Keadaan mulai canggung. Aku daritadi hanya diam saja sambil terus mengikuti Jeonghan melewati koridor-koridor kelas. Merasa mulai bosan akupun bertanya pada Jeonghan, "Hei, apakah masih lama?" aku bertanya pada Jeonghan. Dia hanya diam sambil terus berjalan. Karena mulai kesal akupun sedikit membentak padanya, "Yakk! Aku bertanya padamu.. A.pa.kah. ma.sih. la.ma!?"
Ia berhenti dan menghadap ke belakang. "Bisakah kau diam!? Kita sudah hampir sampai.." jawab Jeonghan dengan muka kesal.Akhirnya akupun diam.
"Hhmm... -- --" dia memang sensitif.." gumamku pelan.Kita sudah sampai ke kelas yang akan menjadi kelasku untuk satu tahun ini. Murid-murid terlihat serius dalam mendengarkan guru itu. Beberapa ada yang mulai bosan. Saat guru itu melihat Jeonghan, ia bertanya, "mengapa kau telat!? Tidakkah kau lihat kau terlambat 5 menit!?"
Jeonghan hanya menjawab, "Maaf.. Aku hanya mengantarkan anak pindahan baru di belakangku ini ke sini karena dia tak tahu jalan kemari.." jawab Jeonghan dengan ekspresi datar.
"Baiklah. Kau kali ini kumaafkan.. Cepat kembali ke tempat dudukmu sekarang." kata guru itu. Jeonghan hanya diam lalu berjalan ke tempat duduknya tanpa menoleh ke aku sedikit pun. Aku sangat kesal padanya sekarang.
Setelah itu, guru yang diketahui namanya guru Cho itupun berbicara lagi, "Masuklah dan perkenalkan dirimu" kata guru Cho.
"Ah, ne.. Annyeong-asseo, Lee Yeon Wa inmida.." kataku sembari tersenyum.
Kemudian guru Cho berkata, "Baiklah.. Mulai sekarang duduklah dengan Jeonghan di belakang sana."Apa!?! Apa aku tidak salah dengar!? Aku duduk dengan si cowok centil yang sensitif itu!?!? Umpatku dalam hati. "Ah, ne..." jawabku dengan berat hati.
Saat aku berjalan, aku melihat banyak namja yang memperhatikanku.
Aneh... Umpatku.Akhirnya aku sampai ke tempat dudukku dengan muka datar. Tiba-tiba Jeonghan melihatku sambil menahan tawa.
"Mengapa kau melihatku seperti itu?!" tanyaku heran.
"Tak apa.." jawab Jeonghan yang langsung merubah ekspresinya menjadi datar lagi.
Tentu saja aku yang melihat hal itu langsung menahan tawa. Bagaimana tidak, dia yang sebelumnya menahan tawa langsung berubah 180° menjadi muka datar.
Akhirnya akupun kembali konsentrasi ke pelajaran yang sedang di ajar oleh Guru Cho. Hari ini pelajaran pertama adalah Fisika. Pelajaran yang paling kubenci sejak dulu. Aku mulai frustasi karena aku tidak menemukan jawaban dari soal hitungan ini. Jeonghan yang melihatku bingung akhirnya bertanya, "Kau kenapa? Sepertinya terlihat frustasi sekali.." tanya Jeonghan dengan wajah datar.
"Ah, tak apa.. Hanya saja soal no.5 ini membuatku frustasi.." jawabku dengan mempautkan bibirku.
"Baiklah, mana yang kau bingungkan? Aku akan mengajarimu.." kata Jeonghan.Hah!? Mimpi apa aku semalam..? Kenapa ia tiba-tiba berubah baik padaku!? Tanyaku dalam hati heran.
"Eh, bagian ini yang membuatku bingung.." kataku sambil menunjuk kertas yang dibagikan guru Cho. Ia hanya mengangguk-angguk lalu mulai menjelaskan. Entah mengapa saat ia menjelaskan lebih mudah masuk ke otakku daripada penjelasan guru Cho.Akhirnya pelajaran pun selesai.
