"Anjing! Gue tau ya lo nggak dateng ke klinik yang gue bilang!!" maki Kana seketika begitu sambungan terhubung.
Keiry terjingkat seketika begitu mendngar makian Kana di tlefon yang baru saja ia angkat. Ia nyaris saja menyemburkan makanan yang tengah ia kunyah.
"Kenapa Key?" tanya sang mama yang berada di seberang meja makan.
"Nggak apa-apa, Ma. Sebentar, Key nerima telfon dulu" pamit Keiry yang kemudian bergegas meninggalkan meja makan dan naik ke menuju kamarnya.
"Kalau lo bebel buat mertahanin itu anak haram, Ok! Gue sebar semua foto-foto lo sama Dain ke sosmed. Hancur hancur deh karir tuh anak! Biar kita hancur bareng-bareng!!" maki Kana lagi disela langkah cepat Keiry.
"Kana...tunggu.. tunggu, apa maksutmu?" tanya Keiry begitu ia sudah mengunci pintunya dari dalam.
"Lo bangsat! Lo ngadu ke Dein kan. Minta bantuan Dein! Udah dibilang jangan bilang siapa-siapa soalnya ini nyangkut karir Dain, elo malah ngadu ke Dein!!"sentak Kana.
Keiry terdiam. Kini ia sedikit mengerti apa pemicu kemurkaan Kana saat ini.
"Dein...?" ulang Keiry.
"Ya! DEIN!! Barusan dia nyamperin gue di Korea! Lo ngomong apa aja ke Dein, sampai di bela-belain terbang dari Jakarta buat ketemu gue dan marah-marah sama GUE! Tai lo!!" Kana makin murka.
Keiry menarik napas dalam, lalu menghembuskannya dengan perlaha. Ia memijat keningnya. Ia tak habis dengan tindakan yang di ambil Dein. Bukannya ia minta untuk membiarkan terlebih dahulu dan biar dirinyalah yang membereskan hal ini. Kenapa dia malah mendatangi Kana dan membuat medusa ini mengamuk seperti ini?
"Lo nyuruh Dein kan? Karena lo ngerasa nggak bisa ngelawan gue jadi lo nyuruh Dein buat marah-marah ke gue!! Iya kan?!!" Sentak Kana lagi begitu keras hingga membuat Keiry menjauhkan sejenak HP nya dari telinganya.
"Nggak. Gue nggak nyuruh dia apa-apa, Kana. Sumpah demi tuhan!!"
"Tai lo!! Sekarang lo mau nggak mau harus ikut permainan gue. Gue jadwalin ulang buat aborsi minggu depan. Dan lo kudu pastiin lo beneran dateng!! kalau lo nggak dateng gue sebar semua foto-foto lo sama Dain!! BIAR KITA ANCUR BARENG!! KARIR DAIN, TAMAT!!"
TUUUUUUT!!!
Sambungan terputus begitu saja.
Keiry terdiam seketika. Pandangannya kosong menerawang jauh kedepan.
"Hhhhh.."Ia menarik napas dalam yang langsung dihembuskan nya hingga terasa kosong di dalam rongga dadanya.
Ia menyibakkan rambut panjangnya kebelakang dan menyandarkan punggungnya ke pintu kamar. Ia mendongak menahhan airmata yang mulai bercucuran. Mengelus calon bayi yang berada di dalam perutnya.
"Hiks...hiks...." Ia sesenggukan. Menangis penuh tekanan.
Ia membiarkan tubuhnya merosot dan jatuh terduduk di atas lantai. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa hubungannya akan seperti ini. Bahkan ia mendapat banyak tekanan di saat ia tak sengaja hamil anak mereka.
ia ingin Dain tahu. Ia harus tahu..
Tapi karirnya..
Saat ini, Keiry ingin sekali menjadi orang egois yang hanya memikirkan dirinya seorang. Dan tidak akan peduli dengan orang lain.
Tapi sayangnya, ia tidak dilahhirnya ke dunia dengan sifat semacam itu.
"Dain....." rengek Keiry pilu.
Ia benar-benar menangis berurai airmata.. tapi hanya air mata yang tak bersuara. Tangisnya tak bersuara...sangat menyakitkan...
****

KAMU SEDANG MEMBACA
TWINKLE LITTLE BROMANCE (Completed)
Romance(Cerita Ini Dipindahkan Ke Fixxo. Temui aku dan semua karya terbaruku disana ya gays) kembar identik tak selamanya selalu sama. ada dua otak yang memiliki pemikiran yang berbeda. Watak pun jelas sangat berbeda. Apa jadinya bila keduanya memiliki du...