@1 minggu kemudian
"Saya tinggal dulu, kalian coba pecahkan soal selanjutnya. Nanti kita bahas soalnya kalo saya kembali. Saya hanya sebentar" pamit Bu Mia guru matematika yang di utus unduk menjadi mentor dan pendamping untuk olimpiade matematika 1 minggu lagi.
Dein mengangguk lalu merentangkan kedua Tangannya dan menggeliat begitu bu mia menghilang dari ruangan. Sebenarnya Dein sama sekali nggak tertarik ikut beginian. Dia bukan orang yang suka berkompetisi dalam hal aPapun.
Tapi gara-gara Dain yang semula memiliki jadwal supersibuk di bidang keartisannya, maka Dein lah yang di tunjuk sebagai penggantinya. Pengganti sudah di tunjuk dan nama sudah di daftarkan, eh ternyata Dain malah dapat cuti libur yang panjang dari managementnya.
Kalau memikirkan hal itu Dein jadi agak kesel juga.
Dein melirik kea rah Keiry yang tengah melamun di sampingnya. Di senggolnya siku Keiry pelan. Gadis cantik berambut sepunggung itu pun tersentak kaget lalu menoleh kea rah Dein.
"Ngelamun?" Tanya Dein.
Keiry tersenyum sungkan. " Sorry. Hehe..ngelamun bentar kok" jawabnya.
"Bentar apaan.lumayan lama loh lo bengong dengan posisi yang sama kayak tadi. Untung Bu Mia nggak nyadar kalo lo bengong"
"Ah...masa?" Keiry sedikit terkejut mendengar perkataan Dein. Ia jadi merasa sangat nggak enak sama Dein.
"Ah Kei..lo sebernya nggak niat kan buat lanjut ikuTan beginian, soalnya bukan Dain yang jadi pasangan lo. Tapi gue. Ya kan?" Tanya Dein sok ngerti banget.
Keiry melirik Dein aneh.
" Nggak apa-apa kok Kei. Gue ngerti, gimana kalo kita mengundurkan diri aja. Kita bilang ke bu mia kalo kita nggak siap" ternyata Dein menegosiasi si Keiry agar mau mengundurkan diri dari olimpiade ini.
Keiry langsung menempeleng kepala Dein.
"Bilang aja kalo lo mau mengundurkan diri. Nggak usah ngajak gue. Dasar!" sentak Keiry.
Dein berhasil mengelak dari tempelengan Keiry.
" Hehe..."cengirnya.
"Gue nggak akan mundur, walaupun dengan atau tanpa Dain yang jadi patner gue" kata Keiry mantap. " Lagian nggak ada hubungannya olimpiade sama hubungan gue sama Dain" gumam Keiry lemah.
Saking lemahnya Dein sama seklai nggak mendengar gumaman Keiry.
"Yakin? Tapi kok akhir-akhir ini lo jadi agak kendor gitu. Lo jarang banget bisa focus seperti awal-awal kita latihan" Dein mengkoreksi.
Keiry melirik Dein sekilas. Lalu mencoba tersenyum.
"Kenapa? Lo ada masalah?"
"Gue lagi nyoba buat move on dari Dain" sahut Keiry cepat. Tanpa menoleh ke arah Dein.
Mata Dein langsung terbelalak nggak percaya dengan apa yang ia dengar.
" Apaan lo bilang tadi?" Tanya Dein.
"Gue mau move on dari Dain!" ulang Keiry mantap.
"Kenapa?" Tanya Dein lagi tampa sadar menggeser tempat duduknya mendekati tempat duduk Keiry.
"Gue baru tau kalo Dain..benar-benar nggak punya hati sama sekali. Selama bertahun-tahun imi gue udah salah mencintai orang"
"Kenapa lo bisa mikir kayak gitu?"
"Ingat kejadian waktu dia ngelempar lo buku agenda di kafetaria seminggu yang lalu?" Tanya Keiry menngingatkan.
Dein mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINKLE LITTLE BROMANCE (Completed)
RomanceKembar identik tidak selamanya selalu sama. Ada dua otak yang memiliki pemikiran yang berbeda. Watak pun jelas sangat berbeda. Apa jadinya bila keduanya memiliki dunia mereka sendiri? Sang adik yang notabene artis terkenal dengan puluhan juta fans f...
