ARDI Pov.
Hari musim maba, alias mahasiswa baru mulai memenuhi setiap universitas-universitas kebanggaan mereka. Ada yang masuk di swasta, dan ada yang masuk di negeri.
Hari ini, hari pertama aku ingin melakukan blind date. Atas usulan sahabat wanitaku. Melany. Katanya dia, memiliki teman SMA yang membutuhkan seorang kekasih dan Mela menrekomendasikan acara blind date untuk dia dan aku. Nama teman SMA Mela kalau aku tidak salah ingat adalah Sartika Putri, seorang blasteran Arab-Indonesia. Dan keturunan Arabnya didapat dari ayahnya.
Siang hari lebih tepatnya, aku akan bertemu dengan Sartika Putri sekalian lunch bareng di restoran dekat rumah. Restoran cokelat Evermore. Kata Mela dia sangat menyukai segala jenis cokelat dan bercita-cita ingin mencicipi segala jenis cokelat di Swiss kelak.
Dengan kaos hitam bergambarkan kepala tengkorak, dengan kemeja kotak-kotak berwarna hitam abu-abu, jeans hitam dan sepatu tali kesayangannya berwarna putih dan bertali hitam. Jadi intinya hari ini warna yang aku gunakan hanya hitam dan putih.
“ well, I see good and time to go now…” aku beranjak dari hadapan cermin yang menampakkan diriku sepenuhya dan keluar kamar.
Ismi yang mendengar langkah kakiku berbalik badan yang sementara menonton tv di ruang tengah.
“ cie…cie… mau kemana my lovely Brother?.” Tanya Ismi yang sok romantis.
“ pa’an sih… anak kecil kayak kamu yang masih dibawah umur dilarang tau urusan orang dewasa.” Jawabku.
“ ah, Ardi pelit nih…”
“ lah, emangkan.” Kataku ikut duduk disamping Ismi.
“ bilang lah padaku adik tercinta dan tercatikmu ini kakak Ardiku..”
“ ah… kamu mah, kalau ada maunya aja di lembut lembutin di baik-baikin. Well..” aku menghela nafas.
“ aku akan blind date with Mela’s friend. Her name is Sartika Putri.”
“ whaw… that’s great brother…” ujar Ismi senang.
“ thanks. And now, bisakah kau tinggal dirumah dengan bibi sampai aku datang?.”
“ or course brother.” Kata Ismi seraya merapihkan kemejaku. “ your look so handsome brother.”
“ thanks, sweety. Bye… Assalamualaikum.”
“ waalaikum salam.”
Kukenakan helmku menuju Restoran cokelat Evermore yang dikatakan Mela. Dan aku berharap aku tidak terlambat sampai disana, dan membuat Putri menungguku.
Setengah jam selama perjalanan kesana dengan menempuh jalan-jalan tikus, akhirnya aku sampai di kafe cokelat Evermore.
“ Ardi Alwi…?.” Suara seorang wanita yang memanggilku dari sudut meja yang hanya untuk dua orang pengunjung. Aku berbalik dan melihat seorang wanita dengan hijab berwarna pink dan gamis yang berwarna senada serta hiasan sulaman yang sesuai untuk remaja secara horizontal.
Whaw.. she’s so beautiful not only from her face… kata ku memuja gadis itu dalam hati sambil melangkahkan kakiku kearah meja tempat ia duduk.
“ Assalamualaikum, ana Sartika Putri.” Kata wanita itu memperkenalkan diri.
Aku masih membeku didepannya sambil terus memandang kecantikan alaminya.
“ ah?!. Eee…. Aku… aku…aku Ardi Alwi.” Kataku kikuk. Entah mengapa aku merasa kikuk dihadapan wanita berhijab didepanku ini.
“ silahkan duduk, kebetulan aku memesan makanan.” Ujarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LEMOT, IT'S ME
Teen Fictioncerita cewek yang serba lemot dalam segala hal, termasuk ngomong and makan... namun gimana dengan kisah cintanya? apa kah selemot dirinya atau tidak dan akankah dia berubah menjadi tidak lemot lagi?
