Bryan in mulmed❤️
Lo lucu, bawel, nyebelin, dan juga ngangenin. Hidup gue komplit klo ada lo terus-terusan. -Bryan
~~~~~~~~~~
Sepulang sekolah, Khanza duduk di bangku taman sekolah seraya menunggu Thomas menjemputnya. Tidak sendiri, ia menunggu bersama Risya. Pasalnya mereka berdua sama-sama mengikuti ekskul di luar ruangan. Sedangkan Lauren, ia sudah lebih dulu pulang karena perbedaan jam ekskul.
Secara mengejutkan, Khanza menyadari bahwa ia melihat Fadlan yang berjalan ke arahnya. Jantungnya berdetak ketika Fadlan menatapnya dengan intens. Segeralah Khanza membuang wajahnya ke depan.
Saat di rasakan Fadlan telah tiba dan berhenti di sampingnya, Khanza menarik tangan Risya agar berdiri.
"Balik sekarang aja yuk."
Risya mengernyit bingung, lalu ia menyadari bahwa ada Fadlan di sini bersamanya.
"Kayaknya gue yang harus balik deh," ujar Risya sambil melirik Fadlan yang sedang memperhatikan Khanza.
"Gue perlu ngomong sama lo," ucap Fadlan dengan nada dingin. Khanza memutar bola matanya dengan malas.
"Ngomong aja."
Ketika tidak ada jawaban dari Fadlan, Khanza menoleh ke arah lelaki itu.
Dengan gerakan cepat Fadlan menarik tangan Khanza hingga badan perempuan itu tertarik ke depan. Membawa Khanza pergi melewati perpustakaan yang kosong akibat hampir semua siswa sudah pulang ke rumah masing-masing.
"Lo apa-apaan sih?! Sekarang gue mau pulang dan lo gak perlu halangin gue lagi!" Sentak Khanza dengan nada yang mencekam. Saat Khanza hendak melangkah, tangannya di tarik kembali oleh Fadlan. Tetapi, Khanza mengibaskannya dengan kasar dan melanjutkan langkahnya dengan cepat.
Fadlan menatap punggung Khanza yang menjauh darinya. Lalu berbalik dan pergi dengan langkah gontai.
~~~~~~~~
Sore ini Risya dan Robert berada di sebuah taman yang sering sekali mereka kunjungi. Namun itu dulu, sebelum keduanya sibuk akan kegiatan sekolahnya yang semakin padat. Sore ini memang mereka ke tempat ini sekarang, pasalnya Robert mengajak Risya untuk mampir sebelum pulang dengan alasan ingin menghabiskan waktunya bersama Risya.
Menikmati ice cream sambil memandang sungai di hadapannya membuat Risya nampak tenang dengan suasana ini.
Tapi tak berlangsung lama, suara Robert terdengar.
"Lo tunggu sini bentar ya, gue mau ke toilet," ucap Robert seraya berdiri sambil membawa wadah ice cream yang sudah habis ke tempat sampah.
Risya hanya mengangguk.
"Awas aja lo sampai gak ada di sini setelah gue pergi! Inget apa kata gue, jangan kemana mana!" Setelah itu Robert pergi meninggalkan Risya.
Sekarang ice cream yang di makan Risya telah habis. Segera ia membuang nya ke tempat sampah dan duduk kembali sambil memainkan ponselnya.
Tak lama, Risya merasakan kedua matanya di tutup.
"Apa-apaan dah ini! Sumpah, yang nutup mata gue bakalan gue santet! Woi, lepasin pokoknya!" Jerit Risya sambil berusaha melepaskan tangan yang menempel di kedua matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEGALANYA
Genç KurguKisah cinta kami itu rumit, berbelit, dan berbeda dengan kisah cinta pada umumnya.
