Our lifes pt 18

1K 121 10
                                        


.

.

Namjoon membelai lembut rambut Hani. Matanya tidak lepas dari yeojanya yang saat ini tengah tertidur lelap. Sesekali Namjoon menyentuh lembut pipi Hani yang lebam bekas pukulan Jackson. Dia memang sangat marah, benar-benar marah pada Jackson. Selama ini Namjoon hanya diam meski Jackson selalu berada diantara dirinya dan Hani, meski Jackson selalu meremehkannya, meski Jackson tidak pernah menganggapnya sebagai kekasih Hani, Namjoon tetap diam dan membiarkan Jackson melakukan semua itu.

Tapi Namjoon tidak akan membiarkan yang satu ini. Luka lebam dipipi Hani akibat perbuatan Jackson, ya, Namjoon tidak akan tinggal diam tentang yang satu ini. Jackson sudah keluar dari batas wajar seorang sahabat. Memukul seoranng yeoja saja sudah termasuk kedalam kategori seorang pengecut, ditambah lagi dia menampar sahabatnya sendiri, Jackson lebih dari sekedar pengecut, tapi dia juga pecundang. Dan Namjoon akan membuat Jackson membayar apa yang sudah dia lakukan pada Hani.

Namjoon mencium kening Hani, lembut dan penuh perasaan.

"Gwenchana noona-ya.. aku akan menjagamu.."

Namjoon menjauhkan wajahnya dari Hani, "Dan aku akan membalas apa yang sudah si brengsek itu lakukan padamu.."

Dia pun bangkit, mengambil tasnya, lalu keluar dari apartemen Hani. Setelah berada diluar apartemen, Namjoon mengeluarkan ponselnya lalu menelepon seseorang. Ya, satu-satunya orang yang akan dia telepon disaat dirinya berada dalam masalah atau ingin menyelesaikan masalah, Hoseok.

"Yeobsseyo? Hoseok-ah?"

"..."

"Eoddi?? Temui aku di kampus Hani, aku menunggumu disana. Arraseo?"

"..."

"Thats my bestfriend! Aku akan menunggumu."

"..."

Namjoon menutup teleponnya. Sesuai rencananya, Namjoon pun berangkat ke kampus Hani. Hani memang ada di apartemennya sekarang, dan Namjoon kesana bukan untuk menemui yeojanya yang saat ini sedang tertidur tapi untuk menemui Jackson.

Hani dan Jackson memang kuliah di universitas yang sama, universitas elit dimana kedua orang tua mereka mampu membayar kuliah mereka, ya tentu saja karena mereka memang orang kaya. Tapi Jackson terlalu bodoh untuk bisa lulus bersamaan dengan Hani yang memang punya otak yang genius, jadi Jackson masih berkuliah disana sementara Hani sudah selesai. Dan Namjoon yakin saat ini Jackson berada di sana.

Kenapa dia memanggil Hoseok bersamanya? Tentu saja karena Hoseok sahabatnya, Namjoon membutuhkannya. Bukan, Namjoon bukan membutuhkan Hoseok untuk membantunya menghabisi Jackson, tapi justru Namjoon membutuhkan Hoseok untuk menghentikannya karena Namjoon tidak yakin bisa mengkontrol emosinya saat melihat Jackson nanti, bisa saja Jackson mati ditangan Namjoon hari ini juga jika tidak ada Hoseok bersamanya.

.

.

.

Namjoon dan Hoseok sudah berada di depan universitas tempat dimana Jackson berkuliah. Keduanya berdiri tidak jauh dari gerbang masuk dan keluar universitas itu. Mata Namjoon terus mencari-cari orang yang menjadi tujuannya datang kemari, sementara Hoseok dia hanya berdiri disamping Namjoon tanpa mengetahui apa-apa.

Ya, Namjoon memang tidak menceritakan kenapa dia mengajak Hoseok kemari bersamanya. Mengingat Hoseok sangat menjunjung tinggi kaum yeoja sepanjang hidupnya, Namjoon tidak mau kalau Hoseok ikut kalap dan ikut menghabisi Jackson bukannya menghentikan Namjoon.

FF BTS - Our Lifes [PRIVATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang