Bagaikan ombak yang menyapu habis daratan, kehidupan Nadila yang awalnya berjalan seperti sewajarnya berubah setelah ia dekat dengannya. Lelaki usil yang banyak diidolakan oleh kaum hawa penghuni sekolah, dan kakak kelas tampan yang memiliki sejuta...
Hari ini sekolahku pulang lebih cepat dari biasanya, jadi sekarang aku sudah berada di rumah. Tidak ada kegiatan lain selain bermain handphone atau membaca novel, dan kebetulan novel yang aku pinjam sudah selesai dibaca.
Tiba-tiba ketika aku sedang menonton youtube ada notifikasi yang muncul dari line.
Daffa Ega invited Nadila, Alvian to the grup.
Dengan cepat aku langsung membuka line untuk melihat grup apa yang baru saja Kak Daffa buat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alvian: •ini buat ngasih jadwal ya tentang pergi2
'Hah? Jadwal pergi-pergi? Apa coba, gak ngerti gua' pikirku seketika saat membaca pesandari Alvian di grup.
Nadila: •Hah? Jadwal?
Daffa Ega: •iyaa nad, jadwal •kalo pergi2
Nadila: •pergi2 kemana sih? •gak ngerti sumpah
Alvian: •lo masih ingetkan tentang omongan gua sm Ega waktu itu? •nah kita udah mulai saingan sehat dari sekarangg
Jujur, melihat penjelasan Alvian aku semakin tidak mengerti. Apa hubungannya saingan dan jalan-jalan?
Nadila: •ihhh apasih gak ngerti :(
Tidak lama setelah aku membalas terakhir kali, Alvian langsung menelfonku.
"Halo Ibu negara, bagian mana yang gak ngerti yah cantik?" Ucapnya dengan lembut disebrang sana.
"Yaampun Al, gausah telfon juga kali hahahah" Balasku sambil tertawa untuk menyembunyikan pekikan ku ketika mendengarnya memanggilku cantik.
Well, siapa yang tidak senang dibilang cantik? Apalagi dengan orang yang disuka.
"Yaa lagian lo sih bilang gak ngerti mulu."
Aku mendengus, "lagian ngejelasinnya gak jelas, apa hubungannya coba saingan gak danta lo itu sama jalan-jalan?"
Dia terkekeh lalu menjawab, "nih gini ya Nadila cantik, lo dengerkan yang waktu itu omongan gua sama Ega di rumah lo? Nah kita udah bikin deal kalo mau jalan sama lo harus bilang ke grup itu, biar lebih sehat saingannya."
"Sumpah ya Al, ngapain sih saingan-saingan gitu? Jujur, gua masih gak ngeh ngapain lo pada saingan, maksudnya lo saingan buat apa?" Jujur saja aku memang masih tidak mengerti, aku tau bahwa Kak Daffa menyukai ku tapi Alvian..? Tidak mungkin rasanya dia menyukaiku.