MinWendy : iya, abisnya aku udah greget sih. Liat jungkook sama yeri gitu aku juga pengen
MinSuga : dasar cewek MinSuga : yaudah nanti aku jemput di jam biasa oke
MinWendy : telat lagi gue balang lo!
MinSuga : iya iya
MinWendy : see ya💙
MinSuga : 💙 Read
Senyum itu tak lepas dari wajah seorang Min Yoongi. Jangan ditanya, karena semua orang pasti tau bahwa dia pasti baru saja mengabari kekasihnya itu.
"Woy bang! Lama-lama kek orang gila lo pacaran sama Wendy." Jungkook menegur Suga. Dan hanya dibalas deheman oleh Suga.
"Anjir gue dikacangin. Sabar dedek sabar." Jungkook mengelus dadanya sendiri. Yaiyalah, masa dada Yeri.
Astagfirullah -jjk
"Gue cabut." Suga mengambil ranselnya dan beranjak dari duduknya.
"Eh mau kemana bang?" Tanya Hoseok.
"Ngadem." Jawab Suga singkat. Jangan ditanya lagi kalau dia sudah menjawab seperti itu. Karena jawabannya hanya satu ; tempat Wendy berada.
------------------------
Wendy hanya mengaduk minumannya sejak tadi. Terlihat tak berselera.
"Wen, diminum dong itu jus nya. Sayang tau." Seulgi menegur Wendy. Wendy hanya menghela nafasnya.
"Daripada sama jus, gue lebih sayang sama Suga." Jawab Wendy enteng. Dan Seulgi hanya menggelengkan kepalanya.
"Tau deh nih yang udah gila sama cinta." Ucap Seulgi sambil menekankan kata 'cinta'.
"Bang Yoongi udah kayak orang gila kalo masalah Seungwan." Tiba-tiba ada yang menyahut. Park Jimin.
Akhir-akhir ini dia dan Seulgi terlihat selalu bersama. Dimana ada Seulgi, disitu ada Jimin. Entah ada hubungan apa antara mereka berdua, Wendy tak terlalu ambil pusing. Toh jika benar ada sesuatu antara mereka, nantinya Seulgi akan bercerita pada Wendy tanpa harus ditanya sekalipun.
"Emang gila kali dia." Celetuk Wendy.
"Lo tuh sama cowok sendiri gitu banget." Seulgi menyahut.
"Bodo yang penting gue cinta." Jawab Wendy. Lagi-lagi Seulgi dan Jimin hanya mampu menghela nafasnya pasrah.
"Nih."
Tiba-tiba ada sebuah kotak di depan Seulgi, Jimin dan Wendy yang di lemparkan seseorang dari belakang.
Wendy tau betul suara itu. Suara berat yang selama ini menghiasi hari-harinya.
Wendy menoleh dan mendapati seseorang yang tersenyum manis padanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.