Our lifes pt 13

1.2K 144 5
                                        

.

.

Jungkook meletakan seikat bunga mawar merah diatas pusaran ibunya. Ia menatap sendu gundukan tanah yang mengubur ibunya itu. Setelah hampir empat bulan, ini pertama kalinya Jungkook mengunjungi makam sang ibu, bukan karena dia tidak ingin atau benci pada takdir yang sudah memisahkannya dengan satu-satunya keluarga yang dia miliki, hanya saja Jungkook tidak sanggup menahan kesedihannya.

Hari ini adalah ulang tahun ibunya dan karena itulah Jungkook datang mengunjungi makam ibunya untuk meletakan seikat bunga mawar merah. Dulu, setiap tahun, Jungkook selalu menabung uang jajannya untuk membelikan ibunya seikat mawar merah untuk setiap ulang tahunnya sebagai hadiah ulang tahun. Ibunya sangat suka warna merah, dia juga sangat suka mawar merah. Jungkook sangat suka melihat ekspresi bahagia dari wajah ibunya setiap kali dirinya membawakan mawar merah pada hari ulang tahun sang ibu, dia ingat ekspresi bahagia itu dan ekspresi itulah yang selalu Jungkook tunggu-tunggu setiap tahun. ia bahkan rela kerja paruh waktu jika memang uang yang dikumpulkannya habis untuk sesuatu yang lain.

Tapi tahun ini, Jungkook tidak bisa melihat ekspresi bahagia dari ibunya, begitu juga tahun-tahun berikutnya, sekalipun ia memberikan satu truk penuh bunga mawar merah, dia tetap tidak akan pernah bisa melihat ekspresi bahagia itu lagi.

"Eomma.. seichukalhamida.." ucapnya, Jungkook tidak bisa menahan air matanya yang menetes mengiringi ucapan selamat ulangtahun yang dia berikan pada sang ibu.

"Mianhae, aku hanya bisa membelikan satu ikat bunga mawar.."

Jungkook menghapus air matanya lalu menghembuskan napasnya, "Eomma.."

"Nan gwenchana, eomma tidak perlu khawatir ne. Aku punya enam orang hyung sekarang, mereka sangat baik padaku dan aku tinggal bersama mereka semenjak eomma pergi."

Air mata Jungkook menetes lagi.

"Saranghae eomma, jeongmal,.."

Jungkook jatuh berlutut, wajahnya menunduk kebawah, air matanya mengalir mengiringi setiap ucapannya.

"Saranghae.." lirihnya

Menyakitkan, sangat menyakitkan. Bahkan disaat seharusnya merayakan ulang tahun ibunya, Jungkook hanya bisa menangis. Menyakitkan, semua peristiwa yang dia lalui bersama sang ibu tidak bisa lagi diulang, semua hanya kenangan, kenangan indah yang sangat amat menyakitkan.

.

.

.

Suasana kelas 3-2 ramai riuh karena tidak ada guru yang masuk pada jam ini, para siswa lalu lalang, mengobrol, tertawa, bercanda, benar-benar tidak ada tenangnya. Tidak berbeda dengan siswa yang lain, Taehyung juga ikut membiar keributan dengan menggoda satu-satunya yeoja yang menarik perhatiannya sejak pagi tadi, ya tentu saja Jennie.

"Ya! Pergi sana!" usir Jennie pada Taehyung yang duduk dihadapannya.

Taehyung memang hanya duduk dan menatap Jennie, tapi itu justru sangat mengganggu bagi Jennie. Apapun yang dilakukan Taehyung memang selalu mengganggunya, apalagi setelah kejadian malam itu, Jennie jadi merasa benar-benar ingin menghindari namja itu.

*flashback on

Taehyung berlari sambil membawa dua gelas coffe dan satu hotdog ditanganny, dia menghampiri Jennie yang masih duduk di kursi taman dan menunggunya. Taehyung duduk disamping Jennie lalu memberikan satu gelas coffe dan hotdog pada Jennie.

"Igo."

Jennie menerima coffe itu dari tangan Taehyung tapi tidak dengan hotdognya. Karena Jennie tidak menerima hotdog yang dia berikan, Taehyung pun menaruh hotdog itu dipangkuan Jennie. Kontan apa yang baru saja Taehyung lakukan membuat Jennie membulatkan matanya dan sudah siap-siap ingin melancarkan omelannya.

FF BTS - Our Lifes [PRIVATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang