Dain menepuk punggung Dein pelan. Dein pun menoleh kearahnya.
"santai, nggak usah nerves kayak gitu" kata Dain sambil tersenyum geli melihat kakak kembarnya terlihat sangat gugup.
"lo mah udah biasa. Lha gue??" sahut Dein sambil menunjuk dirinya.
"pokoknya senyum dan jangan kaku. Ok?" kata Dain memberi petunjuk.
Dein mengambil napas dalam dan membuangnya perlahan. Akhirnya mengangguk. Melihat Dein mengangguk, Dain pun ikuTan mengangguk sambil menatap bang Ed yang ada di hadapannya. Bang ed kemudian ikuTan mengangguk lalu berbalik dan berjalan keluar menuju meja panjang dengan banyak mic yang tergeletak di atasnya.
Dibelakang bang ed, muncul lah Dain yang langsung disambut dengan sorakan bahagia dan tepuk Tangan meriah. Sedetik kemudian muncullah Dein dengan sedikit canggung.
Seketika itu juga ruangan konverensi pers itupun senyap, di ganti dengan renteTan bunyi jepreTan kamera dan kilaTan flash kameran. Dein makin gugup saja, kakinya terasa lemas. Ingin sekali ia berbalik arah kembali kedalam namun Dain buru-buru mengandeng Tangan Dein dan menuntunnya untuk duduk di samping. Duduk di antara bang ed dan dirinya. Seakan Dain mengerti kalau Dein ingin melarikan diri.
Begitu mereka bertiga telah duduk. Mereka pun untuk sesaat diam di tempat, memberi kesempaTan untuk para pers dan juga fans-fans Dain mengambil foto.
Beberapa menit kemudian bang ed mulai mengoceh membuka acara konferensi pers yang sengaja di adakan setelah Dain sembuh total dari operasinya. Total sudah hampir 2 bulan Dain rehat dari yang namanya muncul di TV.
Karena pengaruh Moon, sang Mami lah semua info tenTang Dain dan Dein total tersembunyi dari masyarakat. Dan baru sekarang inilah Dain muncul kembali dalam jumpa pers yang juga memunculkan sosok Dein untuk pertama kalinya.
"nah, ini loh yang namanya Dein itu" kata bang ed memperkenalkan Dein yang duduk di tengah-tengah antara dirinya dan Dain.
Dein hanya tersenyum kecil dan tipis. Ia benar-benar gugup dan malu.
"gimana? Mirip nggak sama si Dain? Ya jelas mirip lah!! Wong kembar!! Ya nggak?!" canda bang ed yang langsung mendapat sambuTan tepuk Tangan dan tawa semua peserta pers.
Salah seorang pers mengajukan permintaan. " perkenalin diri dong mas Dein, boleh? Sambil berdiri" pinTanya.
Dein menoleh kearah Dain. Dain mengangguk dan menyuruhnya untuk melakukan hal itu. Denga canggung Dein berdiri.
Pandangannya menebar kesepenjuru ruangan yang penuh sesak itu.
"halo.." sapa Dein gugup.
Semua langsung bersorak gemas. Terlebih fans Dain, mereka menjerit-jerit nggak karuan. JepreTan kamera dan falsh kamera skali lagi memenuhi ruangan.
"Nama saya Geidein leander hakkanov. Panggilan saya Dein. Saya lahir 4 menit lebih dulu dari Dain. Terimakasih" begitu menyampaikan itu Dein langsung duduk dengan cepat.
Sekali lagi gemuru sorakan menggema kesempenjuru ruangan.
Dain langsung cekikikan.
"gantian Dain dong!" pinta wartawan lain.
Tanpa banyak cin cong Dain langsung berdiri. " kalo saya.. nama saya Huidain neofito hyokanov, panggilannya Dain" Dain kemudian duduk sambil tertawa kecil.
Dain sendiri nggak kalah mendapatkan sorakan yang bergemuru.
"ok. Sudah kenalannya. Sekarang to the point ke inti masalah. Silahkan Dain buat bercerita" kata bang ed mempersilahkan Dain.

KAMU SEDANG MEMBACA
TWINKLE LITTLE BROMANCE (Completed)
Romance(Cerita Ini Dipindahkan Ke Fixxo. Temui aku dan semua karya terbaruku disana ya gays) kembar identik tak selamanya selalu sama. ada dua otak yang memiliki pemikiran yang berbeda. Watak pun jelas sangat berbeda. Apa jadinya bila keduanya memiliki du...