Sejak kejadian itu, sikap Dein kembali menyebalkan pada Jill. Ia kembali cuek dan kembali sibuk dengan Keiry yang menurut Jill pacarnya Dein sekarang. Jill sendiri pun seperti biasa, ia sudah disibukkan dengan sekolahnya. Tugas-tugas yang menumpuk membuatnya bisa sedikit menghindari kontak dengan Dein. Sementara Dain, dia sangat sibuk dengan jadwal ngartisnya, tapi ia tetap perhatian pada adik kesayangannya. Jill. Kalau dia nggak ada job, dia pasti sekolah. Dan di sekolah dia pasti ngabisin waktu istirahat sama Jill. Dirumah juga gitu. Dia selalu nempel sama Jill.
Seperti saat ini, Jill lagi nemenin Dain berenang di kolam renang di lantai atas rumah. Sudah hampir 2 jam mereka berenang kesana kemari. Bahkan adu lompat dari samping kolam. Ya, Dain selalu berhasil menghibur Jill.
"ampun kak, Jill nyerah!!" kata Jill kemudian berenang ke pinggir kolam setelah melalukan lompaTan dari pinggir kolam.
"hahahaha.." Dain hanya tertawa sambil kemudian ikut menyusul berenang ke tepi kolam.
"capek?" Tanya Dain sambil berdiri terlebih dahulu. Sementara Jill ia masih terduduk di pinggir kolam.
"ho oh. Nyerah deh!" jawab Jill sambil mengibas-kibaskan Tangannya Tanda menyerah.
"hahahahaha...mau minum?" Dein menawarkan diri untuk mengambilkan minum di lantai dasar. Mereka lupa membawa minum saat naik ke sini. Mau memanggil mbah nor juga kasian. Si embah sudah tua. Manggil mbak kus juga kayaknya mbak kus lagi sibuk nyuci tadi di pekarangan belakang.
Jill mengangguk.
"minum apa?"
"terserah deh kak. Tapi minuman bersodah enak kayaknya. Nyes nyess gimana gitu" jawab Jill kemudian sambil mengekspresikan nyes-nyes nya minum minuman bersoda itu kayak gimana.
"hahaha...ok ok! Tunggu ya" kata Dain kemudian mengacak-acak rambut Jill dan pergi menuruni Tangga menuju lantai bawah.
Tinggallah Jill seorang diri. Beberapa menit selapas Dain pergi ia hanya clingak-clinguk. Kemudian merasa bosan ia lalu kembali masuk ke dalam air. Berenang sebentar dan menenggelamkan dirinya bak segumpal batu yang langsung tenggelam di dasar kolam.
Saat itu tiba-tiba pikirannya perlahan kembali mengingat kejadian dimalam hari saat ia meminta Dein untuk kembali padanya. Itu benar-benar moment tergila di hidup Jill. Apalagi walau sudah memohon, tetap saja Dein nggak bisa kembali padanya. Dan Jill hanya mendapat perktaan 'maaf'darinya.
"maaf karena nggak bisa meninggalkan Keiry. Keiry yang cantik. Keiry yang rambutnya panjang dan lurus alami. Tapi kan rambutku juga lebih panjang dari dia. Walalu pun nggak lurus alami kayak dia" batin Jill di dalam air.
Semakin ia memikirkan hal itu, semakin membuatnya jadi jengkel, sebel, kesel dan sakit hati. Tanpa sadar Jill langsung menyemburkan seluruh napas yang sedari tadi ia tahan di dalam air. Sedeti kemudian ia langsung muncul di permukaan sambil ngos-ngosan. Cukup lama juga Jill menahan napas di dalam air.
"hosssh...hosssh...!! hossh..!" napas Jill memburu. Ia kemudian segera menarik napas dan berenang ke tepi kolam.
Sesampainya di kolam Jill masih sibuk mengatur napasnya. Meskipun begitu pikirannya masih saja nyantol ke Dein dan Keiry yang semakin dekat dan lengket. Tiap kali ia bertemu dengan mereka di kaetarian pasti keduanya nampak tengah bercanda gurau. Entah itu ada Wian si cecungukna Dein ataupun nggak ada dia. Kalau sudah kayak gitu Jill pasti memilih balik badan dan pergi sejauh-jauhnya dari tempat itu. Hatinya belum bisa menerima hubungan Dein dan Keiry yang makin terlihat jelas.
Tap..tap..tap...
Terdengar suara langkah kaki yang tengah menaiki anak Tangga. Jill langsung menoleh kearah daTangnya suara langkah kaki itu. Ia kemudian mengakat tubuhnya ke permukaan. Dipasangnya senyum manis menyambut kedaTangan kakak tercinTanya. Siapa lagi kalau bukan Dain.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINKLE LITTLE BROMANCE (Completed)
RomanceKembar identik tidak selamanya selalu sama. Ada dua otak yang memiliki pemikiran yang berbeda. Watak pun jelas sangat berbeda. Apa jadinya bila keduanya memiliki dunia mereka sendiri? Sang adik yang notabene artis terkenal dengan puluhan juta fans f...
