CP-30

15.6K 479 5
                                        

cepat atau lambat 

rahasia itu akan terbongkar ~

Author's POV

Waktu makan siangpun tiba rara yang sedari tadi meeting dengan kliennya dan di temani renzho selaku manager di perusahaannya, rara merasa klien yang di tanganinya kali ini lebih sulit dan memiliki banyak permintaan untung dia di temani oleh renzho karena jika ada renzho semua itu dapat di atasinya dengan mudah.

Satu jam kemudian setelah perbincangan dan diskusi yang sangat panjang akhirnya mendapatkan titik temu juga, klien mereka menyetujui apa pendapat renzho.

" terima kasih atas kerja sama anda pak, semoga nanti hasil yang ada inginkan bisa terwujud dengan bagaimana mestinya" ucap renzho mengakhiri meeting tersebut

"saya percayakan urusan itu dengan anda sir, menurut saya ide anda dapat menunjang perkembangan investasi di perusahaan saya" balas klien mereka

"kalau begitu saya dengan sekretaris saya mau pergi terlebih dahulu masih ada urusan yang saya harus selesaikan" ucap klien itu dan segera bangkit dari duduknya

" terima kasih atas kerja sama anda sir" ucap rara sambil berjabat tangan dengan kliennya

" ya miss callie saya permisi" balas klien mereka dan pergi dari depan mereka

" huaa aku lapar " ucap rara sedikit berteriak

"ya ampun sayang gak usah teriak teriak bisa kali, kamu gak malu apa" protes renzho atas kelakuan rara yang sedikit memalukan

"hehe maaf maaf kelepasan habisnya tuh klien ribet amat mintanya ujung ujungnya juga balik ke konsep awal jadi sebel" ucap rara dengan sedikit emosi gara gara kliennya tadi dan renzho yang melihat itu hanya bisa geleng geleng dengan sikap kekasihnya itu

"ya maklum aja kali yang dia kan investor terbesar kedua kita makanya bisa semena mena sama kita" ucap renzho menenangkan rara sambil mengusap usap puncak kepala rara

" ya tetep aja yang aku dikit bete, kalo buka investor terbesar udah aku tinggalin tadi" ucap rara sambil menekuk wajahnya dan mencebik bibirnya

" eh katanya tadi kamu laper yuk makan" ucap renzho mengalihkan pembicaraan mereka

" oh iya sampek lupa yuk aku pengen sushi nih kamu yang traktir ya kan aku lagi kesel jadi buat hibur aku lah" ucap rara sambil memperlihatkan puppy eyesnya

" ih kamu ya maunya bisa bangkrut kalo aku traktir kamu terus padahal kamu kan bosnya" cibir renzho sambil menarik hidung rara

" ih renzho sakit tau yah merahkan jadinya " protes rara dengan apa yang di lakukan renzho tadi

" jadi selama ini kamu gak ikhlas nih kan gaji kamu banyak lagian kalo habis juga nanti kamu aku gaji lagi wuekkk" ucap rara sambil menjulurkan lidahnya tidak mau kalah

" ya ya ngalah deh sama bu bos, eh itu restourannya yuk masuk" ucap renzho sambil menggenngam erat tangan rara menuju restourant yang mereka inginkan

Acara makan siang mereka habiskan dengan bercanda dan berbicara tanpa arah sejenak rara lupa denga masalahnya dan dia bisa tertawa puas

" yang kamu mau balik kekantor apa gimana nih?" tanya renzho setelah acara makan siang mereka

" oh iya aku lupa ada janji sama reynand, aku kekantor reynand deh yang lagian ini juga udah jam 3 sore mungkin aku gak balik kekantor sekalian jemput axel sama azka nanti udah janji soalnya" ujar rara memberi jawaban ke renzho sedangkan renzho hanya mangut mangut mendengarkannya

" oh gitu yaudah yuk ke basement nanti kita pisah di sana" jawab renzho sambil merangkul bahu rara. Sesampainya di basement akhirnya mereka berpisah untuk menuju ke tempat mereka masing masing

###

Di kantor reynand, reynand sedang berkutat dengan segudang dokumennya dia sedang melihat hasil meeting dengan kliennya tadi yang sudah di kirim oleh sekretarisnya. Sedang fokus fokusnya tiba tiba ada tamu yang masuk tanpa mengetuk pintu lebih dahulu

" hai rey sibuk banget ya" ucap rara si tamu itu langsung saja rara duduk di sofa ruangan rey

" eh ngagetin aja ra untung aku gak jantungan" ucap rey sambil mengusap usap dadanya seperti orang kaget

" lebay biasanya juga gak gitu, kalo karyawan kamu tau kalo bosnya ini lebay pasti mereka pada ilfeel ya sama kamu" ucap rara sambil memegang dagunya seperti berfikir

" jangan coba coba ya ra " ucap rey dengan nada di buat datar

"ihh takut" ejek rara

"oh ya katanya kamu mau lihatin hasilnya ke aku mana berhubung aku udah di sini nih" lanjut rara yang mengingat maksud kedatangannya kekantor rey

" oh ya bentar aku cari dulu" ucap rey mengingat janjinya kepada rara tadi

" nah ni ketemu" lanjut rey menemukan dokumen itu dan membawanya ke hadapan rara dan duduk di sebelah rara

" bentar ya aku baca dulu" ucap rara sambil membuka dokumen yang di serahkan rey tadi sedangkan rey yang berada di sampingnya hanya bisa berharap harap cemas dengan informasi yang sudah lebih dulu di bacanya tadi.

Perlahan namun pasti setiap kata yang di baca dengan seksama oleh rara seakan akan menampilkan fakta yang sudah lama dia cari, seakan akan hati dan fikirrannya berhenti berhenti untuk berkerja, mata rara semakin memanas dan menampilkan anak sungai di sana rey yang melihat air mata rara akan jatuh segera memeluk rara dari samping dan mengusap usap punggungnya menyalurkan kekuatan.

" ini beneran rey " ucap rara serak yang di jawab rey dengan anggukan

"jadi feeling aku bener ?" ucap rara lagi l dan di hanya di jawab anggukan sekali lagi

" ayah rey ayah, akhirnya aku bisa ketemu ayah lagi rey" ucap rara dengan senang tapi sedetik kemudian ada raut kesedihan yang di tampilkannya

" hey hey kok sedih ?" ucap rey yang melihat perubahan rara

" renzho berarti dia adik kandung aku" ujar rara lirih dan di angguki oleh rey

"jadi selama ini aku pacaran sama adik aku sendiri, terus perasaan aku sama dia hanya perasaan nyaman sama adik aku sendiri ini gak mungkin gimana bisa" ucap rara lirih

" ra dengerin aku deh" ucap rey sambil menghadapkan rara ke arahnya

" kamu gak salah mungkin seandainya kamu gak jadian dengan renzho mungkin kamu gak bakal tau di mana ayah kamu, mungkin ini jalan dari tuhan" ucap rey memberi pengertian

"kakak macam apa aku ini yang tega memberi harapan lebih kepada adiknya sendiri, tapi apa bener dengan dokumen dokumen ini" tanya rara yang masih tidak percaya

" bener kok dokumen itu akurat kalo kamu gak percaya coba aja kamu temuin ayah kamu siapa tau beliau mau jelasin" ucap rey memberi penjelasan

" tapi aku takut rey " ucap rara sambil merengek

" coba dulu aku selalu ada kok buat kamu" ucap rey meyakinkan, akhirnya rara pun mengambil hapenya dan memencet nomer yang ada di dokumen tersebut tak beberapa lama panggilan pun tersambung

" halo om bisa kita ketemu".


TO BE CONTINUE 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

MOGA KALIAN MAKIN SUKA 

VOTE AND COMMENTS  YA .........

17 NOVEMBER 2016

Complicated Problem ( Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang