-6-

3.1K 237 6
                                        


Nayoung sudah tertidur selama 20 menit di atas tempat tidur uks.
Sebenarnya bukan tiba-tiba nayoung berpindah ke tempat tidur. Beberapa saat yang lalu mingyu mengangkat tubuh nayoung ke tempat tidur.

Nayoung saat ini sedang nenggeliatkan badanya dan mengucek matanya.

"Eodigachi?"

Ia menelusuri semua penjuru ruangan. sampai ia menyadari sesuatu.

"Ah.. Uks rupanya. kendae, wae aku berada di tempat tidur? Bukannya tadi aku tidur di sofa itu?"
Ucapnya kebingungan seraya terus memutar balikan memory nya mencoba mengingat apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.

"ommo! Kim mingyu eodi?"
Ia baru menyadari bahwa kim mingyu tidak bersamanya.

"Jinja.. tak tau terimakasih"
Nayoung pun beranjak dari tempat tidur hendak mengambil ponsel dibtas nya, tadi wonwoo membawakannya saat memberikan baju ganti kepada nayoung

Ditekannya aplikasi line dan ia menemukan sebuah pesan singkat yang cukup membuat matanya sedikit terbelalak.

Kimingyu

"Aku pulang, ada urusan penting. Minumlah obat di meja dokter.
Dan gomawo sudah menyelamatkanku
15:34"

Ia menaikan salahsatu alis matanya setelah melihat pesan yang tertera di layar ponsel.
"Dari mana dia mendapat id line ku?"

Prknyng

'Uhm, cheonma neo eodiga? Bukankah tadi tertidur di ranjang?'

Nayoung kini membereskan barang barangnya dan mengganti bajunya berniat untuk pergi bekerja paruh waktu.

"Wae tadi aku berada di ranjang, aku masih penasaran, apakah mingyu yang memindahkanku?"

Ting!
Ponsel nayoung kembali berbunyi di ambilnya ponsel yang tadi ia simpan di ranjang.

Kimingyu

Aku sedang perjalanan ke rumahku, ada urusan.
Ah iya, kau perlu diet karena kau sangat berat tadi.

Nayoung ternganga setelah membaca pesan yang baru saja masuk ke ponselnya.

"YAK JINJAAYEOO DIA YANG MEMINDAHKANKU?!"

•••

Kim mingyu POV

Sedari tadi aku menyetir aku masih terdiam namun memikirkan nayoung, aku masih tidak percaya nayoung yang menyelamatkanku saat aku tenggelam tadi.
Apa yang membuatnya seperti itu? Apa dia menyukaiku? Yak! mana mungkin.
Jika ia menyukaiku pun aku tak akan menbalas perasaannya.

Lambat laun aku sudah melihat beberapa sisi baik nayoung
Apalagi tadi ia menyelamatkanku, entahlah itu seperti terngiang ngiang di benaku. Akupun tidak tau sebabnya apa.

Drrrtt drrttt.

Aku menilik nama yang tertera di layar ponselku.

"Appa? Untuk apa dia menelefonku"

3 detik aku bergelut dengan fikiranku lalu kembali tersadar dan menempelkan ponsel ke telingaku.

"Yepeoseyo?"

"Kim mingyu? Palli pulang appa sudah di rumah ada yang harus dibicarakan"

Aku hanya terdiam menatap jalanan didepanku dibalik kaca mobil.

"Kim mingyu?"

"Ah, iya appa, sebentar lagi aku akan sampai rumah"

Marriage ContractTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang