Part 2 - (still)Something Weird

367 24 0
                                        

"Sembrono. We bakal celoko!" ucap laki-laki itu dengan lantang dan tatapan seram.

"Sampean ini ngomong opo to Pak?" kata Yorla menirukan logat orang Jawa. Dan teman-temannya yang lain pun terkekeh pelan.
Laki laki tua itu tidak merespon Yorla dan terus saja mengucapkan kalimat yang sama berulang-ulang. Akhirnya pemilik rumah makan datang dan mengusir laki laki tua itu.

"Dasar wong edan!" Kata Adi saat laki-laki tadi sudah pergi dari sana.
Kylie terlihat memikirkan sesuatu. Ia mencoba mencerna ucapan dari laki-laki tadi. Karena Nenek nya adalah orang Jawa, jadi Kylie sedikit mengerti bahasa Jawa.

"Kylie lo mikirin apaan? Jangan bilang lo mikirin wong edan tadi? Udahlah santai aja gak usah di pikirin. Dia tuh wong edan. Wong gak waras. Wong apa lagi ya.. gue gak bisa bahasa Jawa nih, hahahaha..." kata Lea.

"Wong sableng dan wong gemblong," kata Yorla.

"Hahaha.." mereka menjadikan laki-laki tadi bahan lelucon.

"Guys, ucapan Bapak tadi tuh ada makna nya!" Ucap Kylie yang membuat teman-temannya menatapnya.

"Makna? Makna jadi wong edan?" Tanya Adi.

Kylie menggeleng. "Bukan, Di. Bapak itu menasihati kita jangan melakukan suatu hal sembarangan. Nanti kita bakal celaka," jawab Kylie.

"Emang lo bisa bahasa Jawa, Kyl?" Tanya Riky menaikan sebelah alisnya.

"Bisa dikit lah.. ya kira-kira sih itu yang di ucapin Bapak tadi."

"Ya gak mungkinlah kita sembarangan. Dan gak mungkin juga kita makan batang pohon." Ucap Faris.

Krik..krik..krik.. Hening.
"Udahlah. Mending kita lanjut perjalanan. Go go.." kata Falo membubarkan dari keheningan mereka.

Lamanya perjalanan, membuat mereka semua tertidur. Tak terkecuali Kylie yang tetap terjaga. Bus berhenti tiba tiba di suatu jalan yang begitu sepi dan seperti memasuki hutan.

"Kenapa berhenti, Pak?" Tanya Kylie dari kursi penumpang.

"Hmm.. lagi inget-inget jalan, Mba." Jawab si supir Bus. Lalu tak berapa lama Bus kembali berjalan.

"Inget-inget jalan?" Kylie bergumam, ia kikuk dengan jawaban supir bus itu.
Kylie mengabaikan hal itu dan memilih untuk menatap keluar jendela mengamati jalanan. Ia merasakan hal yang aneh. Pohon pohon seakan menyapanya. Tiupan angin misterius yang masuk ke dalam bus dan juga kicauan burung yang membuatnya merasa aneh.

"Kok jadi horor gini sih suasana nya," gumam Kylie.
Kylie sungguh merasa aneh dengan perjalanannya ini. Tapi ia berusaha tenang dan positive thinking. Toh ini kan jalan pegunungan. Jadi wajar wajar saja suasananya begini.

Dengan leluasa Kylie melihat pemandangan di sisi jalan. Hanya ada pohon pohon yang tinggi dan rumput liar yang lama kelamaan membuatnya mengantuk di tambah lagi hembusan angin yang sejuk.
Barusaja ia hendak memejamkan mata, tiba-tiba Kylie melihat sosok perempuan berdiri di sekitar rumput2 liar. Mengenakan dress putih selutut, rambut terikat rapi, dan tersenyum lebar. Kylie sempat melihat mata sosok itu saat melewatinya. Wajahnya tidak seram tapi pucat. Matanya tajam dan mengarah ke Kylie. Spontan Kylie langsung cepat-cepat menutup gorden jendela bus dan memejamkan mata berusaha untuk tertidur.
Namun perasaan takut nya tidak bisa membuatnya tertidur. Kylie pun membangunkan Hanhan yang duduk di sampingnya.

"Mpok, bangun. Mpok.." Kylie memukul-mukul pundak Hanhan yang ia panggil Mpok. Itu bukan berarti Hanhan tua, hanya saja teman-temannya memberi dia gelar Mpok.

"Umm.." hanya itu respon dari Hanhan yang masih terpejam.

"Mpok, buka mata gue mau kasih tau sesuatu!" Desak Kylie.

"Apaan?" Tanya Hanhan malas dan membuka matanya sedikit menghadap Kylie.

"Gue liat perempuan di semak-semak." Kata Kylie.

"Perempuan apaan sih, Kyl. Gue gak ngerti?" Kata Hanhan.

"Iya perempuan, Mpok. Pake baju dress putih. Gak serem sih tapi pucat. Terus ngeliatin gue dengan tatapan mencekam!!" Ucap Kylie ketakutan.

"Halusinasi lo kali. Udah ah jangan berisik. Gue pengen tidur. Kalo masih mau ngomong, nih ngomong sama boneka gue!" Hanhan menyodorkan boneka Doraemon nya ke Kylie.

Kylie menatap boneka Doraemon itu. Kok jadi seram juga ya? Pikirnya. Dan membuang asal boneka itu lalu memejamkan mata.

Pliese votmment, and thanks for reading :)

Mount MeratusCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang