CP - 45

13.1K 431 9
                                        


Author's POV

Siang itu rey sudah bersiap untuk berangkat ke rumah rara dengan memakai kaos putih di lapisi jaket sportif celana jins hitam dan sepatu cat warna putih, dengan gaya cool dan cerianya dia menuruni tangga sambil bersiul layaknya  anak abg yang sedang kasmaran

" azka ayo cepat nanti daddy tinggal nih " teriak rey sambil menuruni tangga

" aska sudah siap dali tadi dad" gerutu azka sambil bersidekap di depan tangga

" ya ampun kirain kamu belum turun " ucap rey tanpa rasa bersalah

" daddy dandannya lama aska sebel " ucap azka sebal sambil mencabik bibirnya

" maafin daddy ya sayang daddy janji deh besok besok daddy bakal lebih cepat " ucap rey memohon pada azka dengan puppy eyesnya

" promise" ucap azka sambil mengancungkan jari kelingkingnya

"Promise " ucap rey sambil membalas uluran kelingking anaknya

" udah ah ngambeknya yuk berangkat nanti gak jadi main lagi " ucap rey mengingatkan tujuan awal mereka

" oke dad let's go " ucap azka semangat

" let's go boy " ucap rey sambil mengikuti langkah azka yang sudah mendahuluinya

###

Tak butuh waktu lama rey sudah sampai di depan rumah rara saat ini rey ingin mengajak mereka semua jalan jalan dan bersenang senang mengingat apa yang di alami rara akhir akhir ini membuat hati rey sedikit sakit entah karena apa, tapi dia yakin kalo perasaan ini adalah rasa yang pernah dia rasakan beberapa tahun lalu atau melebihi apa yang dia rasakan dulu.

Setelah memasuki gerbang rumah rara dan memarkirkan mobilnya rey pun turun di ikuti oleh azka dari belakang, sesampainya di depan pintu rey memencet bel rumah itu tak perlu waktu lama terbukalah pintu rumah itu menampilkan wanita cantik si pemilik rumah.

" pagi " ucap rara dengan ceria

" ini udah siang ra" ucap rey menampilkan wajah kesal yang di buat buat

" eh iya iya siang jagoan bunda " ucap rara meralat ucapannya sambil cengengesan

" cumak azka doang yang di sapa daddynya gak di sapa nih " ucap rey merajuk

" ayo sayang masuk axel udah nunggu di dalem" ucap rara menggiring azka masuk dan mengacuhkan rajukan rey

" ya ampun ra kok gitu sih aku di anggurin" ucap rey yang tidak mendapat respon dari rara sedangkan rara terus saja berjalan dalam hati rara sudah terkikik geli dengan sikap bapak satu anak itu

" hai ma makin cantik aja " ucap rey yang menghampiri fefe karena di diami oleh rara

" ya harus dong, kamu kenapa kok gak sama rara malah deket deket sama mama katanya mau keluar" ucap fefe yang merasa heran dengan keduanya

" iya nih ma kacang sekarang mahal ya kok rasanya rey di kacangin mulu " rengek rey pada fefe sedangkan fefe yang mendengar itu hanya bisa geleng geleng kepala dan tersenyum tipis

" udah sana kalo kamu kayak gitu terus nanti  kalian gak jadi jalan lagi" ucap fefe menasehati

" aye captain" ucap rey menirukan gaya azka setelah mengatakan itu rey bergegas menghampiri rara dan kedua jagoannya

" asel aska mau main ini " ucap azka merengek yang di dengar oleh rey saat hampir mendekati mereka

" asel gak mau main ini aska main lobot lobotan aja yang kemarin " ucap axel menolah

Complicated Problem ( Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang