Chapter 22

84 6 0
                                    

OH.. MY.. GOODNESS!!

Aku dan Dilwyn itu sudah sekitar dua puluh menit masih bertarung, sebenarnya aku bisa saja memakai mataku langsung membunuhnya, tapi karena kami bertarungnya hanya bermain-main saja, mending tidak usah.. karena itu mengambil banyak energi kekuatanku

Dan sekarang ini giliranku yang menghilang, dan Dilwyn sekarang sedang mencari-cariku, dalam diam aku terkekeh kecil

"Dimana kau Xve?!" Teriaknya seraya menoleh kanan-kiri mencari-cariku

Disiniii..
Jawabku dalam hati.

"Baiklah, mari kita pake cara yang sedikit keras.." Ucapnya misterius

Aku menajamkan sistem pendengaranku

"Xûbiagtð særtuvï.." Ucapnya

Argh!!! Itu mantra pengelihatan! Jadi dia bisa melihat aku berada dimana!

"Ahh.. disini kau rupanya.." Aku langsung berbalik belakang mendengar bisikan yang kudengar suaranya adalah Dilwyn, dan dengan sekejap aku langsung melesat dan menghilang lagi

"Boo." ARGH! Dia dibelakangku lagi, mau tidak mau aku mengeluarkan pedang biruku dan dengan gerakan memutar aku ingin menebas lehernya, tapi dia langsung menghilang

Berarti sekarang aku yang nyari.
Batinku

"BAIKLAH DILWYN! KITA PAKAI CARA KERAS!!" Teriakku sekencang mungkin, supaya dia bisa mendengarnya

Mataku langsung berubah menjadi warna emas, dan dalam hitungan beberapa detik Dilwyn terlempar dari jarak dimana aku berdiri sekitar seratus meter

"Shit!" Umpatnya, dan disaat dia mendongak, pedang merahku sudah meluncur dan hampir mengenai kepalanya, karena refleksnya cepat, dia langsung menghindar, aku menggeram kesal

"UDAH CUKUP!!" Teriakku kesal, Dilwyn langsung berhenti, dan aku langsung melesat meninggalkan tempat ini untuk bertemu dengan sahabat-sahabatku

"Huh! Aku bahkan engga tau mereka ada dimana." Umpatku seraya mengentak-hentakkan kakiku kesal

Tiba-tiba ada tangan kekar menutup mulutku, kepalanya yang berada didekat telingaku membuatku bisa merasakan nafasnya yang hangat membuatku merinding sendiri

"Tebak ini siapa.." Aku menaikkan sebelah alisku,

Main tebak-tebakkan bukannya yang ditutup matanya yah?
Batinku

"Jangan diam aja, sayang.." Tubuhku merinding, suaranya yang bass dan serak-serak itu membuat tubuhku membeku

"Lwephashin dyulwu thangyanmwuu." Ucapku dengan susah payah, 'lelaki' yang menutup mulutku tertawa renyah

"Ga akan sayang, sampai kau menebakku." Aku memutar kedua bola mataku malas, dalam diam aku tersenyum miring, mendapat ide yang jahat tidak terlalu buruk bukan?

Lick.. lick.. lick.. lickk.

"XVENYSTA!! KAU JOROK SEKALI!!" Teriaknya dan langsung melepas tangannya yang tadi menempel di bibir pink tipisku

"Hahaha! Benar sekali yang kupikirkan! Kau Leviathan!!" Teriakku tanpa rasa bersalah dan ketawa-ketawa hingga melompat-lompat, tapi detik berikutnya mukaku langsung masam

"CUIH!! TANGANMU ASIN LEVIATHANN!!" Teriakku kesal seraya membuang ludah yang tadi menempel di lidahku kesegala arah, dan sekarang Leviathanlah yang tertawa terpingkal-pingkal, aku cemberut lalu berlutut

Tanganku kutempelkan di tanah dan mengangkatnya dan ada air yang mengikuti gerakan tanganku, aku meminum airnya lalu membuangnya

Setidaknya sudah tidak terlalu terasa lagi dibandingkan dengan yang tadi, yang tadi asin sekali

The Unexpected PowerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang