Chap 21

6.5K 557 18
                                        

'Entah mengapa dada ini sesak ketika kau memilih pergi dari ku ' –Iqbaal D.

**

(namakamu) menghela nafasnya pelan saat ia telah memasuki perkarangan rumahnya , ia melihat mobil Iqbaal yang telah menjauh . Iqbaal tetap dalam sifat menggodanya namun tampak dari matanya ia ketakutan saat menatap (namakamu) .Entahlah , semenjak kejadian dimana Iqbaal mendatangi (namakamu) dan memeluknya secara erat , Iqbaal menjadi aneh .

(namakamu) menutup pagarnya kemudian berjalan memasuki rumahnya , (namakamu) membuka pintunya saat seseorang dari dalam rumahnya juga membuka pintu

(namakamu) tersentak sedikit terkejut saat ia melihat papi nya keluar dari rumah

"Papi , tumben udah pulang ? "sapa (namakamu) dengan senyumnya

Tersenyum saat anak gadisnya tersenyum kepadanya , ia mengusap puncak rambut anak gadisnya dengan lembut

"Kamu baru pulang sekolah , sayang ?"tanya papi nya dengan lembut

(namakamu) menganggukkan kepalanya dan memeluk pinggang papi nya

"papi ,kapan selesai liburannya ?"tanya (namakamu) dengan kepalanya mengadah keatas

Lelaki paru bayah itu tampak menghela nafasnya dengan pelan lalu tersenyum

"Perusahaan papi di Kalimantan sedang diperiksa KPK , mereka mencurigai adanya tindakan penggelapan uang pajak disana ,dan papi diberhentikan sementara waktu sampai pemeriksaan itu selesai "

(namakamu) terdiam

Ia mencoba mencerna berita yang baru ia dapatkan dari papi nya

Lelaki paru bayah itu mengusap puncak rambut nak gadisnya sekilas lalu mencoba melepaskan pelukan anaknya dengan lembut

"Papi pergi dulu ya , kamu masuk kedalam , ganti bajunya trus makan , papi udah siapin makan siang untuk kamu dan abang .."

(namakamu) menggenggam tangan papinya dengan tangan mungilnya

"papi mau kemana ? dan mana mami ?"tanya (namakamu) dengan pelan

Lelaki paru bayah itu tersenyum lembut dan menepuk punggung tangan anaknya dengan lembut

"mami dirawat dirumah sakit tadi pagi , mami kecelakaan sayang "

Seumur hidup , (namakamu) baru melihat papi nya yang ia banggakan meneteskan airmatanya saat mengatakan berita itu

"Ma-mi ?"ulang (namakamu) memastikan

'Aku butuh Tuhan , bukan awan lagi !'

**

Berjalan dengan pandangan kosong , baju seragam sekolahnya belum terganti oleh nya karena fikirannya dipenuhi oleh berbagai macam berita yang mengejutkan

Pertama pekerjaan papi nya hilang

Kedua mami dalam keadaan koma , karena kecelakaan

(namakamu) menyandarkan badan mungilnya di dinding rumah sakit yang jauh dari lalu halangan orang-orang , menutup wajahnya yang lelah lalu terduduk dilantai

Wajah cantiknya kini tertutupi tetesan kesedihannya

Menjambak rambutnya sendiri ,kemudian menangis sendiri

"Kenapa harus keluarga gue ? kenapa ?"

(namakamu) kembali membenamkan kepalanya diantara lututnya , memeluk dirinya sendiri dikeheningan malam yang mencekam dan dingin

DRT

DRT

DRT

Handphone yang sejak tadi siang bergetar membuat (namakamu) dengan pelan mengangkat kepalanya

Mengambil handphone nya didalam saku blazernya , dengan lemah ia mengangkat panggilan itu

'halo , Iqbaal'dengan suara seraknya

'halo , sayang ? kamu kemana aja ? daritadi aku telepon , kenapa nggak kamu angkat ? kamu sekarang dimana ? apa yang terjadi sama kamu ? aku .. aku ..astaga! aku khawatir sayang , aku pikir kamu .. astaga ' terdengar rentetan kata-kata dari sana

(namakamu) tersenyum kecil dengan tatapannya menghangat , satu yang ia bersyukur dari Tuhan adalah sosok pahlawan yang ia butuhkan saat ini , pahlawan peghibur ku , Iqbaal.

'Sayang ..'

Seketika hening diujung sana , Iqbaal terdiam seketika saat (namakamu) berbicara

'Maaf , aku nggak kasih kabar , aku tadi ketiduran ,jadi aku lupa untuk kasih kabar kamu .Aku capek , jadi sangking capkenya aku ketiduran , maaf ya ..'

(namakamu) tersenyum dengan kepala bersandar didinding tempat ia menyandar

Iqbaal memegang dadanya , ia merasak sesak saat mendengar suara (namakamu)

'kenapa sesak ya ?' tak sengaja Iqbaal mengeluarkan suaranya

'sesak ? sesak apa ?'

Iqbaal masih memegang dadanya dan tersenyum

'nggak papa sayang , jadi kamu udah makan ?'

(namakamu) menggeleng pelan kepalanya

'udah , kalau kamu ?'

Iqbaal mengangguk kepalanya dengan semangat

'belum , aku malas makan '

(namakamu) mengernyitkan dahinya

'kenapa ? makan Baal ! kamu mau sakit ? ha ! cepat makan sekarang juga , atau aku akan menonaktifkan –'

Iqbaal tertawa kecil

(namakamu) terdiam

'aku suka saat kamu mulai marah kayak gitu , pasti lucu deh pipi nya '

(namakamu) tersenyum kecil

'lucu apanya , rambut aku lagi berantakan gini '

'kamu adalah kebahagiaan aku , (namakamu) . Apapun yang menurut kamu itu tidak bagus untuk dilihat dari fisik kamu , tapi itu adalah kesempurnaan dimata ku .'

Iqbaal tersenyum bahagia

(namakamu) memejamkan kedua matanya

'aku dipanggil mami , Baal . Besok lagi ya , bay ..'

'tapi—'

(namakamu) lebih dulu mematikan panggilan tersebut dan memeluk kembali tubuh mungilnya

"maafkan aku yang harus berbohong , sayang "

Dilain sisi

Iqbaal mengernyitkan dahinya saat panggilannya terputus begitu saja , mencoba kembali memanggil (namakamu) tetap nomornya tidak aktif

Iqbaal melemparkan tubuhnya diatas ranjang yang besar dan luas itu

Menatap langit-langit kamarnya yang terlihat begitu indah

"Dada ku kenapa sesak ?"Iqbaal kembali meraba dadanya

**

bersambung

CloudTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang