Ronov hanya bisa berdiri sambil berdecak pinggang memandangi anak sulungnya yang duduk di kursi atap rumah orangtuanya. Sudah kesekian kali ia mendesah berat dengan tatapan mata seakan tak habis pikir yang ia tujukan pada Dein.Dein sendiri hanya bisa duduk terdiam dengan sorot mata kearah lantai. Sesekali ia mencuri lirikan kearah Jill yang duduk di sampingnya. Jangan tanya kondisi Jill. Ia sudah menangis sesenggukan sedari awal Renov memergoki keduanya tidur dalam keataan hanya CD bawah yang melekat pada masing-masing tubuh.
Dan tangis Jill makin menjadi begitu Youn Ho datang. Ia sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya. Bahkan memandang Radit, sang ayah yang selali berada di pihaknya pun ia tak mampu.
"Hhhh...kalian nikah aja ya?" Tawar Ronov memecahkan keheningan ke 5 orang dewasa itu dan juga 2 anak muda itu.
Kepala kedua anak muda itu seketika terngkat dan mendongak kearah Ronov. Keduanya melempari Ronov dengan pandangan tak percaya.
"Pap, nggak harus nikah juga kan. Dein udah bilanng berkali-kali, Dein nggak ngapa-ngapin Jill. Kita cuma ketiduran-"
"Dengan telanjang!" Sahut Moon yang memutus perkataan anaknya sendiri.
Dein menoleh kearah Moon yang memandangnya dengan pose big bos nya. Kedua tangan yang menyilang di depan dada.
"Kita masih pake CD" sanggah Dein dengan intonasi rendah yang menunjukkan ketidak nyamannya akan tuduhan sang ibu.
"Still bugil. Ada atau nggak adanya CD" Moon pun tak mau merubah perkataannya.
Dein memutar manik matanya. Perlahan ia menghela napas dan menundukkan kepalanya seraya mengusap wajahnya gusar.
Ia lelah dengan kesalah pahaman yang menyudutkan dirinya ke sudut lelaki kurang ajar. Meniduri pacarnya yang baru saja lulus sekolah. Padahal mereka hanya tertidur dan dia tidak meniduri Jill sama sekali.
ia kesal melihat Mami nya yang sangat berambisi dan mengambil kesempatan ini untuk memaksan dirinya menikah muda dengan Jill. Bukan ia tidak mau. Ia pasti akan menikahi Jill, ia tidak mau kehilangan wanita yang sangat bisa mengendalikan dirinya. Mana ada lagi sih wanita yang betah dengan ketengilannya kalau bukan Jill.
Gadis mana lagi yang akan bisa berkompromi dengan segala kekurangannya. Siapa yang akan bisa kalau bukan Jill.
tapi bukan sekarang, Ia tidak mau menikah di umur semuda ini. Apa lagi Jill. Ia baru saja lulus SMA. Ia pasti ingin menikmati masa-masa jadi seorang mahasiswinya sebagai seorang single, bukan istri seseorang.
"Visum.." celetuk Dein tiba-tiba. Ia teringat akan jalan keluar yang akan membebaskannya dari tuduhan sebagai laki-laki kurang ajar.
Kelima orang dewasa itu pun menoleh kearah Dein.
"Visum. Jilla harus di visum. Biar kalian tahu sendiri kalau aku beneran cuma ketiduran sama Jill dalam kondisi pakai CD doang. Nggak ada yang lain..nggak ada kejadian lain yang terjadi selain tidur!" Jelas Dein penuh keyakinan.
Jill memandangi Dein. Sesaat ia sempat bingung. Namun kemudian ia mengerti akan maksut kekasihnya itu. Ia ingin membebaskan Jill dari jeratan nikah muda yang sangat mengerikan di dalam benaknya. Walaupun ia akan menikah dengan lelaki yang sangat ia cintai. Tapi menikah di usia sedini ini.. membuatnya sangat ketakutan.
"Iya! Jill visum! Jill mau kok visum!" sambar Jill kemudian menyakinkan semua orang tua yang tengah berdiri mengelilinginya.
Sunyi sesaat.
"Ehem!" Youn ho berdehem. "Udahlah. Mereka beneran nggak ngapa-ngapain. Kalian ini... bisa nggak lebih dewasa dikit. Ini sama aja kalian maksain kehendak kalian" Ucap Youn Ho yang dari awal memang percaya akan perkataan kedua anak muda itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
TWINKLE LITTLE BROMANCE (Completed)
Любовные романы(Cerita Ini Dipindahkan Ke Fixxo. Temui aku dan semua karya terbaruku disana ya gays) kembar identik tak selamanya selalu sama. ada dua otak yang memiliki pemikiran yang berbeda. Watak pun jelas sangat berbeda. Apa jadinya bila keduanya memiliki du...