The Game (10) : Rencana Jetamine dan Gilbert

24K 682 2
                                        

"Kau tak harus melakukan ini Tiara"

Javier mengambil tangan Tiara saat gadis itu menjauh dari lift.

"Tidak. Ini sudah kuputuskan," Tiara menunjukkan sebuah kartu bergaris emas yang sama seperti kunci kamar Javier. "Bahkan aku sudah membeli kamarnya"

Javier tercenung. Gadis ini. Bagaimana bisa dia melakukan ini pada Javier. Sehabis mandi tadi, Tiara memang merapikan kopernya; tapi Javier berpikir jika gadis itu tak akan kemana-mana.

Jika Javier tahu gadis itu ingin membeli kamar lagi, mungkin Tiara sekarang sudah terikat di tempat tidur besar mereka; mencegah gadis ini untuk kabur darinya.

Javier menggeram kesal, "Aku perintahkan kau untuk kembali ke kamarku. Sekarang" Tiara terhenti tepat didepan kamarnya, letaknya berjauhan dengan kamar yang dipesan Javier. Dia sengaja memesan kamar biasa saja, agar Javier tak curiga dengan penyamarannya.

Gadis berambut sepunggung itu memutar badannya kebelakang; berhadapan dengan Javier, "Maaf, Mr. Noarch. Kau tak bisa memerintahkanku untuk hal yang seperti ini. Terdapat dikontrak kerja kita kan? Poin ketiga, kau tak akan mencampuri urusan privasi sekretarismu".

Javier mendecih sekilas, dia tak bisa berkata apa-apa lagi, "Apa ini karna semalam? Demi Tuhan Tiara, aku tak melakukan itu padamu. Dan kau tahu kan kita berdua sama-sama mabuk. Aku tak bisa mengontrol diriku."

Tiara tersenyum tipis; mencoba untuk tak terlihat meremehkan. "Iya. Maka dari itu, Untuk kenyamanan kerjasama kita untuk kedepannya. Sebaiknya kamar kita terpisah."

Setelah mengatakan seperti itu, Tiara memasuki kamarnya, dan meninggalkan Javier yang masih tercengung. Dia mengambil napas kasar, jika begini terus untuk apa mereka tetap berada di Los Angeles? Menyusahkan.

Javier mengertakkan giginya kesal lalu melangkah menuju pintu keluar. Dia harus menenangkan diri. Ini semakin tak terkendali. Ide yang disebut Jeremiah sebagai ide brilian ternyata tak sebrilian kenyataannya. Kakaknya itu memang menyebalkan.

♤♡♢♧

Netra hitam Javier menatap keseliling kelab malam yang tampak tetap ramai padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Sepupu-sepupunya mengundangnya ke kelab malam untuk bertemu, alasannya karna tepat sekali mereka juga berada di Los Angeles. Pintar sekali.

Gilbert tampak mengangkat gelas berkaki tinggi nya keatas saat Javier masuk kedalam ruangan mereka. Tersenyum singkat, Javier membalas dengan mengangkat alisnya dan mengecup pipi Jetamine singkat.

"Hei kalian. Tumben sekali" Kata Javier.

Jetamine, satu-satunya wanita diantara mereka itu berdiri lalu berdeham sebentar dan tampak linglung. Robert mengangkat alisnya tinggi saat sepupunya itu melangkah pelan lalu duduk dipaha Gilbert.

"Wah wah wah, Jets. Sikapmu belum berubah juga" cerca Robert sambil tertawa lalu menatap Gilbert dengan pandangan bosan, "Cepatlah memacari seorang perempuan sebelum kau menghamili adikmu sendiri".

Javier memutar bola matanya bosan, selalu saja seperti ini. Gilbert yang memanjakan Jetamine, dan akan diolok-olok Robert. Sepupu-supunya tak berubah.

"Hei, dimana Jeremiah?"

Gilbert bertanya dengan nada khasnya, dalam dan menghanyutkan.

Javier mengangkat bahunya lalu menuangkan bir kegelasnya sampai penuh, "Dia sibuk"

"Sibuk memacari perempuan?" Robert menatap Javier dengan pandangan sinis, "Aku tahu kakakmu sedang di Hawaii sekarang."

Mata Javier semakin menajam membuat Gilbert menghela napas melihat dua pria yang sedang menatap tajam satu sama lain didepannya. Robert tak menyukai Jeremiah karna satu hal dan Javier semakin tak menyukai Robert karna hal itu.

Pertengkaran klasik.

Setidaknya Gilbert dan Jetamine netral disini.

"Hei teman-teman. Aku dan Jets bergabung bukan untuk beradu mulut seperti ini." Gilbert menggeser Jetamine agar bergeser di sebelahnya dan mengambil gelas dari tangan Jetamine.

"Untuk Noarch?"

Robert terkekeh geli sementara Javier tersenyum. Mereka lalu mengangkat gelas mereka dan mendetingkannya satu sama lain. Setelah itu, Robert menatap Javier lembut.

"Maafkan aku bro" kata Robert sambil merangkul Javier. "lupakan saja masalah tadi." Mata Robert menajam memperingatkan Javier.

"Aku dengar dari ayah, kau memberikan saham Noarch pada perusahaan Winn. Ada apa sebenarnya?" Robert tampak memyelidiki mata Javier.

Javier menghela napas pelan, "Iya. Kau ingat sekretarisku itu?"

Jetamine mengerutkan alisnya. Walapun mabuk, dia masih bisa mendengar percakapan Robert dan Gilbert yang sedang berbincang dengan suara pelan. Jetamine menatap Gilbert yang masih tetap tenang sambil meminum wiskinya.

"Kak.." panggilnya sambil menarik kecil kemeja putih Gilbert.

"Iya?"

"Maksud kak Robert itu.." Jetamine menghela napas pelan merasakan pusing yang melandanya "..adik dari Trevin Winn".

Gilbert membelalakkan matanya lalu menoleh cepat kearah Jetamine. "Benarkah?"

Jetamine mengangguk kecil, "Kita harus segera memberitahu ayah."

Gilbert melirik Javier yang masih bercerita tentang sekretarisnya pada Robert diselingi dengan candaan mesum dari Robert. Sepertinya memang benar. Javier menyembunyikan sesuatu.

♤♡♢♧

Tiara mengeratkan jas panjangnya di dada. Udara Los Angeles sangat dingin apalagi disini sudah jam delapan malam. Gadis berambut kecoklatan itu memutuskan untuk pergi dari kamar hotelnya untuk mencari angin. Segala macam hal berkecamuk didalam pikirannya. Tiara merasakan firasat buruk dari tadi pagi, dia kira firasat itu akan hilang jika dia pindah dari kamar Javier.

Tapi sia-sia. Firasat buruk itu selalu ada.

Tiara menghela napas pelan sampai uap putih keluar dari bibirnya; menandakan hari sudah semakin dingin. Matanya melirik kearah bar yang berada sekitar 400 meter dari hotel Archipelago. Tiara memutuskan untuk masuk dan meminum sedikit minuman.

Sesampainya di dalam kelab malam itu, Tiara memesan sebuah wiski tanpa es. Dia memperhatikan kelab itu sampai matanya menangkap seseorang yang sangat dia kenal. Pemuda itu tersenyum kecil penuh kesan bersahabat.

Tiara menyipitkan matanya lagi, lalu telunjuknya terangkat kearah pemuda itu.

"Kau.."


...TBC..

A/n : maap pendek *bungkuk-bungkuk*

THE GAME ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang