'Apakah aku harus menangis kembali hanya untuk memohon mu untuk kembali ?'
**
Sejak pertemuannya bersama (namakamu) tadi membuat senyum Iqbaal sepanjang perjalanan tidak pernah luntur , mungkin rasa bahagia membuat rasa sedih itu menghilang begitu saja . Iqbaal memutar kunci mobil nya dengan lincah nya , bahkan ia melakukan siulan kecil untuk memberitahu bahwa rasa bahagia nya melebihi apapun dan tak terbendung lagi
Berjalan menuju kamar nya yang berada di lantai atas , ia sekarang tahu akan lakukan apa untuk hari esok nya lagi , lagi dan lagi
Senyum nya tetap tidak dapat terganti kan lagi saat terdengar sebuah suara percakapan di dalam ruangan dibawah kamar nya
"Apa ? mereka bertemu ? bagaimana bisa ?"
Iqbaal menghentikan langkah kaki nya saat suara yang ia kenal terdengar jelas dari tempat dia berdiri
"Adlin ! jangan bilang kalau kamu ..."
"Maaf kan saya , nyonya . Saya tidak ingin membuat tuan Iqbaal sesedih ini , saya ingin..."
PRANG !
Iqbaal terkejut saat mendengar sebuah pecahan kaca terdengar dalam ruangan itu , Iqbaal mencoba mendekatkan pendengaran nya kearah ruangan itu
"BERANI-BERANI NYA KAMU MEMPERTEMUKAN MEREKA LAGI ! SAYA SUDAH LELAH UNTUK MEMBUAT MEREKA BERPISAH ! DAN KAMU DENGAN MUDAH NYA MEMPERTEMUKAN MEREKA ! "teriak oma dari dalam ruangan itu
Iqbaal mengepal kan kedua tangan nya dengan kuat
'Jadi selama ini ,dia yang membuat aku berpisah dari (namakamu) ku ?!'batin Iqbaal tidak percaya
"Apa nyonya tidak pernah melihat tuan Iqbaal yang begitu frustasi saat jauh dari kekasih nya itu ? Tuan Iqbaal telah dewasa ,nyonya . Dia bisa memutuskan untuk hidup dengan siapa sekarang , dia bukan tuan Iqbaal yang kecil "terdengar suara tenang Adlin
Iqbaal menghembus kan napas nya dengan pelan , ia mencoba mengontrol emosi nya untuk tidak memasuki ruangan itu . Ia harus berpikir tenang tentang penyelesaian masalah ini , ia tidak ingin mengambil resiko untuk kehilangan (namakamu) kembali.
Iqbaal melepas kan kepalan tangan nya yang terkepal kuat , ia memundur kan langkah kaki nya perlahan-lahan .
'Ini demi (namakamu) , ya .. demi (namakamu) . Aku tidak ingin berpisah lagi dari nya 'batin Iqbaal menyugesti
Iqbaal menatap sebentar kearah pintu ruangan itu dengan penuh kebencian , lalu mulai melangkah menaiki tangga menuju kamar nya
Disetiap langkah kaki nya , Iqbaal memiliki sebuah kepastian untuk ia realisasi kan kepada nenek nya .
'Setiap hama yang datang akan dimusnahkan , begitu juga dengan ,mu !'
**
Menutup pintu kamar nya dengan pelan , Iqbaal berjalan menuju ranjang nya . Ia duduk ditepi ranjang nya dan mulai membuka laci kecil disamping ranjang nya terlihat foto (namakamu) berukuran 3x4 dengan ekspresi (namakamu) yang terlihat menggemaskan .
Iqbaal tersenyum dengan sayang nya saat melihat (namakamu) tampak bahagia di dalam foto tersebut , Iqbaal mengusap foto itu dengan sayang
"Kamu adalah alasan mengapa aku bisa bertahan , aku tidak tahu jadi apa aku ini jika kamu tidak ada disisi ku lagi . Kamu adalah oksigen ku , kamu adalah pelampung ku didalam hidup yang kejam ini . "Iqbaal menatap dengan sayang
"Aku tidak pernah menyesali semua pertemuan yang telah ditakdir kan Tuhan untuk kita , aku ..aku begitu mencintai kamu , (namakamu) . Aku bahkan merelakan menukar nyawa ku untuk kebahagiaan kamu , apapun akan aku lakukan demi kamu ."Iqbaal membawa foto itu kedalam pelukannya
