Derap langkah rombongan sang penguasah gedung membuat keheningan mendadak untuk lantai ke 4 gedung tersebut. Semua mata langsung tertuju kepada sosok bersetelan jas berwarna navy. Disampingnya ada sang sekretaris terhandal dan terkece dalam balutan jas abu-abu. Dibelakanh keduanya terdapat beberapa orang yang memiliki jabatan sedikit tinggi di bawah sang penguasa. Lalu di belakang sendiri para bodyguard berbadan kekar dengan jas hitamnya senantiasa mengekori sang pemimpin dari jarak radius 4 meter.
Salam dan sapaan kepada sang penguasa membuatnya menebar senyum kepada para pegawai yang sangat royal kepadanya itu.
"Jadwal gue?" Tanya Dein kepada Wian yang segera mengeluarkan smartphone tercanggihnya.
Sekretaris kekinian.
"Lo...nggak ada jadwal penting. Cuma.. ada janji sama wakil presdir Misha corp" ujar Wian sembari menggesek-gesek screen HP nya.
"Misha corp??.." ulang Dein yang menghentikan langkahnya.
Sedikit lebih lambat Wian baru menyadari bahwa bosnya tengah berdiri sambil memandangi. Wia memutar badannya dan kembali berjalan mendekati sang bos.
"Kenapa??" Tanya Wian.
"Misha corp...?? Ah, yang proposal itu ya" Dein ternyata sedang mengingat sesuai.
"Hem bener. Proposal pengajuan yang itu" Wian membenarkan.
"Dia disini?" Tanya Dein kembali melangkah.
"Dia ada di ruang tamu investor. Sudah sekitar sejam nunggu" Wian mengikuti.
"Sejam ya... Dia yang lagi kena kasus itu kan?"
"Iya. Dan karena kasusnya itu....dia dtinggal banyak penanam modal. Makanya kayaknya satu-satunya harapan dia ya perusahaan kita. Karena itu...dia kayaknya nggak mau nyerah and nungguin lo dari tadi" jelas Wian.
Dein diam untuk beberapa detik.
"Ok..gue nemuin dia" ucap Dein yang kemudian berbelok ke lorong sebelah kanan, bukan lurus ke arah kantornya.
Wian bergerak dengan cepat. Ia menginteruksikan para rombongan yang mengintili Dein untuk bubar. Kemudian ia berjalan mengikuti Dein yang sudah masuk ke dalam ruang tamu investor.
"Misha corp" sapa Dein begitu ia membuka pintu ruangan.
Lelaki yang tengah duduk termenung itu segera berdiri.
"Mr. Dein!" Sapanya girang karena berhasil bertemu langsung dengan orang paling berpengaruh ke 3 di DOMINIC ENTERPRISE.
"Maaf, seperti anda cukup lama menunggu saya. Silahkan duduk!" Dein mempersilahkan lelaki itu untuk duduk sedang dirinya duduk di sova yang bersebrangan.
"Tidak. Saya tahu anda memang sangat sibuk" lelaki itu benar-benar berusaha membuat Dein bersimpati padanya.
Dein tersenyum tipis. Ia merasakan besarnya usaha lelaki yang duduk diseberangnya itu untuk membuat dirinya mau menjadi salah satu investornya.
"Saya sudah membaca proposal anda..."Dein menggantungkan kalimatnya, karena ia melihat wajah lelaki itu berubah penuh harap. "Saya akan menjadi investor anda" lanjutnya dengan senyum tipis.
"Hhhh...." Lelaki itu mendesah berat nan lega. Lalu tersenyum penuh haru.
Dein membalas senyuman itu.
"Terimakasih banyak, Mr. Dein!!" Ucapnya menggebu-gebu.
"Kalau tidak salah, kita seumuran kan. Anda bisa memanggil saya Dein. Bagaimana..Emeris??" Ucap Dein mencoba berakrab ria.

KAMU SEDANG MEMBACA
TWINKLE LITTLE BROMANCE (Completed)
Romance(Cerita Ini Dipindahkan Ke Fixxo. Temui aku dan semua karya terbaruku disana ya gays) kembar identik tak selamanya selalu sama. ada dua otak yang memiliki pemikiran yang berbeda. Watak pun jelas sangat berbeda. Apa jadinya bila keduanya memiliki du...