ISIMI Pov.
Tugas kuliah semakin bertambah dan semakin membuatku pusing. Ditambah lagi latihan teater dengan Pawon yang dilaksanakan setiap jumat dan diwajibkan para anggota Pawon untuk ikut. Bagaimana tidak, jika sebentar lagi akan diadakan pentas teater di daerah Sentul, Bogor.
“ aaaaaaaaaaaaa…. Ya Allah… bisa-bisa kepala ku ini meledak. Kalau begini terus.” Keluhku saat jambreak kuliah yang hanya lima belas menit.
“ kamu kenapa Mi?.” Maria mengghampiriku dengan tatapan ingin tau.
“ stress aku. Gara-gara banyak tugas plus ditambah lagi harus kumpul dengan Pawon tiap seminggu sekali. “ suaraku terdengar lirih dan rasanya ingin menangis. ( alay g sih? Moga kaga ye..)
“ ya elah… Neng… Neng… ya itu derita loe kali. Lagi pula emang resiko seorang mahasiswa atau mahasiswi kali.”
“ hm…” aku hanya mengangguk dan tanpa seizin Maria, aku bersandar di padanya.
“ eh, tapi.. ada bahagianya juga sih… “
“ apa?.”
“ bentar lagi my lovely brother bakalan marry with kak Putri.”
“ kapan?.”
“ entahlah, Ardi cuman bilang sebentar lagi. Dan katanya aku harus datang tiga hari minimal sebelum acara pernikahan dia.”
“ wah… asik dong, berarti kamu bakalan punya keponakan yang unyu-unyu dong.”
“ ah, lebay loe. Aku justru udah bilang sama Ardi mending tunda kehamilan dulu deh, karena dengerin cerita dari pak Fajri yang kemarin tentang istrinya.”
“ oh, karena itu. Iya juga sih jika difikir-fikir pake logika.” Maria menganggukkan kepalanya.
“ loe kate Agnes Monika. Pake logika.”
“ haha… udah ah, tuh dosen udah mau masuk.” Maria berjalan meninggalkanku dan duduk di kursinya yang ada jauh di belakangku, karena aku duduk di kursi paling depan.
“ bismillah…” ku hembuskan nafas beratku, dan berharap bebanku sedikit berkurang sebelum menerima makanan dari dosen Sosiologi.
*******
Siang sesudah Dhuhur, jam kuliahku selesai untuk hari ini. Entah mengapa aku kefikiran lagi dengan orang yang pernah menyakitiku saat SMA dulu, kak Taqwa.
“ lagi mikirin siape Neng?.”
“ Astagfirullah…” aku terkaget karena Maria mengagetkan aku.
“ mau tau aja apa mau tau banget?.”
“ yang mana aja boleh.”
“ ya sudah..” aku hendak pergi meninggalkan Maria, namun dia menahan tanganku untuk pergi.
“ tell me.”
“ someone.”
“ your ex?.”
“ yeah.”
“ duduk sini. I wanna tell you something about a man.”
Karena aku penasaran, aku mengambil duduk disamping kiri Maria dan siap mendengarkan nya.
“ nih ya, aku kasih tau beberapa fakta cowok ke kamu.”
“ hm…” aku merapatkan duduk ku. “ emang ada berapa?.”
“ hm… paling lima puluh lah..”
“ what?!. Banyak amat Mar?.”
“ yeh…. Itu baru sedikit. Fakta cewek lebih banyak lagi.”
KAMU SEDANG MEMBACA
LEMOT, IT'S ME
Teen Fictioncerita cewek yang serba lemot dalam segala hal, termasuk ngomong and makan... namun gimana dengan kisah cintanya? apa kah selemot dirinya atau tidak dan akankah dia berubah menjadi tidak lemot lagi?
