Chapter 4

234 16 0
                                    

WELCOME TO ZENDRANTH!

"AKHIRNYA SAMPAI!! Woah!" Teriakku mengagumi apa yang baru aku liat.

"Dunianya keren." Ucap Cameron dengan mata yang berbinar takjub

"Woy. Kalian mau sampai kapan di kolam itu? Nanti sakit!" Ucap Leviathan.

"Tapi kolamnya kereennn!" Jawabku

"Tapi kolamnya kereennn!" Jawabku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Iyaiyaa.. nanti pasti ada yang lebih bagus.."

"Okeoke." Ucapku

Dunia ini sungguh indah, aku tidak tau bagaimana tampangku lagi, namun. Aku sangat menyukai dunia ini. Sungguh..

Ma.. pa.. Callista mau minta maaf ya karena pergi ga bilang-bilang, Callista hanya kesel aja, kenapa mama papa ga pernah ada waktu untuk Callista?
Lirihku dalam hati.

Tiba-tiba ada tangan yang merangkulku, saat kulihat, itu Leviathan.. dia tersenyum lembut kearahku.

"Udah, jangan sedih ya.. nanti kapan-kapan bisa kok back to earth." Dukungnya.

"Iya. Makasih." Ucapku. Yap, aku tidak terlalu malu karena dirangkul, karena udah biasa sama kedua saudaraku. Walaupun belum pernah sama yang bukan keluarga. Lagipula aku juga gapunya perasaan sama Leviathan.

"Sekarang mau kemana Lev?" Tanya Cameron yang sedang sibuk melihat pemandangan disekitar sini yang indah

"Lo maunya ke mana dulu? Rumah gue? Sekolah? Hutan? Air terjun? Apapunlah." Tawar Leviathan

"Hmm.. jalan-jalan tanpa arah bisa engga?" Tanya Carter

"Gue dan Crystal 127 tahun nyariin kek gini, bisa dibilang gue udah ga terlalu ingat jalan-jalannya kalau mau keliling tanpa arah."  Jawabnya. Carter dan Cameron langsung terlihat sedikit kecewa.

"Lah. Lo serius? Gile 127 tahun.. umur lo udah berapa?" Tanya Cameron lagi.

"379." ucap Leviathan santai

"Kalo Crystal?" Tanyaku.

"Dia masih muda, sekitar 296."

"ENAK AJA! GW UDAH 300 LEV!!" Sambar Crystal

"Lah. Setau gw 296." Bela Leviathan

"Lah. Lo menghilang selama 4 tahun, gimana lo ga itung umur gue setiap gue ulang tahun?" Ucap Crystal yang membuat Leviathan mati kutu seketika

"Tunggu-tunggu, kalian udah umur segitu nanti sekolah?" Tanyaku kaget

"Iyap, sekolah Miserixyl ga kenal umur, minimal umur untuk masuk ke sekolah tersebut umur 200. Tapi kalian kan dari bumi, jadi umur 16 keatas juga gapapa."

Kami bertiga manggut-manggut

"Hmm.. klo gitu sekarang kemana ya? Coba gue piki--ITU APA? KOK KEREN BANGET?!!" Teriakku antusias, memang tempatnya sangat keren, sebuah danau yang airnya berwarna toska, dan dikelilingi oleh lambang-lambang kekuatan Yang sangat indah.

The Unexpected PowerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang