Votenya harus 1000 baru gue lanjut.
***
Untunglah Chanyeol datang sebelum Celine dan Jaqueline bangun. Soalnya semalem Chanyeol bilang kalo dia nginep. Chanyeol sih maunya nginap, cuma karena dia gak bawa baju ganti, dia jadi gajadi deh nginepnya, huhu.
Dan hari ini terpaksa gue bolos gereja lagi dan dengan berat hati merelakan waktu kencan gue diganti dengan kencan bersama dua anak setan ini.
"Mi, kita pergi dulu." kata gue sambil membawa Celine ke depan. Gue megang tangan Celine, sementara Jaqueline dipegangin sama Chanyeol.
"Hati-hati ya, Chanyeol. Nani, jangan sampe Celine dan Jaqueline kenapa-napa, ya."
Gue mendengus. Anak orang lain diperhatiin, lah anak sendiri enggak.
"Iya, iya." gue menjawab malas.
"Kita pergi dulu ya, ma, pa." ucap Chanyeol ke mami dan papi gue yang sedang duduk di ruang tamu.
"Hati-hati."
Kita pun keluar rumah dan langsung menuju mobil Chanyeol yang udah terparkir di depan. Celine langsung melepaskan tangannya dari tangan gue.
"Aku bisa sendiri." kata Celine.
Oke dek, oke.
Chanyeol melihat gue dan mengedipkan satu matanya. Untung aja jalannya sama orang ganteng ya.
"Celine, sini tasnya aku bawain." kata gue menawarkan bantuan. Celine make ransel kecil yang isinya berbagai snack dan barbie kesayangannya. Ribet banget ya jadi anak-anak. Dulu perasaan gue ga kaya gini deh.
"Gak ah. Aku maunya om Chanyeol yang bawa." tolak Celine lalu menghampiri Chanyeol. "Om Chanyeol! Bawain tas aku yaaa," ucapnya genit.
Celine cocok deh jadi kelabang masa depan.
"Iyaa, sini om bawain." kata Chanyeol mengambil tas Celine dan menentengnya ringan lalu Celine langsung berlari ke mobil karena melihat Jaqueline udah masuk duluan.
Gue pun membuka pintu mobil bagian depan dan betapa terkejutnya gue mendapati singgasana gue di tempati dua bocah tengil.
"Kalian kok di depan?" tanya gue menaikkan alis.
ENAK AJA TEMPAT KERAMAT GUE DITEMPATI!
"Aku mau duduk sama om Chanyeol!" jawab Celine.
"Engga, engga. Kalian dibelakang. Ini tempat aku, dek." suruh gue namun dua bocah ini langsung menggeleng.
"Gamau!!" pekik Celine menyolot. Anjir, untung dia masih bocah. Kalo enggak, udah gue jambak nih orang.
Bayangin aja mereka berdua duduk di depan. Pantat mereka kecil-kecil jadi bisa nempati bangku depan barengan. Gak mau ambil pusing, akhirnya gue ngalah. Karna kalo udah berurusan sama anak-anak bakal ribet.
Ujung-ujungnya ya kalo mereka yang gak nangis, gue nya yang nangis karena anak kecil itu spesies mahluk yang harus dihindari.
"Kita kemana, Lin?" tanya Chanyeol menoleh ke si kembar. Bahkan Chanyeol enggak mempertanyakan kenapa gue duduk di belakang. Hiks, syedih.
"Elin mau ke Mickey Holiday!" jawab Jaqueline semangat.
"Iya om! Aku juga mau!" sambung Celine.
Chanyeol tersenyum terus ngenoleh ke belakang. "Mau kesana?"
"Terserah." jawab gue seadanya. Chanyeol beralih pada setirnya dan mulai menarik remnya.
"Oke. Kita kesana yaa." kata Chanyeol semangat sambil memijak pedal gasnya dan kini mobilnya pun membelah jalan raya yang luas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Teacher [ADA DI WEBTOON]
Fanfiction[already completed] - [dihapus sebagian untuk kepentingan penerbitan] [ada di WEBTOON] Cantik sih, terkenal, hidupnya juga dikelilingi para cogan. Cuma ya gitu, orangnya bego, pecicilan, keras kepala, suka ngelawan, ga punya sopan. Terus tiba-tiba...
![Bad Teacher [ADA DI WEBTOON]](https://img.wattpad.com/cover/95328581-64-k234895.jpg)