BAB I - Us -

1.1K 67 14
                                        

" Lo mau kan jadi pacar gue..?"  kata Keiry dengan mengerahkan seluruh tenaganya.

Cowok yang ada di hadapannya pun langsung terkesiap kaget. Dia terdiam beberapa saat sambil menatap lurus dari balik kacamata bingkai hijau neonnya. Tatapannya lurus mengarah langsung ke jantung Keiry melalui maTanya.

Di lain sisi....

Dain tengah melangkah dengan santainya menuju ke rumah kaca milik sekolah untuk mengecek beberapa tumbuhan yang minggu lalu tengah ia amati. Walau maTanya tengah sibuk menatap kea rah buku agenda miliknya, namun langkahnya tetap dangan mantap melangkah Tanpa kendala. Seakan kakinya memiliki maTanya sendiri  untuk melihat jalan.

Hinga ia sampai di tikungan samping rumah kaca, ia mendengar ada suara seseorang yang sangat ia kenal. Dan itu suara Keiry. Dain berhenti sesaat mencoba mencerna kalimat yang baru saja ia dengar.

Kalimat yang di ucapkan Keiry barusan.  Nggak lama ia pun paham apa perkataan Keiry barusan, dan situasi macam apa yang terjadi. Saat itu lah,dengan tergopoh-gopoh Dain mulai berlari berusaha masuk ke dalam rumah kaca.

Sementara didalam rumah kaca...

"OK!! Gue mau, gue juga suka kok sama lo!" kata Dein mantap.

Mata Keiry langsung membulat lebar Tanda nggak percaya.

Dein melangkah mendekati Keiry. " Lo udah nembak gue berkali-kali. Mana mungkin gue bisa tega teru-terusan nolak lo..." langkah Dein semakin mendekat.

" Kegigihan lo bikin gue sadar seberasa besar lo cinta sama gue..." Dein berhenti tepat di hadapan Keiry. Dipandangnya wajah Keiry yang mulai memerah.

"Kenapa? Lo malu?...ah, gemesin banget... gue jadi pengen nyium lo deh..." kata Dein sambil mendekatkan wajahnya kea rah wajah Keiry.

Tubuh Keiry langsung menegang. Bingung harus bagaimana.

Tepat pada saat itu Dain sudah membuka pintu rumah kaca dan langsung melemparkan buku agendanya kearah kepala Dein yang tengah memunggunginya.

PLETAK!!!!

Agenda tebal itu cukup keras menghantap tepat kepala Dein, hingga kacamata yang tengah dipakai Dein pun hampir melompat dari hidungnya. Dein sama sekali tidak mengaduh, dia hanya menahan sakitnya dengan cara mengatupkan rapat-rapat kedua bibirnya.

Keiry terkejut sekaligus bingung melihat agenda terbang di atas kepalanya setelah menghantam kepala Dein dengan keras. Ia lantas memiringkan badannya, mencoba melihat si pelaku pelemparan agenda yang ada di ambang pintu. Dengan sangat jelas mata kery melihat Dain lain tengah menatap dengan kesal kearahnya. Lebih tepatnya kearah Dein yang ada di hadapannya. Saat itulah, Keiry baru sadar apa sebanrnya yang terjadi.

"Kalo yang berdiri disana Dain..jadi yang berdiri dihadapan gue..." gumam Keiry sangat pelan sambil melirik perlahan kearah Dein.

"Ngapain lo?" Tanya Dain angker.

Dein meringis garing sembari memutar badannya menghadap kea rah Dein yang tengah menatapnya dengan tajam.

"Gue... kan lagi bantuin lo..."jawab Dein sambil tersenyum sok imut kearah Dain.

" Bantuin apaan?! Siniin kacamata Gue!!" sahut Dain dingin.

Sekali lagi Dein nyengir sambil melangkah mengembalikan kacamata Dain yang tadi ia pakai.

Kini Keiry pun semakin sadar dengan apa yang barusan terjadi.

"Kalian...kalian sekongkol ngerjain gue ya...." Ucapnya lirih dengan muka yang sangat merah padam. Keiry merasa sangat malu untuk saat ini.

TWINKLE LITTLE BROMANCE (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang