Bab 13: Gadis Penjual Bunga

530 8 0
                                        

Malam yang dingin, tidak berawan dan penuh bintang. Di bawah sinar bintang, punggung gadis penjual bunga itu terasa sudah dikenalnya, seolah-olah gadis itu adalah kenalan lamanya. Dia tidak menggunakan ginkang, dia pun tidak lari. Tapi Ma Ji-liong tetap tidak mampu menyusulnya.

Maka dia lalu menggunakan Thian-ma-hing-khong yang termasyur di dunia Kang-ouw. Tapi tiba-tiba gadis itu sudah menjauh 50-60 kaki. Dia berusaha menyusulnya lagi, tapi gadis itu malah semakin jauh di depan sana.

Ketika dia menurunkan kecepatannya, maka langkah kaki gadis itu pun melambat.

Ketika dia berhenti, maka gadis itu pun berhenti.

Agaknya, meskipun gadis itu tidak mau dia menyusulnya, ia pun sebenarnya tidak mau meninggalkan dirinya jauh-jauh di belakang.

Mendadak Ma Ji-liong bertanya, "Kau tidak membiarkan aku melihatmu karena kau tidak ingin aku tahu siapa kau, benarkah begitu?"

Dia tidak menjawab. Dia pun tidak membantah.

Ma Ji-liong tertawa kecil, "Sayangnya aku sudah tahu siapa kau."

"Tentu saja kau seharusnya sudah tahu."

Dia tertawa cekikikan dan berkata, "Karena kau tentu tidak begitu bodoh."

Tentu saja gadis itu adalah Toa-hoan yang tadinya telah lari karena takut pada seorang gadis penjual bunga. Saat ini dia telah mengenakan baju gadis penjual bunga itu, bahkan keranjang bunga di tangannya juga milik gadis itu. Tapi di manakah penjual bunga yang misterius itu?

Ma Ji-liong tidak memahami gadis ini. Kehidupan Toa-hoan, kungfunya dan asal-usulnya, semua terlalu misterius. Bagaimana dia dulu bisa terkubur di dalam es dan salju? Coat-taysu dan Giok-tojin termasuk jago-jago terbaik di dalam Bulim, tapi kenapa mereka begitu takut padanya? Tidak seorang pun yang bisa menjelaskan kejadian yang terjadi di sekitarnya ini. Semakin lama dia bergaul dengan gadis ini, sebaliknya dia malah semakin tidak bisa memahaminya.

Dan dia tentu saja tidak bisa pergi. Setiap kali gadis ini muncul, sesuatu yang misterius tentu akan terjadi. Kali ini apa lagi yang akan diperbuat olehnya? Tipuan licik apa lagi yang ada di dalam benaknya? Ma Ji-liong benar-benar ingin tahu.

Tentunya Toa-hoan punya tipuan lain. Dengan mata yang bersinar-sinar, tiba-tiba dia berkata, "Aku sudah tahu bahwa kau adalah orang yang pemberani, maka kali ini aku akan membawamu ke sebuah tempat yang aneh."

"Untuk apa?"

"Untuk bertemu dengan seseorang." Toa-hoan sengaja bersikap misterius. "Seorang perempuan yang amat aneh."

"Pernahkah aku bertemu dengannya?"

"Mungkin pernah satu kali."

"Maksudmu gadis penjual bunga itu?"

"Kau memang tidak bodoh."

Lalu Toa-hoan meliriknya dan bertanya, "Kau berani pergi menemuinya?"

Ma Ji-liong tentu saja berani. Meskipun gadis penjual bunga itu adalah makhluk pemakan manusia, dia tetap ingin bertemu dengannya.

Sambil mengedipkan mata penuh arti, Toa-hoan bertanya lagi, "Kau tidak akan menyesal? Setelah kau bertemu dengannya dan apa pun yang terjadi, kau sama sekali tidak akan menyesalinya?"

Jawaban Ma Ji-liong sudah pasti. "Aku sudah banyak mengalami hal yang patut disesalkan. Apa artinya kalau ditambah dengan satu lagi?"

Toa-hoan tertawa dan berkata, "Tidak ada artinya." Suara tawanya terdengar nyaring seperti bunyi lonceng. "Memang tidak ada artinya."

Maka mereka pun berangkat. Dalam perjalanan, Ma Ji-liong terus bertanya-tanya tentang tempat tujuan mereka. Dia memikirkan beberapa tempat yang aneh, tapi dia tidak pernah menduga kalau gadis itu ternyata membawanya ke kantor pengadilan Xiangcheng.

Darah Ksatria - Gu LongCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang