaksud apapun. Rika cuma mengatakan apa yang Rika rasakan". Kata Rika penuh penyesalan. Semua menatap Vio dengan agak ragu. Bukan rahasia umum jika Vio menjadi agresif setelah umur 40 keatas. Vii masih cantik, masih langsing karena ia sering yoga.

Namun para gadis sekarang lebih suka om om berduit daripada pemuda berwajah boyband. Mungkin karena itu sekarang kaum gay merajalela.

"Tante nggak marah kok, tante tahu gadis seusiamu lebih suka seumuran daripada kakek kakek. Tapi tante nggak yakin jika kakek kake akan menolak gadis seumuran kamu, dan memilih nenek nenek ini". Jelas Vio sambil melirik Binta sinis.

"Aii kan udah aku jelasin kemaren itu cuma pasien aku. Aku nggak mungkin cari yang lain". Jelas Binta gemas karena masalah minggu lalu masih dibahas. "Nggak ada yang tahu, nggak menutup kemungkinan juga kalau memang ada". Kata Vio ambigu.

"Aii jangan mulai, apa harus kita buat adik untuk double Al dan Jeje? Agar kamu percaya kalo aku cuma buat kamu". Tantang Binta dan langsung di sambut dengan sorakan penolakan dari semua kubu. Sementara Rika langsung tersedak parah karena menahan tawa.

"Nggak mau, kalo kamu yang hamil ma ngelahirin aku mau". Tolak Vio mentah mentah sambil meninggalkan meja makan. "Susul noh yah, nggak dapet jatah bingung lagi. Aku nggak mau berbagi kasur malam ini". Kata Alvin penuh nada mengejek. "Awas kamu nanti, uang jajan kamu ayah potong bang". Ancam Binta sambil menyusul Vio kekamar.

me and my brothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang