EPILOG

31.7K 485 5
                                        


Author's POV

Hari ini adalah hari yang sudah di tunggu tunggu oleh semua orang terutama dari dua orang yang sudah mempersiapkan acara ini, ya hari ini adalag hari pernikahan rara dengan rey. Sudah sedari kemarin semua orang sibuk mempersiapkan acara ini terutama mommynya rara dengan mama rey tak luput juga mama reta juga ikut membantu dalam kesibukkan para ibu ibu yang mereka ciptakan sebenarnya mereka tak perlu repot repot seperti itu karena sudah ada WO yang mengurus semua keperluannya tapi kata para ibu ibu masih kurang lengkap tanpa ada campur tangan mereka.

Sudah sedari pagi rara mulai bersiap siap, hingga siang ini tepat acar ijab kabul akan di ucapkan dia sudah siap di kamarnya atau lebih tepatnya kamar hotel yang di gunakan dirinya saat ini untuk acara, dia hanya tinggal menunggu rey mengucapkan kata sakral itu dan dia akan keluar dari ruangan ini untuk menemui sang mempelai laki laki

" gugup sayang" ucap fefe yang mengagetkan rara yang sedari tadi gugup sambil meremas remas kedua tangannya untuk menghilangkan rasa kegugupannya

" iya nih mom dikit" ucap rara dengan senyum memaksa

" gak nyangka ya anak yang sedari dulu mommy rawat sekarang udah mau nikah cepet banget kamu gedenya ra" ucap fefe yang sudah berdiri di hadapan rara yang duduk

" mom " rengek rara pada fefe

" udah gede masih ngerekek sama mommy gini, gak malu sama anak anak" ucap fefe sambil mengelus elus kepala rara

" rara takut gak bisa jadi istri yang baik buat rey mom" ucap rara dengan wajah ragu dan mata sedikit berkaca kaca

" jangan nangis ah nanti mata kamu sembab masak yang punya acara wajahnya gak bahagia nanti di kira dinikagin paksa lagi" canda fefe

" ishh mommy" ucap rara sambil mencabikkan bibirnya

" dengerin mommy ya kalo kamu punya masalah apa pun itu percaya sama suami kamu, jangan menyimpulkan sesuatu yang belum ada buktinya nurut kata suami terus lakuin apa yang kamu bisa berubah jadi lebih baik inget kamu udah ada anak anak meskipun mereka bukan anak kandung kamu tetap rawat dengan semestinya jangan beda bedain mereka kalo kamu nanti punya anak sendiri nantinya, ya udah mommy ke bawah dulu nanti kalo udah waktunya mommy bakal jemput kamu nanti da sayang" ucap mommy sambil berlalu keluar dari kamar rara sedangkan rara termenung dengan ucapan mommynya itu meskipun mereka tidak memeliki ikat darah sekitpun tapi karena kebersamaan mereka yang saat intens yang membuat mereka memeliki ikatan seperti ibu dan anak

###

Sedangkan di ballroom hotel tempat di mana acara berlangsung semua orang sedang sibuk dengan kegiatan mereka sendiri para tamu undangan sudah banyak yang berdatangan, memeang saat ijab kabul ini hanya orang orang terdekat saja yang mereka undang sedangkan yang lain mereka akan mengundangnya nanti saat acara resepsi yang rencananya akan diadakan nanti malam

" sudah siap rey" ucap papa rey yang berdiri di samping rey

" rey siap " ucap rey mantap meskipun terselip nada gugup di dalamnya

" meskipun ini bukan yang pertama untukmu buatlah ini berkesan seperti saat kamu pertama kali mengucapkannya dulu, ingat ini pilihanmu jangan kecewakan papa untuk  kedua kalinya bahagiakan keluargamu dan jangan lupa buatkan cucu untuk papa" ucap papa rey yang awalnya berwibawa di akhiri dengan kerlingan jahil

" sip pa tenang aja untuk perkataan papa yang terakhir rey bakal kabulin secepatnya " balas rey dengan cengengesan papanya bisa membuat rasa gugupnya sedikit teralihkan

###

" SAH "

" SAHHH" ucapan itu terdengar di seluruh penjuru  ballroom hotek tersebut, kata kata itu seakan akan memebuat dia lega karena bebannya sudah hilang satu persatu dengan ucapan itulah dia juga sudah berganti status bukan duda beranak satu tapi sekarang dia adalah seorang suami dan ayah dari dua anak, menyebut kata anak dia sudah tidak sabar ingin menabah pasukan lagi di keheidupan mereka

Complicated Problem ( Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang