3. Apologize and re do.

11.4K 531 112
                                        

Part 3 ini cukup panjang guys!
So, jangan lupa vote dan komennya! :)

My Master is Stranger.

3. Apologize and re do.

Aku terbangun di kamar yang tidak begitu luas. Ya, aku ingat. Ini adalah kamar yang di berikan majikan ku saat tadi malam.

Semua masih seperti mimpi bagi ku. Di berikan tiket untuk berlibur ke London oleh ayah ku, lalu memasuki kamar mewah yang telah di pesankan, itu semua masih terasa seperti mimpi.

Mimpi indah yang terasa mengerikan saat terbangun.

Aku melirik betis ku yang terluka. Benar kata Cal, luka ku mengering ke esokan harinya. Entah apa yang ia oleskan, tapi obat itu sangat mujarab.

Jam di atas nakas masih menunjukan pukul 05.14 am. Memang masih terlalu dini untuk bangun. Tapi tubuhku lebih memilih bangkit daripada harus terus terlelap dalam mimpi yang enggan untuk aku masuki.

Aku bangkit dari duduk ku, lalu ku langkahkan kaki ku menuju koper milikku yang ku letakkan di sudut ruangan. Setelah mengambil pakaian yang akan ku kenakan aku segera masuk ke dalam kamar mandi.

-

Aku keluar dari kamar persembunyian ku. Semua lampu masih di matikan, ku rasa pria itu belum bangun. Itu sudah jelas, karena jam masih belum genap menunjukan pukul 6 pagi.

Perut ku berbunyi tepat setelah aku sampai di hadapan lemari pendingin.

Cih, pantas saja secara otomatis kaki ku melangkah ke dapur, ternyata semua ini karena perutku yang belum di isi dari semalam.

Look in refriegrator. Whoa, ini adalah surga bagi kami anak yang tinggal di sebuah flat murah. Semua bahan makanan yang kau butuh kan ada di dalam kulkas ini. Dari mulai makanan ringan, buah, sayuran, softdrink, dan yang lainnya tersedia dia kulkas besar ini.

Aku mulai mengambil makanan ringan dan softdrink dari dalam surga makanan itu. Dan saat ku berbalik, aku langsung berteriak kaget dan menjatuhkan semua yang ku dekap.

"Aw!" Aku memikik kesakitan saat sebuah minuman kaleng jatuh tepat di ibu jari kaki ku.

Aku langsung terjongkok dan mengelus jari kaki dengan reflek.

Sial! Ini sakit sekali!

Aku mendengar suara tawa dari sosok pria yang aku lihat tadi. "Ini yang ketiga kalinya aku mendengar kata 'aw' dari mulutmu." Sialan Pria ini. Walaupun ini adalah penthousenya, tak bisa kah dia tidak muncul secara tiba-tiba seperti hantu?

"Ini terlalu pagi untuk bangun. Jika kau lapar, aku bisa membuatkan mu sandwich." Cal ikut berjongkok di depan ku, membantuku untuk membereskan kekacauan yang di buat oleh ku, sebenarnya oleh dirnya juga.

"Tidak perlu." Ujar ku seraya bangkit dan meletakan makanan yang ku bawa di meja. Lalu aku melangkah untuk melewatinya. Tapi, tanpa ku duga Cal menahan tangan ku.

"Kenapa?"

"Aku tidak lapar." Dan setelah aku mengucapkan kata tersebut, ada satu suara yang membuat harga diriku langsung jatuh.

Kruek..

Ya, itu suara perutku yang lapar. Aku memejamkan mataku kesal. Mengapa suara kurang ajar itu datang di waktu yang tidak tepat? Agh!

Lampu menyala.

Aku mendengar kekehan geli yang keluar dari mulut Cal. "Aku rasa perutmu menghianati mu." Aku meliriknya dengan kesal, dan dia hanya menaikan kedua bahunya sambil tersenyum miring.

My MASTER IS STRANGER [ON HOLD]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang