Suara jalanan kota Los Angeles yang berisik membuat Tiara membuka matanya pelan. Sesekali dia mengerjap saat melihat matahari sudah memasuki ruangan hotel dari setiap sudut jendela kaca yang ada. Dia terlambat bangun. Mungkin karena perbedaan waktu hingga tubuhnya masih belum menyesuaikan. Sejenak, perempuan itu mengerang pelan atas pemandangan yang dilihatnya dari atas sini. Kamar hotel yang dia tempati memang berada cukup tinggi dari atas tanah hingga Tiara dapat melihat pemandangan kota LA yang sibuk sangat indah dari jendela kaca kamar mereka.
Javier benar, kamar ini ternyata sangat mewah, tempat tidurnya yang dialas dengan selimut angin yang hangat terasa cukup empuk, ditambah lagi dengan pemandangan kotanya yang indah. Semalam Tiara tidak sempat melihat-lihat interior kamar lebih detail karena tubuhnya yang memang lelah, namun pagi ini setelah tubuhnya cukup segar ditambah cahaya matahari siang yang masuk, barulah dia sadar bahwa kamar ini benar-benar the real deal.
Apalagi semua biaya sewa kamarnya ditanggung Javier.
Satu-satunya kekurangan dari kamar ini ialah Tiara yang harus membaginya dengan atasannya yang mesum itu. Gadis bersurai coklat acak-acakan khas baru bangun tidur itu berdecak. Dia tidak melihat Javier ada dimana-mana. Pemuda itu pasti sedang mandi, terdengar dari suara keran air yang menyala di kamar mandi.
Tadi malam, setelah Javier mengatakan mereka akan tidur bersama, Tiara bersikeras untuk membeli kamar satu lagi walapun dia tidak membawa cukup banyak uang di kartunya yang sekarang. Biarlah kamarnya pas-pasan asal tidak dengan pemuda berharum ranjang seperti Javier, pikirnya. Kemarin saat sedang menyusun barangnya, Tiara memang sengaja meninggalkan beberapa kartu dengan nominal yang cukup tinggi karena dia mengira dia tidak akan memerlukan mereka. Namun keputusannya teryata membuatnya terjebak disituasi sekarang.
Mereka berdebat panjang di dalam lift saat itu, Javier bersikeras untuk mempertahankan posisi tidur mereka berdua, dan Tiara pun bersikeras untuk memisahkan diri dari Javier. Helo~ apa kata orang jika seorang gadis seperti Tiara --yah memang bukan gadis lagi sih-- tidur berdua dengan pemuda seperti Javier. Hah, takkan pernah terjadi walaupun Javier bermimpi basah setiap malam.
Dan akhirnya perdebatan mereka dimenangkan oleh Javier dengan alasan hari yang memang sudah beranjak subuh dan Javier akan sangat berterimakasih jika Tiara menuruti nya kali itu dan tidak menimbulkan perdebatan panjang. Tiara mendengus kesal, padahal tidak akan panjang jika dari awal memang Javier membeli dua kamar.
Entah memang pria itu yang pelit... atau dia punya rencana mesum. Kedua kemungkinan tersebut terasa benar.
Suara pintu terbuka membuat gadis berambut coklat ini menoleh cepat dan mata birunya langsung terbelalak saat melihat Javier yang keluar hanya berbalut handuk tebal berwarna putih. Handuk itu melilit sempurna di pinggang liat pemuda bernetra hitam tajam tersebut. Kepala Tiara langsung berbalik arah untuk melihat kemana saja selain kepada garis V pria ini. Untung saja, Javier tak melihat reaksi Tiara. Pemuda mesum itu sedang mengosok rambutnya memakai handuk lain saat Tiara asik memahat bentuk tubuh lelaki itu didalam pikirannya.
Pemuda itu benar-benar seksi tingkat dewa.
Lehernya yang kokoh, dadanya yang bidang, perutnya yang terkotak dengan sempurna, garis V dibawah pusarnya yang menonjol, lengannya yang kokoh dan Oh! Tiara baru tahu jika pemuda berambut hitam legam didepannya itu memiliki tato rumit dipundaknya. Sekilas tampak seperti huruf, tapi entah apa artinya.
Dan lagi! Jangan lupakan tonjolan samar nan menggoda yang tercetak jelas ditengah pangkal paha Javier yang tertutupi handuk. Holy mother tralala trilili! Ternyata satu kamar dengan Javier benar-benar sebuah anugrah.
Tiara melirik Javier lagi dari sudut matanya. Gadis berambut coklat itu merasakan bagian bawah perutnya menegang merasakan feromon pria didepannya yang menggugah selera setiap kaum hawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE GAME ✔
RomanceTiara Winn mencoba untuk membuat seorang Javier Noarch bertekuk lutut demi perusahaannya. Tapi dia tak tahu jika Javier bukan hanya pebisnis sukses tapi sebuah dewa feromon berjalan. Seorang Noarch bertekuk lutut? Yang benar saja! Mereka berdua mamp...
