12. Good Morning.

4.8K 305 13
                                        

Aku membuka mata ku dengan keterkejutan yang sangat ketara di wajah ku. Dengan tiba-tiba saja aku terbangun saat suara benda jatuh terdengar. Aku mengambil napas ku dalam-dalam, mungkin itu hanya sebuah kejadian di dalam mimpi ku saja.

"Maaf kan aku karena membuat mu terbangun."

Tunggu! Itu bukan suara ku.

Mata ku dengan otomatis membelak saat mendengar suara berat yang jaraknya tidak jauh dari diriku. Aku menahan napas ku yang belum sempat terhembus, lalu dengan horror aku menoleh ke arah kanan.

Di ujung sana, ku lihat Cal sedang duduk di sofa pojok ruangan dengan setumpuk berkas yang sebagian berserakan di lantai.

Oh tuhan! Ternyata itu bukan mimpi! Ternyata bunyi itu adalah hal yang nyata.

Segera saja aku terbangun dengan terburu-buru. Karena aku tak pernah menduga bahwa Cal akan berada di kamar ini.

bug!

"Aw."

Ku rasakan rasa nyerih di tulang ekor ku, saat tanpa ku duga aku terjatuh dari ranjang. Good! Lagi-lagi kecerobohan ku membawa malapetaka pada diriku.

Aku menggigit bibir dalam ku dengan sebal, sudah dapat di pastikan bahwa sekarang pipiku sudah seperti pantat bayi yang alergi.

Suara kekehan kecil terdengar dari sudut ruangan sana. Pasti Cal melihat kebodohan ku tadi.

Aku masih saja meringis saat ku rasakan tubuh Cal sudah berada di sampingku.

"Dasar Bodoh."

Aku mengerucutkan bibirku sebal sambil memberikan tatapan mematikan milikku.

"Hei! Ini bukan salah ku! Selimut ini saja yang sangat cinta pada ku sehingga membelitku!"

Aku mengalihkan pandangan ku ke arah lain selain wajahnya yang sedang menahan tawa.

"Kau galak sekali." Baru aku ingin memperotes ucapannya lagi, tiba-tiba kurasakan tangannya di sela kaki dan leher ku.

Aku membelakkan mata ku terkejut.

Tubuh ku melayang. Cal menggendong ku tanpa aba-aba, membuat tangan ku reflek mengalung di lehernya. Lalu dengan perlahan Cal meletakkan ku kembali ke kasur besar nan empuk ini.

Aku terdiam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun, berani meliriknya saja aku tidak.

Tapi, akhirnya aku pun menoleh padanya saat ku rasakan genggaman tangannya di tangan kanan ku. Lalu dengan lembut ia membawa telapak tangan ku untuk menangkup pipinya.

Aku terpaku, tak bisa berbuat apa pun. Menolak pun aku tidak bisa.

Cal memejamkan matanya, ia terlihat sangat nyaman dengan tangan ku yang berada di pipinya.

"Kau terasa hangat, Ale." Ku lihat senyum di bibir kan terukir dengan lamat-lamat. Hari ini entah apa alasannya, Cal selalu tersenyum. Bukan senyum menyeramkan yang seperti psikopat, tapi senyum yang mampu membuat hatiku menghangat.

"Dan pemandangan favorite ku adalah ketika melihat dirimu tertidur dengan damai."

Melihat ku tertidur? Bukan kah itu artinya Cal sudah berada di kamar ku dalam waktu yang begitu lama?

Dengan perlahan mata Cal terbuka, iris mata berwarna biru terang langsung menusuk mata ku. Menusuk dengan lembut, sampai membuat diriku begitu terhanyut.

"Kau tidak pergi?" Suara ku terdengar begitu pelan di ruangan yang sunyi ini.

"Tidak, aku tidak pergi kemana pun. Raut wajah tidur mu terlalu sayang untuk di lewatkan."

Ku rasakan pipi ku memanas, kata-katanya begitu membuat ku merona.

Aku benci ini. Aku benci saat aku di kuasai oleh apa yang ia lakukan.

"Sebaiknya kau bersiap-siap. Aku harap kau masih mengingat apa yang aku katakan sebelum kau tidur."

Ya, Cal. Tentu saja aku mengingatnya. Kau akan mengajak ku ke suatu tempat yang kata mu aku akan menyukainya.

Sebaiknya, kita lihat saja nanti. Apa aku memang akan benar-benar menyukainya atau tidak.

***

Hulla!

Maafkan part yang pendek ini :')

Published : 18, Juli 2017

#180717

My MASTER IS STRANGER [ON HOLD]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang