Billy merasa seseorang tidur di sampingnya. Dengan malas dia mulai membuka matanya dan mendapati sosok tubuh yang sedang menatap langit-langit kamarnya. Billy pun menggeser sedikit tubuhnya dan kembali menutup matanya.
"Ini udah siang... gak ngampus loe?" tanya Al sembari mengalihkan pandangannya pada sang sahabat yang malah kembali tidur.
"Setengah jam lagi... yang nyetir loe kan?" guman Billy dari balik selimut.
Mendengar itu tanpa aba-aba Al malah menarik selimut Billy dan menendang anak itu hingga jatuh dari ranjang.
"BRENGSEKK...!!" maki Billy sembari berusaha berdiri dari jatuhnya.
"Gue tunggu loe di bawah 10 menit lagi" ucap Al beranjak.
"Loe kira gue bebek apa mandi cuman 10 menit" sewot Billy.
"Terserah kalo loe mau bolos kuliah kayak gue" ujar Al gak perduli dan meninggalkan kamar Billy.
Billy menghela nafas dan mengukir senyum kecil di bibinya.
Pasalnya sejak insiden di lapangan basket 3hari yang lalu, dia dan Al tidak saling menyapa. Dan hari ini Al rela memutar perjalannya untuk menjemputnya yang itu tandanya Al udah mengibarkan bendera perdamaian.
"kayaknya anak itu masih bisa di perbaiki" guman Billy hingga tanpa sengaja matanya menatap jam weker di atas meja nakasnya yang menunjukan pukuk 7:40. "ASTAGA GUE TELATTT..." teriaknya yang langsung lari ke kamar mandi.
Al tidur di bangku yang di jajar. Sedangkan Yuki duduk sedikit jauh sembari mengerjakan tugas-tugas Al. keduanya sekarang berada di ruang music yang sudah tidak di pakai dan sekarang telah di klaim menjadi milik sang pangeran kampus, Al. Yuki melirik jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 15:30. Dia harus segera pergi ketempat kerjanya jika dia tidak mau terlambat. Tapi dia ragu untuk membangunkan Al. Di antara kebimbangannya tiba-tiba terdengar suara pintu yang di buka.
"Loe masih di sini?" tanya Billy.
"Syukurlah... kamu datang. Iya aku mau pergi dulu. Tapi aku gak berani bangunin Al" jujur Yuki. Mengingat dulu dia pernah hampir di cekik saat membangunkan Al.
"Ya udah kamu pergi aja, biar aku yang bangunin"
"Makasih Bill..." ujar Yuki sembari meraih tasnya dan berlalu pergi.
Hampir 30 menit Billy memainkan Hpnya saat mendapati pergerakan dari Al.
"Tugasnya udah selesai apa belum?" suara serak Al khas orang bangun.
"Udah tu..." jawab Billy membuat Al sedikit terlonjak.
"kok loe ada di sini? Kemana Cewek itu?" Al bangun dari tidurnya.
"Dia itu namanya Yuki Al... Dia udah gue suruh pergi, lagian tugas loe juga udah kelar semua"
Setelah mendengar jawaban Billy keduannya terdiam beberapa saat.
"Gue heran sama loe... gue ngerasa sekarang loe berubah banget. Sebenernya apa sih yang terjadi sama loe saat loe di Amerika?" tanya Billy memecah kesunyian.
"Gak Ada"
"Tapi dulu loe gak kayak gini... loe gak pernah nyakitin cewek"
Al menyeringai. "Loe pernah denger istilah kalo 'sebuah negara bisa hancur karna wanita'. Loe tau kenapa? Karna cewek itu moster, cewek itu makhluk menyebalkan berkedok malaikat. Semua cewek itu munafik dan murahan"
KAMU SEDANG MEMBACA
LINTASAN
RomansaYuki tidak mengerti arti kecepatan hingga dia bertemu dengan Aliando. Orang yang membawanya melintasi semua hal menjadi lebih indah. Tapi bisakah keduanya mencapai garis finis bersama? Al yang menganggap bahwa semua wanita itu menyebalkan. Tapi dia...
