Chapter 19

1.7K 78 1
                                        

Reina sedang berada dikelas sedang memerhatikan guru biologinya menjelaskan. Sampai tiba-tiba saja suara bel istirahat berbunyi.

"Oke anak-anak kita lanjutkan besok," pamit guru biologi Reina dan membawa peralatan dan buku-buku yang tadi ia bawa. Reina membereskan buku-bukunya.

Sampai tiba-tiba saja teman sekelas Reina memanggil namanya Reina. "Ada apa Res?" Tanya Reina kepada Resya teman yang memanggilnya.

"Itu ada yang ngundang lo," jawab Resya dan kembali kebangkunya. "Siapa yah...?" Tiba-tiba saja suara Retna membuat Reina berdecak kesal.

Reina berbalik badan dan menatap Retna penuh dengan amarah. "Ret bisa nggak sih lo nggak ganggu gue?" Tanyanya dengan ketus. "Nggak," jawab Retna tak kalah ketus.

"Lo tuh ya... Ih...," Karena kesal akhirnya Reina berjalan keluar menemui orang yang telah memanggilnya.

"Farel?" Reina tersenyum manis yang hanya dijawab tersenyum tipis. "Oh... jadi yang nyamperin ketua basket, tepuk tangan dulu teman-teman," ucap Reina yang langsung membuat Farel dan Reina menoleh kebelakang dimana Retna dan kawan-kawan berada disana.

"Kok sifat Retna kaya gitu sih Rein?" Tanya Farel sambil berbisik. "Oh ya, bakal aku ceritain kekamu sifat Retna yang kaya gini," saat sadar bahwa Farel tidak tahu berita tentang kepupoleran Retna dan kawan-kawan.

"Udah yuk gak usah ladenin orang gila," jawab Reina menyindir Retna dan pergi begitu saja meninggalkan Retna dan kawan-kawan yang kesal.

"Dasar munafik!" Kesal Retna.

----

Reno baru saja ingin berjalan menuju kantin sampai tiba-tiba saja ia melihat Reina yang berada disebelah Farel sedang menghadapi Retna dan kawan-kawan.

Ia melihat semua orang yang berada disekeliling mereka menuruti perintah Retna yang menyuruh mereka bertepuk tangan.

Reno masih memperhatikkan Reina yang berbicara ketus kepada Retna dan berjalan meninggalkan Retna dan kawan-kawan sambil menggandeng tangan Farel.

Akhirnya ia pasrah sampai tiba-tiba saja bahunya di sentuh dan membuatnya menoleh. "Eh dit," Reno tersenyum. "Kekantin yuk," ajak Didit yang langsung dijawab anggukkan oleh Reno.

-----

Reina sedang berada dikantin sedang mengunyah mie ayam yang dipesannya. Setelah selesai memakan mie ayam ia  menyedot es teh manisnya.

"Rel, gimana sama lomba basket kamu?" Tanyanya. Farel yang sedang menemaninya kekantin. "Menang nggak?" Tanyanya lagi. "Menang juara tiga," karena pada saat tiga hari kemarin itu ia sedang mengikuti lomba basket.

"Tapi yang penting kamu tetep sehat, terus yang juara satunya siapa?" Sambil menatap Farel yang menyedot minumnya sesekali mengaduknya.

"SMA NUSANTARA," Reina bingung kepada sikap Farel yang seperti ini. Ada apa? Karena sedari tadi Farel selalu menjawab sesingkat mungkin.

"Rel kamu kenapa sih?" Tanyanya kesal melihat sifat Farel yang aneh. "Rein aku mau kita putus," jawab Farel. "Kenapa Rel apa kamu udah nggak cinta sama aku?" Mata Reina sudah berkaca-kaca.

"Nggak Rein bukan itu, ada sesuatu yang ngebuat aku harus mutusin kamu," Farel pun berdiri dan mengambil sesuatu dari kantung celana abu-abunya.

"Inih buat kamu, dan surat ini jangan kamu baca dulu nanti kalo udah ada waktunya," Farel memberikan cincin kecil berwarna putih dengan dihiasi satu berlian dan surat yang terlipat.

Hai teman-teman ketemu aku lagi. Seru nggak ceritanya? Penasaran yah Farel kenapa? Lanjut aja terus ya.

DONT GOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang