Jeonghan langsung mengejar Vernon keluar tenda sambil teriak-teriak.
"Yakk!! Jangan lari kau!! Yakk!! Namja sialan!!" teriak Jeonghan. Aku terkekeh dan berjalan keluar tenda untuk membuang kotak susu. Mereka terus saja berlari hingga akhirnya berhenti dan langsung menempelkan pantat mereka ke tanah (duduk ^^).
"Sudahlah.. Aku menyerah.." kata Jeonghan ngos-ngosan.
"Hehe.. Nado.." balas Vernon nyengir."Anak-anak, ayo berkumpul!" teriak guru Shelly pada kami. Kami pun berkumpul.
"Nanti malam jam 8, kita akan mengadakan api unggun dan barbeque.. Jadi, saat makan malam jangan makan banyak-banyak, aresseo?" lanjutnya."Anak-anak tenda 1, kalian masuk ke hutan dan cari kayu bakar.." perintah guru Cho.
"Ne..." jawabku malas. Aku dan namja-namja itu pun masuk ke dalam hutan di susul dengan Kang Luna, Do Cherry, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo, Choi In Ha, dan Boo Seungkwan."Cherry, bantu aku.." kataku pada Cherry.
"Yuhhuuu~~ ^3^ Apa yang harus kubantu?" tanyanya dengan gaya yang lucu.
"Hahaha.. Ini bantu aku mengangkat kayu bakar ini, oke?" jawabku sambil memberikan setumpuk kayu bakar.
"Oke~~ ^_< " balasnya. Setelah selesai aku memanggil anak-anak yang lain.
"Sepertinya ini sudah cukup untuk api unggu dan barbeque.. Ayo kembali!" kataku dengan nada setengah teriak agar mereka bisa mendengarku. Kulihat Mingyu jalan ke arahku dan Cherry sambil menggaruk-garuk pantatnya.
"Yakk! Tak bisakah kau hilangkan kebiasaan menggaruk pantatmu yang bau itu!? Menjijikan sekali.." kataku sambik memukul pelan punggungnya.
"Tak bisa dan tak akan pernah berhenti! Ini terlalu nyaman untuk dihentikan.." jawabnya sambil tersenyum. Aku langsung menjitaknya.
"Aissh... Dasar menjijikkan! Untung kau namja yang tampan.. Kalau tidak, sudah aku buat kau malu di depan murid-murid lainnya, Kim Mingyu.." gerutuku pelan. Aku jalan dengan membawa seikat kayu bakar. Jeonghan menepuk pundakku dan berjalan di sebelahku.
"Ehemm... Apakah aku menjadi obat nyamuk disini?! -,-" tanya Cherry dengan wajah datar.
"Hehehe..." aku menatap Cherry sambil nyengir ala kuda. Cherry diam dan melanjutkan perjalanan bersama Kang Luna.Saat sudah sampai ke lahan perkemahan, Jeonghan langsung menyuruh kami semua meletakkan kayu bakar di tengah area perkemahan.
"Taruh disini saja agar nanti saat api unggun dan barbeque tidak ribet mengambil kayu bakarnya.." suruhnya.
"Kemana tiga yeoja sialan itu!? Bukankah guru Cho menyuruh semua anak tenda 1, kemana perginya mereka? Harus kuberi pelajaran!" lanjutnya.
"Eoh.. Aku juga baru sadar kalau 3 yeoja itu tak bersama kita.." jawabku.
"Vernon, kesini sebentar!" teriaknya pada Vernon.
"Wae?" tanya Vernon.
"Kau ingin aku dan Yeon Wa melakukan sesuatu untuk Kim Jennifer dan anak buahnya, kan!? Akan kuturuti permintaanmu itu sekarang juga.." kata Jeonghan
"Woah~~ jinjja?! Baiklah.." jawab Vernon dengan wajah kegirangan.
"Siapkan saja kamera untuk merekamnya.." balas Jeonghan dengan senyum iblis.
