Chapter 22

247 23 0
                                    

"Sudah?" tanyaku pada Jeonghan.
"Ne.." jawabnya.
"Sekarang, ayo masukkan barang-barangmu ke mobilku.." lanjutnya. Aku hanya mengangguk dan mengikutinya saja.

Ia langsung membuka bagasi mobil dan mulai memasukkan barang-barang bawaanku dan bawaannya. Setelah selesai, kami pun berjalan ke arah mobil Seungcheol. Seungcheol terlihat menata barang di bagasi mobilnya. Setelah selesai ia langsung menutup bagasi mobil. Begitu juga dengan Vernon.

Kami segera kembali ke barisan untuk absen.
"Sekarang kalian masuk ke dalam bus.. Untuk yang membawa mobil, silahkan masuk ke mobil dan menunggu aba-aba dariku.." jelas guru Cho.
"Ne.." jawabku dan murid-murid lain.

Aku dan 3 namja langsung menuju 3 mobil yang berjejer di parkiran.

Aku dan Jeonghan masuk ke mobil di pojok kiri yang berwarna biru tosca

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku dan Jeonghan masuk ke mobil di pojok kiri yang berwarna biru tosca. Sedangkan Seungcheol, aku tak tahu berapa mobil yang ia punya, yang jelas mobilnya berada di tengah berwarna orange. Vernon,, tentu saja yang berada di pojok kanan berwarna merah-pink itu. 3 namja itu langsung membuka kap mobil mereka dan mengenakan kacamata hitam mereka.
Aisshh... Mereka terlihat begitu seksi dengan penampilan seperti ini.. Batinku sambil sedikit melongo.

"Ini.. Pakailah.." kata Jeonghan sambil memberikan kacamata hitam padaku.
"Aku beli kacamata yang couple..." lanjutnya. Aku hanya tersenyum dan memakai kacamata itu. Sambil menunggu aba-aba guru Cho, aku dan Jeonghan berfoto ria menggunakan handphone-ku. Vernon langsung turun dari mobilnya dan berjalan ke arahku dan Jeonghan. Tanpa basa-basi ia langsung mengambil posisi di belakangku dan mulai berpose. Aku hanya terkekeh melihat tingkahnya itu. Kami bertiga pun berfoto ria kembali.
"Yakk, nanti kirimkan aku foto-foto itu, oke!?" suruh Vernon sambil berjalan kembali ke mobilnya.
"Hahaha... Beres." jawabku singkat sambil mengacungkan jempol.

"Ayo berangkat. Yang membawa mobil pastikan agar tidak tertinggal rombongan, oke!?" perintah guru Cho dari dalam bus dengan teriak.
Mobil kami sengaja berangkat paling akhir. Yup, karena 3 namja ini berencana untuk mengadakan balapan. Mereka hanya menekan pedal gas berkali-kali sambil menunggu rombongan berangkat agak jauh dari mobil kami. Mereka hanya menunggu sambil senyum-senyum tak jelas.

Setelah rombongan sudah berada lumayan jauh, mereka mulai bersiap-siap. Vernon menghitung mundur.
"3... 2... 1... Go!" setelah selesai menghitung, mereka langsung menginjak pedal gas pada kecepatan penuh. Ya, balapan sudah dimulai. Seungcheol yang paling unggul diantara mereka. Kami balapan sambil sesekali bercanda, dan lebih banyak tertawa tanpa alasan.

"Hahaha... Ini seru!" teriakku pada Jeonghan dengan tertawa.
"Hahahaha..." Jeonghan tertawa.

Entah pikiran apa yang merasukiku, aku langsung berdiri dan melentangkan kedua tanganku.
"Yoohoo~~~" teriakku yang langsung membuat ketiga namja itu ikut berteriak. Kami sudah tidak peduli pada orang-orang disekitar yang membentak kami agar lebih pelan. Ini terlalu sulit untuk dihentikan. Aku pun kembali duduk dan mencium sekilas pipi Jeonghan. Ia hanya tersenyum ke arahku dan melanjutkan menyetirnya.

Akhirnya kami sampai di hutan. Pinggiran hutan lebih tepatnya. 3 namja itu memarkirkan mobil mereka dan turun. Begitu juga aku.

My JeonghanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang