Chapter 29

2.6K 68 2
                                        

Reno menggandeng tangan Reina. Mereka sudah berpacaran sekarang. "Cie... yang udah jadian," ejek Retna tiba-tiba dari arah belakang.

"Apaan sih lo?" Pipi Reina bersemu merah. "Rein nanti pulang kita jalan-jalan yuk?" Ajak Reno dan membuat Reina tersadar.

"Ah--Em.. Boleh-boleh," jawab Reina cepat.

"Boleh nggak aku panggil kamu... Sayang?" Tanya Reno. Reno merasa jijik sendiri mendengarnya.

"Boleh kok," Reina juga memang mengharapkan Reno menanyakan itu.

"Ya udah. Re--- Sayang aku masuk dulu ya?" Reno mengangguk sambil terkekeh. Mendengar suara Reina yang seperti anak kecil yang sedang berbohong membuat Reno bertambah mencintai Reina.

                       *(Bonus)*

7 tahun kemudian.

Taman luas nan hijau yang sangat ramai. Meja tertata rapi, dengan makanan yang sudah disediakan diatasnya.

Semua perempuan memakai dress dengan warna yang berbeda-beda dan. Lelaki memakai jas ada yang berwarna abu-abu, hitam, dan masih banyak lagi dengan tambahan dasi yang menempel dikemeja masing-masing.

"Ciee.... yang udah nikah," ejek Retna. Saat ini Retna dan yang lain sedang mengunjungi pesta pernikahan Reina dan Reno. Reina begitu cantik dengan gaun birunya. Dan Reno juga begitu membuat semua gadis yang melihatnya menjadi meleleh.

"Lo kapan nikah sama Rangga?" Tanya Reina bermaksud mengejek Retna. "Minggu depan juga ijap kobul," jawan Retna sambil memeletkan lidah. Sedangkan Rangga ia hanya tersenyum saja kepada Reina.

"Hai Reno lo ganteng amat sih. Coba aja kalo lo bukan adik gue. Mungkin udah gue pacarin kali lo," ucap Retna sambil menahan ketawa melihat ekspresi Reina yang berubah menjadi garang.

"Biasa aja kali Rein," ucap Retna dan terkekeh. Reina dan Reno sengaja memilih tempat pesta di outdoor. Karena katanya agar sekalian refreshing. Semua tamu mereka juga pun menyukai temanya.

"Pang!!" Panggil Reina saat ia melihat Pangeran yang sedang mengobrol dengan Niki. "Apaan sih Rein?" Seharusnya saat ini Pangeran sedang kuliah. Tapi ia sengaja izin. Karena tak mungkin ia gidak datang keacara nikahan kakaknya.

Sedangkan hubungan Pangeran dan Niki. Mereka mencoba LDR walau bagi mereka itu sangat sulit. "Pang Bella kemana kok kayanya belom dateng?" Tanya Reina. Karena hanya Bella yang belum datang keacaranya.

"Ya mana gue tau. Telpon aja kali. Kaya sekarang masih jaman batu aja," jawab Pangeran cuek. "Ye... Gue kan tasnya ada didalem. Ya kali gue jalan kesana pake beginian," dan satu lagi lokasi yang mereka pilih adalah dipuncak. Dan untung saja villa milik keluarga Reina dan Reno berdekatan dengan lokasi pernikahan.

Sebelumnya Hena dan Yoga memutuskan untuk tinggal bersama dengan mama Retna. Walau awalnya begitu sulit. "Ya udah tunggu sinih," penampilan Pangeran juga begitu terlihat keren. Jas dan celana berwarna hitam yang pas dibadannya, kemeja berwarna biru, dan dasi berwarna hitam bermotif.

Mereka berdua kembali duduk setelah melihat tamumereka  ada yang belum datang dan ada yang belum selesai makan. Delapan puluh persen tamu Reina adalah seangkatannya. Sepuluh persen adalah keluarganya dan sisanya adalah teman orang tua mereka.

Teman Reina dan Reno begitu terkejut bahwa teman mereka telah menikah. Tapi mereka merasa senang. Bahwa cinta Reina dan Reno tidak pernah pudar.

---

Hai teman-teman. Aku sengaja percepat alurnya. Nanti aku kasih satu part lagi buat Epilog. Sama nanti mau aku kasih Sequelnya. Dan aku mau revisi. Sedikit aku ubah tapi alurnya tetep kok.

Jangan lupa dilike & comment.

DONT GOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang