[Special Part] Wedding Invitation - Yuju & Dokyeom

2K 244 20
                                        

Dia memainkan benda berwarna peach dan sedikit brush pink itu di tangannya. Memperhatikan setiap detil benda yang dibuat sedemikian rupa hingga terlihat menarik dan manis di matanya.

"Jangan dimainin terus itu undangannya, makan dulu," kata laki-laki yang duduk di hadapannya.

Yuju pura-pura tidak mendengar. Masa bodoh dia dengan apa yang Dokyeom katakan, hari ini dia cuma ingin ngambek dengan laki-laki itu. Tapi Dokyeom tidak menyerah, diraihnya benda yang sedari tadi berada di tangan gadisnya, melepaskan pegangan Yuju pada wedding invitation Jaehyun dan Chaeyeon, dan menggantinya dengan sendok yang sudah ada nasi lengkap dengan potongan kecil lauk.

"Pekerjaan kamu banyak di Shinhan, jangan sampai melewatkan makan siang apalagi beralasan sedang diet."

Yuju hanya mendecak, meletakkan kembali sendok yang terpaksa ia genggam karena Dokyeon tadi ke atas piringnya. Kalau dia bilang Jaehyun adalah lelaki paling menyebalkan yang susah diatur, setidaknya Jaehyun jauh lebih peka terhadap perasaan perempuan. Buktinya dia jadi menikah dengan Chaeyeon yang penuh dengan kode rahasia dan membencinya sampai ke ubun-ubun. Sedangkan dia yang terang-terangan dan terbuka dengan hubungannya dan Dokyeom, tapi masih saja laki-laki itu tidak mengerti Yuju.

Yuju paling sebal kalau dia memberi kode yang jelas tapi Dokyeom tidak peka-peka juga.

"Jadi Chaeyeon itu memang lucky ya, mereka pacaran di SMA tidak ada sebulan. Nyambung lagi setelah lima tahun menghilang, tahu-tahu sudah akan naik pelaminan," celetuk Yuju.

"Bilang aja kamu jealous melihat sahabatmu, karena habis ini sahabatmu sudah harus nurut sama suaminya bukan hura-hura sama kamu lagi."

"Kenapa sih kamu lebih nyebelin dari Jaehyun yang susah diatur dan bandelnya minta ampun!"

Dokyeom hanya terkekeh. Menjinakkan Yuju yang sedang merajuk sebenarnya susah-susah gampang. Tapi hampir tujuh tahun pacaran sudah lebih dari cukup punya pengalaman untuk membuat Yuju tidak marah lagi padanya. Sedangkan si gadis masih saja mengerucutkan bibirnya. Pacaran lama tidak akan menjamin pasangan akan jadi lebih peka. Kalau kata quotes-quotes di Google ketika pasangan punya long last relationship maka ada keterikatan batin di antara mereka. Jangan percaya, itu cuma hoax.

"Kenapa? Kamu ingin seperti mereka juga?" tanya Dokyeom.

Yuju membuang pandangannya ke arah lain, "semua perempuan juga punya keinginan seperti itu."

"Aku tahu hubungan kita bahkan lebih lama dari mereka," ujar Dokyeom yang sekarang sudah meraih tangan Yuju. "Aku akan mewujudkannya."

Yuju reflek melihat ke arah Dokyeom. Yang dia dapatkan sekarang hanya senyuman lebar khas Dokyeom yang menampilkan sederet giginya. Yuju tidak salah dengar kan?

"Tapi, kalo aku sudah bisa beli rumah sendiri," lanjut Dokyeom.

"Hah?"

"Itu cicilan mobil belum lunas juga."

"Jangan bercanda kamu, yang."

"Aku bukan Jaehyun yang sekali minta pasti dituruti oleh mamanya, jadi kalau mau kamu harus tunggu aku setidaknya sampai tahun depan pas aku sudah bisa beli rumah sendiri buat kita tinggal nanti. Aku juga sedang proses nabung for our future sake."

Yuju sukses speechless. Dia bahkan tidak pernah berpikir kalau Dokyeom sudah punya rencana besar seperti itu. Ya Tuhan, dia benar-benar merasa bersalah sudah mendustakan nikmat Tuhan yang satu ini.

"Jadi, masih mau menunggu sedikit lagi apa tidak?"

Dan yah, tidak perlu dikonfirmasi lagi jawabannya sudah pasti iya.

*

*

*

*

Surprise attack wkwkwk

Meant To BeStories to obsess over. Discover now