Chap 18

7K 582 1
                                        

Terbangun dengan senyum matahari yang menyapanya dengan semangat cahayanya

Menyipit sedikit kedua matanya agar dapat menyesuaikan cahaya matahari yang mulai menusuk

Iqbaal yang biasanya aktivitas pagi nya bangun – mandi – sekolah

Sekarang telah berubah . Bangun – senyum – cek handphone – senyum – senyum –senyum -baru mandi – jemput (namakamu) – bahagia – tidak mau pulang

Dan masih banyak lagi aktivitasnya hingga menjelang pagi lagi saat dunia barunya telah merubahnya

(namakamu)

Dengan cepat ia mengambil handphone nya , membuka kunci handphone nya dengan menu awalnya , gambar dirinya dan (namakamu) tengah berpelukan

Menekan speed dial nya , tertera panggilan khusus untuk (namakamu)

Senyum nya semakin berkembang

'Hmmm..'

Suara yang selalu ia rindukan setiap detiknya , Iqbaal memeluk guling nya dengan gemas

'Morning sayang '

'hmmm..'

Iqbaal semakin gemas mendengarnya

'Masak balasannya hmm saja , dimana morningnya ,sayang ?'

'Ngantuk Baal ..'

Iqbaal tersenyum

'Bangun sayang , kamu harus siap-siap untuk ke sekolah .. '

'tapi gue ngantuk ...'

Iqbaal menyeringai

'terasa ada kata 'gue' atau telinga aku salah ?'

'ish .. ya ! tapi aku ngantuk ,sayang , puas ?'

Iqbaal tertawa saat mendengar kalimat geram (namakamu)

'belajar sayang untuk menggunakan kata 'aku –kamu' , dan sekarang bangun ,lalu bersiap-siap '

'15 menit lagi deh , aku mau ngumpulin jiwa dulu '

'kamu nanti kan bisa tidur di mobil aku , sayang . Ayo ,bangun , nggak boleh malas-malas '

'ish ! nggak mau ! '

'sayang ..'

'nggak mau ! aku ngantuk ! biarin telat ! biarin aku nggak sekolah !'

'(namakamu) Dhia..'

'stop , Iqbaal ! bay !'

Dan seketika panggilannya terputus , Iqbaal menggelengkan kepalanya dengan senyum bahagianya

"Baiklah nona cantik , tuan akan menjemput mu pagi ini .."

Iqbaal bangkit dari tidurnya dengan piayama kusutnya dan meletakkan handphone nya di nakas dekat dengan ranjangnya

Berjalan menuju kamar mandinya dengan senyum paginya

'Bunga tidur bisa membawa mu tertidur , apakah awan juga bisa ?'

**

"Selamat pagi tuan muda "

Iqbaal tersenyum dengan ramahnya lalu duduk dengan kursi yang telah di tarik untuknya

"Pagi , Iqbaal "

Iqbaal menatap di ujung sana , neneknya tengah membaca sebuah koran dengan anggunnya , di meja makan yang panjang itu

Iqbaal tersenyum selayaknya pembisnis tengah bersalaman

"Pagi , oma "

Terdengar suara koran yang di tukar oleh oma , Iqbaal mengoleskan roti nya dengan selai

CloudTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang