CHUCHA Pov.
Malam yang dingin nan gelap di luar rumahku saat ini. Karena keadaan ini pula yang menghalangiku untuk kencan dengan kak Jacky. Yah… biasa lah malam mingguan… malam dimana hanya para punya pacar berbahagia.
Aku sudah menghubungi kak Jacky tadi saat aku mengetahui kalau langit gelap ini akan turun hujan. Seperti yang aku tau jika kak Jacky orang nya kepala batu dan sulit mendengarkan kata-kataku.
Sekarang aku sudah sampai di depan mrumahmu. Turunlah Cha.
Aku kaget karena begitu cepatnya kak Jacky sampai di depan rumahku. Semoga dia tidak berbuat yang macam-macam sekarang.
Kataku dalam hati, sambil berjalan keluar menemui kak Jacky.
“ hai..” kak Jacky melambaikan tangannya saat aku membuka pintu rumah.
“ kak Jacky. Kan sudah aku bilang tidak usah datang karena akan hujan.”
“ aku tidak mau. Kan kali ini aku datangnya pakai mobil.” Ujar kak Jacky menyobongkan diri.
“ wah, sombong… udah punya mobil…”
“ hahaha… bukan mobil aku. Tapi mobil papa aku pinjam buat kita nge-date.”
“ hahaha oh…. Kira mobilnya kak Jacky. Sekarang mobilnya mana?.”
“ aku parkir lumayan jauh dari rumah kamu, biar kamu penasaran aku kemari pake apa.”
“ ah, dasar. Well… masuk dulu yuk. Kebetulan papa sama mama ada di dalam.”
Kak Jacky masuk mengekor di belakangku dan bertemu dengan orang tuaku lagi.
“ Assalamualaikum om, tante…” sapa kak Jacky yang melihat orang tuaku sedang santai di ruang tengah.
“ waalaikumsalam. Eh, Jacky… mau ngajak Chucha malam mingguan yah?.” Tanya mama to the point.
“ hehe iya om, tante. Boleh ?.”
Papa dan mama terlihat saling pandang, seperti sedang bertelepati.
“ silahkan saja. Asal jangan terlambat yah.”
“ Alhamdulillah, thanks om, tante.”
“ kak, tunggu di sini aja dulu. Biar aku ganti pakaian dulu. “
Selama kak Jacky bersama mama dan papa sedang berbincang-bincang yang tidak jelas, namun yang menjadi bahan pembicaraan pastilah aku. Anak papa dan mama.
Sepuluh menit kemudian, aku turun dengan pakaian yang casual saja. Jeans longgar, kaos lengan panjang dan flat shoes berwarna hitam.
“ dah kelar nih. Yuk kak.”
Kak Jacky, papa dan mama berbalik keasal suara yang mereka dengar.
“ hatti-hati di jalan yah nak… dan ingat Jacky, bawa pulang anak om dengan selamat.”
“ tenang aja om, tante… aku pergi dulu yah. Assalamualaikum..” aku dan kak Jacky berjalan keluar dan memulai kencan kami yang kesekian kalinya.
Dengan mobil pinjaman dari papanya kak Jacky, aku dan kak Jacky berjalan ke daerah pantai losari yang terkenal dengan tempat pacaran di daerah Makassar.
“ udaranya dingin Cha.”
“ menurut mu?.”
“ kenapa berubah jadi jutek sih?.”
“ enggak. Cuman, masa iya sih pacaran di dalam mobil?.”
“ emang kamu mau keluar terus kita main ujan-ujanan gitu like a little child?.”
KAMU SEDANG MEMBACA
LEMOT, IT'S ME
Teen Fictioncerita cewek yang serba lemot dalam segala hal, termasuk ngomong and makan... namun gimana dengan kisah cintanya? apa kah selemot dirinya atau tidak dan akankah dia berubah menjadi tidak lemot lagi?
