Author's POV
3 Bulan kemudian ....
sudah hampir 3 bulan lebih acara pertunangan yang menurut rara sangat romantis itu telah berlalu sekarang giliran mereka yang sedang mempersiapkan hari bahagia mereka yaitu pernikahan, setelah acara pertunangan itu kedua keluarga sudah sepakat tidak akan menunda nunda lagi acara yang sakral itu, tinggal menunggu kurang dari sebulan acara itu akan di laksanakan membuat rara dan rey di buat pusing dengan semuanya untung ada mama mama mereka yang siap membantu untuk mengurus semua jadi mereka hanya akan datang jika memang keadaan membutuhkan mereka dan hampir 3 bulan setelah acara tersebut kedua pasang tersebut hampir jarang bertemu karena seminggu setelah acara pertunangan berlangsung rara langsung kembali ke paris karena banyaknya pekerjaannya yang harus di selesaikan sedangkan rey harus pergi keluar negeri yang berbeda untuk mengurus anak cabang yang sedang barmasalah tapi meskipun mereka jarang bertemu komunikasi tetap saling terjaga
rey calling ..
"halo sayang " sapa rara pertama kali mengangkat telfon dari rey, mereka sudah mengganti panggilan mereka setelah acara pertunangan itu
" halo my fiance" balas rey
" kamu belum pulang kantor ?" tanya rey
" belum nih by aku masih di kantor kerjaan masih banyak banget kan kamu tau sendiri lagi kejar setoran buat di ajak nikah bulan depan " ucap rara sambil di akhiri dengan kekehan
" isshh kamu nih pulang yuk aku udah di lobby kantor kamu, kamu jangan capek capek kerjanya kayak calon suami kamu gak sanggup hidupin kamu 7 turunan aja " balas rey posesif, semenjak rey mengklaim rara menjadi tunangannya sifat posesifnyapun semakin keluar tapi meskipun begitu rara semakin suka dengan perubahan sikap rey
"kamu serius ada di lobby kantor aku, bukannya kamu bilang ada meeting di jepang hari ini " ucap rara kaget dan bahagia karena orang yang selalu di rindukannya berada di tempat yang sama dengan dirinya
" iya sayang turun gih aku tungguin di sini, jangan lama lama takut anak anak pada laper nungguin bundanya gak pulang pulang" ucap rey sambil terkekeh dengan balasan rara dia berhasil memberi kejutan untuk tunangannya itu
"oke tunggu aku 5 menit oke jangan kemana kamana awas kamu kalo sampek bohong" ancam rara dengan serius tapi senyum di bibirnya tidak memudar sekalipun
"ya hati hati jangan lari nanti jatoh aku gak bakal kemana mana kok beneran" balas rey dengan kekehan kecilnya, hampir 10 menit rey menunggu rara dan akhirnya rara pun keluar dari lift dengan senyum lebarnya
"sayang " teriak rara yang baru keluar dari lift merasa kenal dengan suara itu rey pun mendongakkan kepalanya kearah sumber suara dan benar saja dia melihat rara yang keluar lift dengan tergesa gesa menuju ke arahnya
"ya ampun aku kangen banget sama kamu " ucap rara yang langsung menghambur kedalam pelukkan rey dan rey yang mendapatkan serangan tiba tiba denga sigap membalas perlakuan rara
" kamu ini di suruh hati hati kok malah lari kan aku khawatir sama kamu kalo jatoh gimana kan sakit pastinya apa lagi kamu pakek high heels tinggi" ucap rey menggerutu dalam dekapan rara sedangkan rara yang mendapat teguran hanya bisa memasang wajah polosnya
"maaf deh maaf gak bakal ngulangi lagi, namanya juga kangen kamu tuh jarang banget pulang sekali pulang langsung ngasih kejutan kan kalo tau gitu aku bakal pulang cepat buat masakin kamu di rumah " ucap rara yang makin mengeratkan pelukannya ke pada rey, rey yang mendapat perlakuan itu semakin senang dan terkekeh kecil dengan tingkah rara yang tak berubah itu
"ya udah yuk pulang aku laper mau sampek kapan pelukan gini terus kita lanjutin di rumah aja kalo kamu masih kurang karena sekarang aku milikmu baby" ucap rey dengan di akhiri nada berbisik untuk menggoda rara, rara yang mendengar itu langsung saja mengurai pelukkannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated Problem ( Terbit)
Randommenurut adira semua ini terlalu tiba - tiba, banyak kejadian yang menurutnya tidak masuk akal. tepat sehari sebelum hari pertunangannya orang yang sudah menjadi pacarnya lebih dari 3 tahun membatalkan pertunangannya demi menikah dengan wanita yang e...
